
di kediaman andreas dikamar ibu davis. hari sudah menunjukkan jika sudah mulai gelap. dan kedua orang di kamar itu baru saja selesai melakukan nya. ke duanya sama sama tergeletak di kasur keringat membasahi mereka berdua.
" suami apa obat itu masih begitu ampuh setelah sekian tahun. aku tak menyangka jika kita akan melakukannya hingga gelap seperti ini"
" entahlah istriku aku tak tau tapi yang pasti aku masih merasakan gejolak itu dalam diriku walau tak sebesar sebelumnya mungkin ini masih mujarab istriku."
kemudian helena bangkit dan meraih milik harus yang masih keras mengarah kanya kemudian mendudukinya ketika sudah pas.
"istriku apa yang kau lakukan".
tanya haris.
."mari selesaikan suamiku semakin banyak yang tertampung di dalam semakin baik".
kemudian helena mulai aktif bergerak. dan itu akhirnya berlanjut.
han dong yang sudah sedari tadi sadar masih terus menahan dadanya yang terasa sakit kini dirinya sedang menghadap kepada tuan besarnya
" han dong ada apa mengapa kau tidak menjaga kamar davis".
Tanya lukman andreas kakek davis.
" tuan besar tuan muda sudah pergi sejak tadi pagi. dengan menghancurkan pengunci kamar dan melumpuhkan ku dengan sekali serang tuan.
" apa kau sedang membual dong, davis tak memiliki basic beladiri dan sebagainya dia hanya jenius luar biasa. "
" tuan aku tak sedang membual kau bisa melihat luka serangan yang di lakukan tuan muda terhadapku"
" ini sejak kapan davis mempraktikkan beladiri dan kemampuan apa yang di milikinya hingga mampu membuat luka seperti itu. kemana anak itu kali ini, han dong kerahkan seluruh orang aku harus membuatnya kembali aku sudah menentukan tanggal pernikahan dengan keluarga anton. "
" baik tuan tapi aku perlu memulihkan diriku terlebih dahulu. "
" ya lakukanlah aku butuh secepatnya ini selesai."
" baik tuan"
__ADS_1
kemudian dia keluar dari ruangannya segera menuju kamar helena.
."helena buka pintunya kemana anak itu pergi aku tau kau pasti tau segera katakan yang sebenarnya, helena keluarlah sekarang sebelum aku yang membukanya. "
helena yang baru saja selesai membersihkan diri dari kegiatan panasnya di kejutkan dengan teriakan ayahnya yang menanyakan keberadaan putranya.
helena segera membuka pintunya,
."ayah aku tidak tau apa yang sebenarnya ayah katakan bukankah ayah mengurungnya di kamar lalu bagaimana caranya ayah bertanya kepadaku sekarang. "
" helena aku sudah mengenalmu puluhan tahun dan aku mengenal davis pula bukan sebentar, dia tidak akan pergi sebelum bertemu dengan mu apa kau mencoba membodohi ku. sekarang katakan di mana dia"
" tidak ayah kali ini aku tidak akan mengatakannya sudah cukup aku saja dan jangan davis dia anakku, biarkan dia memilih keinginannya sendiri ayah"
" tidak davis adalah pewaris utama keluarga ini dia harus mengikuti semua perkataan ku. jadi katakan sekarang helena"
"tidak ayah sampai kapan pun aku takkan mengatakannya"
keras kepala melindungi davis
" oh baik lah kau pikir aku tak bisa menemukannya jika dirimu tak mengatakannya, jangan salah mataku banyak di negara manapun davis berada aku bisa tau. ingat ini jika aku menemukannya aku akan mengasingkan nya ke sebuah pulau hingga dirimu tak bisa menemukannya hingga pernikahan itu tiba"
tapi tak di gubris sedikitpun
."apa yang coba dirimu lakukan terhadap davis. oh coba saja lakukan maka aku akan mati. apa dirimu berani bertaruh ayah kau mengenalku bukan. "
lukman berbalik dan bergegas menuju helena.
plaaaaakkkkk.... suara tamparan keras terdengar.
.'apa apa kau mencoba mengancam ku helena".
helena yang di tampar tidak meringis kesakitan tapi tertawa.
."ha.... ha.... ha.... " apa kau takut ayah mari bertaruh jika dirimu berhasil menemukan davis dan mengasingkannya di saat itu pula aku mati apa kau berani ayah".
__ADS_1
ini salah satu sifat ibu davis gila ya gila dia akan menggila jika davis menjadi korban utama di matanya bahkan rasa takut pada ayahnya akan hilang.
lukman yang melihat itu tidak menjawab memilih pergi dari sana karena dia keras kepala dan gilanya dengan helena.
" ayah kemana dirimu pergi apa kau takut bertaruh denganku, kemari lah bertaruh hidup dan mati denganku. hahahah.... "
tapi lukman mengalahkan egonya dia memilih pergi dari sana anaknya yang satu ini memiliki gen ibunya yang jika sudah tersudut maka nyawa pun tak lagi di mata.
" istriku sudahi lah amarahmu kemari dan kembalilah ke kamar bersamaku"
bujuk haris dengan lembut.
helena yang mendengar suara haris segera menghangat di hatinya emosinya mencair matanya mulai sayu, dia berjalan dengan lunglai mendekat ke arah haris, haris yang tanggap dan sigap segera mendekat dan benar saja helena pingsan. haris yang cepat segera menggendongnya ala tuan putri membawanya ke kamar meletakkannya secara perlahan dan lembut.
" istirahat lah sayang ku yakin lah putra kita akan menyelesaikan semuanya dan menyadarkan ayah"
ucap haris begitu lirih menggenggam tangan helena dengan lembut.
bukan haris tidak mau membantu helena tapi haris sadar diri jika dirinya ikut dalam perdebatan tadi maka sampai sat ini itu tidak akan selesai. maka haris memilih diam agar helena tidak tambah tertekan lagi dengan amarah sang ayah.
davis saat ini sedang berada di salah satu hotel dia tidak memilih hotel yang mahal dia memilih hotel kelas terendah itu untuk mengulur waktu orang orang pamannya menemukan dirinya. davis tak melakukan apa pun semenjak sampai, di dalam kamar di hanya berkultivasi saja.
" ini sudah larut malam baiknya aku beristirahat saja besok aku akan menemui lusy di kediamannya. "
di sisi lusy sendiri kini dia sedang sibuk dengan laptop nya dia sedang melakukan proyek yang besar yaitu menciptakan alat pengintai super kecil untuk salah satu anak perusahaan. tak berapa lama ponselnya berdering
"Terima "
ucap lusy
" nona target sudah sampai di lokasi saat ini target sedang berada di suah hotel kecil di kota, dan pencarian terhadapnya sudah mulai pecah meluas di seluruh negara j ini apa perlu melakukan sesuatu nona"
" oh sudah sampai rupanya, biarkan saja pecah cukup awasi saja tak perlu pergerakan yang lain walau target tertangkap biarkan saja. "
" sesuai perintah mu nona"
__ADS_1
lalu lusy segera mengakhiri panggilan tersebut dan berfokus kembali dengan laptop nya
di kamar kini dewa dan Ria sedang berbaring di tempat tidur, mereka berdua sedari tadi berpelukan tapi bukan dewa yang memeluk ria ini sebaliknya ria yang memeluk dewa sejak tadi ria selalu merengek ingin memeluk dewa. dan dewa hanya mengikutinya saja.