
" apa sebaiknya aku menghubungi saja nona untuk memastikan. " ucap lusy kepada davi
" lakukan lah istriku jika itu membuatmu tenang. " davis yang lembut dan ramah
ria yang masih dalam perjalanan pulang tiba tiba ponselnya berdering ketika di lihat di situ tertulis lusy segera ria menerima panggilan itu.
" nona apa dirimu sudah kembali... entah mengapa aku tiba tiba terpikirkan mu nona. " jelas lusy
" wah wah wah apakah suamimu memberikanmu kesempatan untuk menghubungiku lusy aku kira suamimu tidak akan melepaskan mu. " ucap ria menggoda lusy
" hentikanlah nona jangan membuatku malu davis seperti serigala buas. " lusy
" hahahaha baiklah, ya aku sudah kembali dan aku baik baik saja aku hanya bermimpi aneh saja semalam jadi tak perlu memikirkan ku. puaskan saja suami serigala mu itu. " ria
" ahk nona dirimu bisa saja aku benar benar malu. " lusy
" ya sudah ingatlah waktunya sudah dekat kuharap dirimu siap. "
" aku siap kapanpun nona tak perlu khawatir. "
" hey lusy apakah suamimu pandai bermain. jika tidak bilang lah datang padaku akan ku ajarkan dengan baik. " dewa yang sudah merebut ponsel dari tangan ria
" tuan dewa apa yang dirimu katakan tidak aku sudah di buatnya tak bisa bergerak jika dia belajar lagi darimu mungkin aku takkan pernah turun dari kasur. "
" hahahaha ayolah lusy dirimu kan orang kuat.
" masih dewa. kemudian ria merebut ponselnya lagi. "
jangan dengarkan lusy dia monster.
" nona ya baik nona".
setelah itu panggilan pun terputus
__ADS_1
" hubby apa yang dirimu katakan jangan jadikan semua orang menjadi monster seperti dirimu. " ria
" hehehe aku hanya bercanda sayang siapa pun akan menjadi monster jika mangsanya seperti dirimu. "
" hubby hentikan. "
dewa hanya tertawa....
" bukankah benar begitu don. " ucap dewa pada supir
" ehh itu saya tidak tau tuan saya tak mendengar apa pun".
keringatnya sudah dingin pikirannya apa tuannya ini ingin membunuhnya.
dewa tertawa.
."ya ya ya baiklah sayang maafkan aku aku hanya bercanda saja".
ria hanya mengangguk saja pikirannya masih bersama mimpi itu dia masih ingin mencoba mengerti apa maksud mimpi itu.
" sayang mengapa dirimu diam saja. apakah masih memikirkan mimpi itu. sudahlah jangan di pikirkan kasihan anak kita yang sedang dalam kandungan mu. " dewa.
" ya aku sedang memikirkannya hubby aku tak bisa untuk tidak memikirkannya mimpi itu terlalu rumit apa lagi suara itu itu benar benar masih terdengar hingga kini. " jelas ria
" ya maaf maaf karena aku memaksamu cobalah untuk tenang saja kita sama sama berharap semoga tidak ada hal yang buruk terjadi. "
" emmmm" singkat ria
tak lama setelah itu mobil yang dikendarai ria dan dewa tiba di kediaman karena ria yang memintanya untuk sementara di kediamannya sendiri.
di susul oleh mobil yang di kendari oleh mobil ibu dari ria juga sudah tiba.
" ria mengapa pulang ke sini nak mengapa tidak pilang kekediaman ibu dari nak dewa".
__ADS_1
" tidak bu untuk saat ini ria ingin di sini saja. " singkat ria
ibu ria menoleh ke arah dewa dewa hanya tersenyum dan menggelengkan pelan.
" ya sudak terserah dirimu saja ibu ikut saja ayo masuk saja. "
kemudian semuanya pun mulai memasuki kediaman
" ibu ria mau ke kamar ibu istirahatlah karena perjalanan ini cukup jauh. "
" iya ibu mengerti. ya sudah ibu juga ke kamar kamu baik baiklah ibu lihat sepertinya kamu sedang ada masalah. "
" tidak bu ria baik baik saja tak ada masalah mungkin bawaan si kecil ini. " alasan ria.
kemudian setelah percakapan singkat akhirnya merekapun pergi ke kamar masing masih. ria diantar oleh dewa ke kamarnya
" sayang sepertinya aku perlu berkultivasi apa aku tak apa melakukannya di sini.
" ya lakukan lah hubby entah mengapa aku juga merasa lelah. apa semua ibu hamil seperti itu. ria
" ya sebagian ibu hamil memang mengalami sering merasa kelelahan. jadi berbaring saja jika menginginkan sesuatu katakan saja. "
" ya. lebih baik aku berbaring saja. " ucap ria
dewa pun mulai berkultivasi dengan tenang dan mendalam untuk memulihkan keadaan tubuhnya. sedangkan ria terbaring dengan laptop di atas nya tangannya mulai bermain di keyboard mengetik sesuatu.
di hotel setelah selesai melakukan panggilan
" kurasa nona memang baik baik saja aku saja yang tak bisa lepas darinya. " lusy
" hmmm tenanglah istriku bagai mana jika kita melakukannya saja agar dirimu bisa tenang. " davis.
" bukankah kita libur untuk sekarang mengapa sekarang dirimu meminta lagi. " lusy
__ADS_1
" ayolah istriku aku benar benar menginginkannya boleh ya. "
davis mulai aktif lusy yang ingin menolak tak bisa karena tubuhnya begitu menikmati. dan akhirnya terjadi lah permainan di sofa kini suasana pun memanas suara suara erangan kenikmatan terdengar syahdu menemani dua insan yang sedang bermain.