System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
58


__ADS_3

" ya aku tau itu aku sudah melihatnya"


pikiran lusy sudah menjelajah tentang berapa buruk tuannya itu di tinggal oleh nona nya dan itu bukan sebulan dua bulan tapi satu taun. lalu jika itu terjadi pada davis apakah akan sama


" apa itu benar lusy apa dirimu sungguh pernah melihatnya" penasaran davis


" ya tentu, dan itu adalah tuan dan nona mereka terpisah selama 1 tahun lamanya dan nona merahasiakan kepergiannya dari tuan. membuat tuan gila dengan kemarahannya mendatangi ku menanyakan keberadaan nona. dan menghajar ku hingga aku hanya memiliki satu nafas untuk hidup, aku tau keberadaan nona tapi kerena nona sudah berpesan aku pun mempertaruhkan nyawaku." jelas lusy singkat


" apa kah tuan dewa sekuat itu lusy, jika itu aku aku merasa tidak yakin"


" ya aku juga berfikir seperti itu"


" jadi aku harus benar benar menunggumu lusy, ayo katakan pada nona apa aku bisa ikut"


" em ayo jika dirimu memiliki keberanian"


di kamar lusy


" hubby kau tau lusy begitu pandai bermain kata membuat davis seperti anak kecil. dia hanya menceritakan tentang kita dan itu sudah membuat davis merubah semuanya. "


" ya aku tau itu aku sudah mengenalnya sekarang, jadi aku tidak terlalu terkejut. yang membuatku tak habis berfikir sampai saat ini adalah mengapa dia lebih memilihmu dari pada kekasihnya menurutku aneh"


" aku jika tak mengerti hubby kemarin aku sudah mengatakannya dan dia menangis begitu sedih setelah aku mengatakannya. aku tak pernah menanam sesuatu padanya yang mampu membuat dirinya seperti sekarang. "


" kurasa itu keberuntungan mu sayang sang takdir mengutus lusy untukmu agar selalu setia padamu. "


" ya kuharap itu benar hubby, aku sungguh memikirkannya sekarang"


dewa tak menjawab tapi dewa menuju perut ria dan mulai berbicara di sana. ria yang melihatnya di buat terharu. dan hangat di hatinya. ria mengungkapkan rasa syukur di hatinya karena memiliki suami seperti dewa yang selalu menyayanginya.


" hubby sebulan lagi setelah mengantar lusy dan davis ayo pulang ke rumah mama. aku ingin tinggal di sana, tapi aku ingin menemui ibuku dulu aku merindukan masakannya. "


" tentu sayang apa pun itu selamat dirimu ada untuk ku aku akan selalu bersedia"

__ADS_1


"hmmm" mereka pun berlanjut karena ria mulai bermain.


keesokan paginya kini ria mulai terbangun di pelukan dewa ria selalu merasa nyaman ketika berada di pelukan dewa oleh karenanya setiap tidur ria selalu meminta di peluk.


" hubby lepaskan aku aku ingin mandi tubuhku terasa lengket" dengan suara lembut


" tidurlah lagi sayang aku masih nyaman"


" aku yang merasa tidak nyaman hubby jadi tolong lepaskan aku


" ya baiklah apapun untukmu sayang"


ria kemudian bangkit dari tidurnya melihat sekitar, yang berantakan karena ulah dewa, ria segera memunguti pakaian pakaian yang masih berceceran di mana mana yang di lempar dewa disembarang tempat.


satu jam berlalu kini ria dan dewa keluar dari kamar dan ingin mengantar dewa keluar untuk bekerja.


" nona ucap lusy dan davis bersamaan"


" ya duduk lah di ruang tengah aku masih mau mengantar suami ku dulu"


setelah itu ria dan dewa berlalu dari sana. setelah lima menit ria baru terlihat di ruang tengah, ya maklum lama dewa selalu memiliki caranya untuk berpamitan kepada ria


" jadi kalian sudah berdiskusi apa sudah mendapatkan keputusan."


" sudah nona" lusy


" benar nona, maaf jika aku lancang tak bisakah kepergian lusy membawa ku juga nona" davis


" nona jika itu tidak bisa tak apa aku sudah siap" lusy


" apa ini sebuah ke putusan, kurasa ini plin plan tak ada keputusan. " kejahilan ria


" nona maafkan aku tapi aku sudah putuskan pergi bersama atau pun tampa nya nona jadi aku sudah putuskan nona"

__ADS_1


lusy davis hanya diam dan gundah di hatinya


" ya baiklah jika sudah di putuskan. jadi bulan depan lusy akan berangkat..................... lama............... dan davis ikut"


" Terima kasih nona Terima kasih" di tahan oleh lusy karena hampir saja berlutut


" maka selesaikanlah urusan keluargamu kemudian menikah dan ikut bersama lusy.


" baik baik baik nona akan segera ku lakukan


" ya sudah aku kembali ke kamar kalian bebas aku pergi dulu


didalam kamar ria begitu ingin bertemu ibunya dan ingin makan masakannya.


" aku begitu merindukan ibu sejak aku kembali aku belum sempat menghubunginya. lebih baik aku ketempat ibu saja."


lalu ria segera memikirkan lokasi di negara K yang dekat dengan rumahnya.


sekitar satu menit tiba tiba ria sudah muncul di salah satu taman yang dekat dengan rumahnya. melihat sekitar ternyata sepi dan menyebar persepsinya dan benar memang tidak ada orang di jarak 100 meter darinya. segera saja ria berjalan menuju rumahnya.


sesampainya di depan pintu ria mencoba mengetuk pintu.


tuk... tuk... tuk...


" buk apa ada di rumah ini ria"


ria mendengar suara langkah kaki mendekat dan mulai membuka pintu.


" loh nak kamu dengan siapa kesini. "


ibu ria yang kaget dengan ke datangan ria seorang diri


" ibuk ria tadi bersama dewa tapi dewa langsung pergi katanya sudah di tunggu seseorang. " jelas ria berbohong

__ADS_1


" ayo masuk kamu kemana saja nak sampai lama tak menghubungi dan mengunjungi ibu"


" maafkan ria bu, Ria harus melakukan sesuatu yang penting. sehingga ria tidak sempat menghubungi Ibu. jelas ria kepada sang ibu


__ADS_2