
" ya itu tidak sulit untukku, rian apa dirimu sudah memutusakan nya untuk menjadikan dia kekasihmu. " ria bertanya
" iya kak. apa ada sesuatu yang salah, katakanlah aku akan mendengarkan mu. "
" tidak ada yang salah. dirimu sudah dewasa rian keputusanmu saat ini menentukan masa depanmu. pesan kakak jangan menyakiti hatinya. "
" baik kak aku mendengarkan mu. "
" dan dirimu Dani ajari dia kemampuan Assassin. karena sepertinya dia membutuhkannya di kemudian hari. dan rian jika dirinya sudah memasuki keluarga kita jangan pernah berharap bisa keluar lagi." dengan suara ringan memberitahu Dani dan memperingati Adrian.
" baik nona aku mengerti".
" baik kak aku juga mengerti".
setelah itu panggilan pun terputus. saat itu ria masih di dalam mobil dalam perjalanan menuju kediaman mama dan ayah dewa.
" jadi Adrian sudah memutuskan pilihannya sayang. "
" ya hubby. "
" biar lah dia dekat dengan Dani, karena Dani juga bergerak di pemerintahan biarkan Adrian mempelajarinya juga. ku yakin walau tak sekuat lusy atau Dani tapi untuk ukuran dunia ini kurasa tak ada yang dapat menyakitinya. "
" ya dirimu benar hubby. terkadang aku berfikir terlalu membosankan menjadi kuat karena tak ada yang bisa di lakukan. "
merekapun terus mengobrol banyak hal untuk mengisi keheningan dalam perjalanan
" jadi sekarang tinggal alina apakah dia mau atau tidak. "
" benar tuan muda. "
" paman aku pergi dahulu untuk menemui alina dan membicarakan tentang hal ini padanya. " Adrian berpamitan pergi
" ya silahkan tuan muda. "
kemudian Adrian pun menemui alias di kamarnya. alias sendiri sedang berbaring di tempat tidur
__ADS_1
" alina. " panggil davis. " apa aku mengganggu mu, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan. "
" tidak ke marilah. aku juga bosan tidak tau mau melakukan apa di tempat ini. "
" oh.... alina apa dirimu mau tinggal di sini untuk sementara dan berlatih dengan paman Dani. dia juga orang yang suka membantu permasalahan negara jika benar benar genting. "
" aku sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia seperti itu aku hanya ingin menjadi orang biasa saja. "
alina mencoba menolak
" dengarkan aku dulu baru dirimu putuskan aku tidak memaksa. aku hanya ingin dirimu berlatih kemampuan lain selain bertarung untuk melindungi diri, benar dirimu kekasihku saat ini tapi aku juga tidak akan bersamamu sepanjang waktu ada di mana aku harus melakukan sesuatu dan meninggalkanmu. jadi aku ingin dirimu berlatih saja untuk melindungi diri jika aku tak ada di dekatmu tidak untuk bekerja seperti masa lalu mu. "
" baiklah karena dirimu yang mengatakannya dan juga alasan yang masuk akal aku mau. " alina
" baguslah. ayo segera temui paman Dani dan tanyakan tentang latihannya. "
" ya. "
di negara A
ketika sang mama menanyakan tentang pernikahan
" davis jadi bagaimana kapan dirimu akan menikahi lusy. " tanya sang mama
" bagaimana jika minggu depan saja lebih cepat lebih baik. "
" hah itu hanya akal-akalan nya saja agar bisa cepat melakukan nya dengan lusy bukan. bagai mana dengan mu nak lusy. "
dengan wajah menunduk dan memerah karena mama davis begitu terbuka jika berbicara.
" lusy setuju saja ma. "
" baiklah karena kalian berdua sudah sepakat maka pernikahan akan di lakukan minggu depan di rumah ini. jadi segeralah kalian menyiapkan baju pengantin dan kamar pengantin. "
" ya lebih baik kamar pengantinnya di hotel saja jika di rumah makan akan bersaing dengan mama dan ayah. " davis menyindir sang ibu
__ADS_1
" davis apa yang dirimu katakan. nak lusy jangan dengarkan davis. mama setuju di manapun kalian inginkan jadi lakukanlah persiapan dari sekarang. "
" jika masalah dekorasi dll. biar mama yang melakukannya kalian hanya fokus dengan dua hal itu kalian mengerti. "
" ya terserah mama saja. " davis
" lusy mengerti ma
" anak anak baik semoga kalian menghasilkan malaikat yang baik pula. "
" mama nikah aja belum udah ngomongin malaikat kecil. "
" apa ada yang salah dengan doa mama, suka suka mama lah toh lusy biasa saja kenapa kamu yang sewot. "
" ma... "
" sudah lah antar lusy ke kamar agar dia beristirahat. mama akan berbicara dengan ayah dan kakek. ingat davis hanya mengantar tidak yang lain lainnya apa kau mengerti. "
" apa sih ma davis juga tau. ayo lusy tinggalkan tempat ini dan ke kamar saja. "
" ya baik lah. ma lusy tinggal ke kamar dahulu. "
" ya pergilah sayang teriak saja jika davis macam macam padamu. "
" apa sih ma ayo lusy. ajak davis kepada lusy agar segera menjauh dari mamanya karena jika tidak davis akan benar benar konyol di goda oleh mamanya. "
lusy pun mengikuti davis, tapi tiba tiba davis berhenti tiba tiba hingga lusy menabrak punggung davis.
" davis mengapa berhenti tiba tiba. " ucap lusy membenarkan posisinya
" aku melupakan sesuatu lusy".
Lalu menggandeng tangan lusy kemudian davis kembali berjalan.
" nah sekarang sudah ayo jalan.
__ADS_1