
"Pak tua bangkit lah dan ikuti aku sekarang dan jangan pernah melangkah kan kaki pergi jika sudah masuk kedalam duniaku ini"
"aku yang tua ini sudah bersumpah nona maka aku akan mengikuti mu,
" em ayo pergi dan segera obati lukamu aku sudah bosan di sini"
" baik nona silahkan aku di belakangmu"
"lisan kemudikan mobil aku ingin mengobatinya dulu"
" baik nona"
setelah menangkap kunci yang di lempar lusy.
" dan kau pak tua duduk lah di depan di sampingnya aku duduk di belakang saja"
"apa pun perintah mu nona"
wajahnya semakin pucat karena jiwanya masih terluka
di dalam mobi lusy yang duduk di kursi belakang mulai mengalirkan energinya ke jari lalu meletakkan jarinya di leher belakang milik pak tua itu dan detik berikutnya pak tua sudah pulih dan merasa jauh lebih baik dan bertenaga.
" terimakasih nona"
" ya sudahlah simpan Terimakasih mu perbanyak kinerja mu karena aku membutuhkan orang yang mau bekerja bukan orang yang berterimakasih"
"uh baik nona"
setelah beberapa waktu berlalu akhirnya lusy dan yang lainnya sampai di kediaman lusy langsung sungai masuk ke dalam dan menjelaskan semuanya.
"pak tua apa kau tak memiliki keluarga lain katakan sekarang jangan katakan ketika antara hidup dan mati aku benci mendengarnya"
" itu aku tak memiliki keluarga lain nona aku seorang diri yang menjelajah ilmu beladiri"
" malam ini kau bisa tinggal di sini dan bebas memilih kamar yang mana saja kecuali satu kamar itu, apapun alasannya jangan pernah ke sana jika nyawamu masih ingin melekat di tubuhmu, satu hal lagi aku tak membatasi mu kau bebas tapi jangan melakukan kejahatan.
dan esok pergilah cari rumah yang sangat cocok untukmu berlatih dan ikut aku keruang baca sekarang. "
"baik nona apapun itu.... silahkan nona aku akan mengikuti mu"
diruang baca lusy menyerahkan bungkusan kain kecil berisi buku.
__ADS_1
."pelajarilah itu selamat satu atau dua bulan di rumah yang sudah kau tentukan dan jika sudah segera bakar lah buku itu jika tidak kau akan tau sendiri buku ini terikat denganku aku tau jika buku ini belum lenyap jadi jangan pernah mencoba menyimpan atau menyembunyikannya atau ingin menurunkan kepada orang lain". ucap lusy
" baik nona akan ku lakukan"
"ya semoga saja pemahaman mu tidak dangkal dan bisa secepatnya mempelajarinya"
berlalu pergi meninggalkan pak tua yang masih menatap bungkusan pemberian lusy
" sebenarnya buku apa yang nona berikan kepadaku hingga aku harus melenyapkannya."
pak tua mulai membukanya dan di sampul buku terdapat bacaan " PEMBENTUKAN ENERGI MURNI" lalu membuka lembaran pertama berisikan sumpah " AKU BERSUMPAH HANYA AKU YANG MEMBACA DAN MEMILIKI BUKU INI JIKA AKU MELANGGARNYA MAKA SEMUA PENGETAHUAN YANG AKU DAPATKAN AKAN HILANG DAN AKU AKAN MENJADI GILA"
sssssreeeeeet....... seperti tersetrum sebuah kekuatan masuk menjalar kedalam tubuhnya menuju kepalanya dan itu begitu sakit untuk 10 detik waktu yang sebentar bagi kita berbeda dengan pak tua. ya lusy lelah mengalirkan energi pemahaman dan kutukan
" ini luar biasa pemahamanku sepertinya meningkat begitu pesat dan aku bisa memahami buku apa saja yang aku baca dalam waktu singkat. dan ini perasaan apa mengapa aku seperti terikat sesuatu yang jika aku memberontak maka akan terjadi sesuatu yang buruk denganku, mungkinkah dari sumpah ini. "
di kamar lusi tertawa kecil.
."hahaha dasar pak tua tak sabaran".
esok paginya di meja makan setelah makan lusy memulai pembicaraan.
"lisan apa ada sesuatu yang perlu aku ketahui" tanya lusy lembut.
" ema dan kau pak tua ini kartu bank untukmu dan lakukan apa yang sudah ku katakan dan jika mobil tak perlu membeli kau bisa memilih biar lisan yang mengantarmu. apa masih ada yang mau kau tanyakan.... "
"tidak ada nona aku sudah mengerti semuanya aku akan melakukan semua sesuai dengan ucapan mu" tak ada bantahan dari pak tua.
"Oh ya aku merasa kurang nyaman dengan panggilan mu " ucap lusy kepada pak tua
"itu orang memanggilku si tua Li, nona bisa memanggilku itu saja" ucap tua Li
" baik, lisan antar dia memilih mobil dan segeralah kembali aku menunggu mu di ruangan bawah." ucap lusy dan pergi
" baik nona sesuai perintah mu".
lisan dengan sungguh sungguh.
."ayo tua Li kau akan mengenal nona nanti jadi tak perlu memandang kepergiannya yang tiba tiba. jadi mari ku tunjukkan jalan untuk memilih mobilmu".
" ah baik baik silahkan pimpin jalannya itu....
__ADS_1
" panggil saja aku lisan aku sama denganmu"
."oh baiklah lisan aku senang kau begitu ramah padaku walau dirimu senior di sini"
" ya nona mengatakan perlakukan baik orang yang baik dan bunuh saja mereka yang tidak baik tak perlu di pertahankan. "
"ah nona tak suka hal hal yang bertele-tele rupanya ya...
."lisan apa kau sudah lama mengikuti nona...?
" tidak aku baru saja mengikutinya sekitar 2 bulan entahlah aku lupa. aku tak pernah memikirkan hal lain. poin utamaku adalah nona jadi semua hal yang lainnya aku tak peduli".
" kau begitu dalam mengikuti nona, apa nona menjanjikan sesuatu padamu lisan".
di dalam mobil dalam perjalan ke lokasi gudang mobil
" tidak nona tak menjanjikan apapun padaku. tapi aku sendiri yang sudah menganggap nona sebagai orangtuaku sendiri. karena nona begitu baik dan tak pernah aneh aneh. "
"emmm seperti itu ya"
" ya jadi percayalah jika nona sudah memilihmu kau takkan pernah menyesal. dari semua musuh yang nona temui banyak dari mereka yang jatuh miskin, terluka yang membekas, cacat permanen, paling parah mati. jadi nikmati lah waktumu karena nona masih mempertahankan mu. dan ingat satu hal, nona juga memiliki nona besar yang saat ini tak di ketahui keberadaanya. jadi berlaku lah lebih baik lagi jika nona besar kembali nanti. "
" apa kau pernah melihat atau bertemu dengannya lisan bagai mana aku akan mengetahuinya nanti"
"nona selalu mengatakan merendahkan kepada seseorang selama mereka sopan, menurutku pesan ini bisa kau pahami dan artikan sendri"
"ah seperti itu rupanya baik aku mengerti"
di sebuah bangunan yang cukup besar tapi sederhana ada pintu begitu besar yang segera terbuka menunjukan bangunan yang terawat dan banyak orang yang berada di sana.
"lishan kau kemari lagi apa nona memenangkan balapan lagi kemana aku harus menjemput hadiahnya sekarang"
" tidak dito aku mendapat perintah dari nona untuk mengantar seseorang memilih mobil saja".
"oh seperti itu silahkan masuk aku harus keluar mengambil mobil lainnya yang masih tertinggal".
"ya lakukan lah, ayo tua li masuk dan jangan sungkan karena nona tak pelit"
mengajak tua li kedalam begitu masuk pemandangan luar biasa terlihat di mana mobil mobil berjejer rapi dan tertata di posisi sesuai dengan kualitasnya. mata tua li yang melihatnya membuat tubuhnya membeku sejenak.
" tua li aku sarankan biasakan dirimu agar tidak terkejut seperti itu. kerena nona memiliki misterinya sendiri"
__ADS_1
pada akhirnya tua li menjatuhkan pilihannya pada mobil pribadi mewah yang merupakan salah satu mobil koleksi yang tak banyak ada di dunia. alasan nya dia tidak lagi muda jadi memilih mobil yang sedikit lebih tua tidak masalah, dan juga alasan kedua di tak begitu suka bermobil tapi karena perintah nona nya maka tua li mematuhinya saja.