
."selamat datang nona. lama tidak berkunjung".
sapa satpam dengan ramah dan hormat.
" ya siang, belakangan ini aku ada pekerjaan, anda masih mengingat saya setelah sekian lamanya"
ucap ria
" tentu saja nona aku selalu mengingat anda"
" baiklah aku masuk terlebih dahulu, kerjamu bagus aku suka" ucap ria ramah
"silahkan nona"
ria masuk ke dalam perusahaan suasana tak berubah sejak terakhir kali mengunjungi dewa
" selamat siang nona apa anda ingin bertemu tuan dewa. "
ucap resepsionis ramah.
" ya aku ingin menemuinya, apa dia ada"
tanya ria ramah.
" ada nona mau saya panggilkan atau nona mau saya antar keruangan nya. "
" terimakasih tidak perlu aku sendiri saja lanjutkan pekerjaanmu saja"
" tentu nona"
semenjak kedatangan ria yang pertama kali waktu itu, banyak karyawan atau staf merubah sikap mereka, kini semuanya memperlakukan hormat siapa saja yang datang.
di depan pintu ria langsung membuka pintu tampa mengetuk nya.
"hubby aku datang".
ucap ria yang ceria.
" sayang dirimu ke sini, maafkan aku karena tak pulang, lihatlah jhon begitu banyak meninggalkan pekerjaan untukku"
" ya tidak apa hubby aku hanya mampir saja, aku baru saja jalan jalan bersama lusy dan membeli sesuatu jadi aku membawakan mu satu hubby".
yang kini sudah duduk di pangkuan dewa.
" emmm begitu perhatian istriku coba ku lihat apa yang dibawakan nya untuk ku"
" ayo duduk di sofa saja hubby, dan gendong aku "
manja ria.
" tentu ayo,"
menggendong ria menuju sofa. sesampainya di sofa kemudian dewa mulai membuka kemasan yang di bawa ria.
."sayang ini mie" ucap dewa
" ya cobalah makan itu sangat enak"
ucap ria dengan nada membujuk.
di tempat pedagang mie, penjual itu kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan. dia tak habis berpikir bagai mana bisa seramai ini dia sudah sebulan berdagang dan tak pernah satu pun ada orang yang membelinya hanya sekali dan itu ria dan lusy.
"maaf para tuan dan nona mienya sudah habis, jika anda masih ingin aku masih buka besok silahkan kembali lagi, maafkan aku."
lalu para pembeli itu pun pergi dan bersiap kembali besok.
orang orang itu semuanya adalah orang dari lusy dan ria mereka mendapat pesan bahwa harus membeli mie. saat itu lusy segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke pada tua li memintanya menghubungi yang lainnya untuk membeli mie dijalan SD.
__ADS_1
saat sore ria dan dewa baru saja tiba itu karena lusy mendesak dewa untuk kembali, dengan alasan malaikat kecilnya ingin pulang. jadi dewa memasrahkan diri untuk pulang.
" hubby aku ingin mandi, apakah dirimu mau memandikanku aku sangat ingin dimandikan mu hubby. apakah itu bisa... "
" tentu saja sayang ayo biar aku mandikan dirimu" penuh semangat
davis kini mulai memilih pakaian yang pas untuk malam ini, dia berpenampilan serapi mungkin beberapa kali memandang ke kaca. dia menyadari ketampanannya itu dan tersenyum.
."sepertinya begini sudah baik aku sudah tampan. jadi ayo kita berangkat".
saat ini di negara A
" han dong bagai mana apa ada hasil selama beberapa hari ini" kakek davis
" maaf tuan masih tidak ada hasil, aku sudah sedikit ada petunjuk bahwa tuan muda melakukan penerbangan ke negara j maka pencarian akan aku pusatkan di negara jiran saja.
" ya aku percayakan saja padamu han dong. percepat lah waktuku tidak banyak. sampai saat ini juga aku masih belum menerima balasan dari R.A dan Z.A company tentang kerja sama."
" dua perusahaan raksasa ini cukup sulit tuan aku sarankan lebih baik tuan bergerak serapi mungkin dan sabar"
" ya aku tau itu mereka terlalu bahaya jika kita bermain kotor"
" benar tuan sudah banyak perusahaan yang tumbang karena kesalahan mereka"
" ya kau benar han dong"
keduanya terus melanjutkan obrolan membahas berbagai masalah dan penyelesaiannya
di kediaman ria tepatnya di depan gerbang
" maaf tuan boleh kami tau anda siapa, apakah anda mencari seseorang."
ucap penjaga dengan ramah
" perkenalkan namaku davis, kedatanganku ke sini ingin bertemu dengan lusy apa dia ada di sini".
" oh nona lusy, tentu dia ada di dalam silahkan tunggu di sini aku akan memberitahukannya."
ucap sang penjaga segera bergegas ke dalam.
di dalam ria, dewa, lusy, sedang duduk di ruang tengah mengobrol santai kemudian di hentikan oleh kedatangan penjaga.
" maaf permisi tuan besar nona besar dan nona diluar ada seseorang pria dia bernama davis dia datang dengan maksud ingin bertemu dengan nona lusy apakah di izinkan untuk masuk"
sedikit gemetar karena aura agung milik dewa yang bocor.
" lusy apa kau mengenalnya. jika kau mengenalnya suruh lah dia masuk" ria
" benar nona aku mengenalnya"
lalu melihat ke arah penjaga.
."katakan aku akan ke sana".
" baik nona"
" nona, tuan aku permisi"
yang hanya di angguk kan oleh dewa dan Ria
di luar kediaman
" tuan davis nona lusy akan menemui mu sendiri tunggulah sebentar"
" oh baiklah terimakasih, maaf sudah merepotkan mu. "
ramah davis kepada penjaga
__ADS_1
" sama sama tuan, tidak masalah sudah tugasku"
tak lama kemudian lusy muncul
" davis kau kemari"
Lah ucap lusy penuh kebahagiaan, di katakan rindu lusy memang merindukan orang ini, ingin memeluknya ya lusy sangat ingin memeluknya.
" ya aku datang lusy aku sangat merindukanmu. apa aku boleh memelukmu di sini"
lusy hanya mengangguk halus dan bersemu merah. karena sudah mendapatkan izin segera davis memeluk lusy dengan lembut dia begitu merindukan lusy, begitupun lusy.
setelah cukup lama berpelukan.
."ayo masuk nona sudah menunggu".
ucap lusy
" ya ayo aku sudah menyiapkan diri dari jauh jauh hari untuk saat ini"
Ria yang mendengar hanya tersenyum geleng geleng kepala tidak percaya.
di dalam di ruang tengah
" tuan nona ini davis" ucap lusy
Ria kemudian melihat kearah lusy lalu ke arah davis begitu pula dewa.
"duduk lah lusy dan ajak dia juga untuk duduk" ucap dewa
lusy pun duduk setelah menyuruh davis duduk.
" bisa ku tau apa maksud dan tujuanmu ke sini davis." suara ria yang lembut
" sebelumnya maafkan aku nona atas kelancangan ku, kedatanganku kesini untuk mendapatkan izin dari mu nona agar aku bisa menjadi kekasih lusy".
jelas davis yang sudah dingin di punggungnya
" oh lelaki sejati. " ucap dewa datar
" apa lusy sudah menceritakan semuanya tentang dirinya kepadamu, lalu apa tanggapan mu, dan apa orang tua mu sudah mengetahui tentang lusy, apa mereka bisa menerimanya, lalu bagai mana dengan keluarga mu yang lainnya"
tanya ria yang begitu lengkap melihat kesungguhan davis
" nona aku sudah mengetahui semuanya, aku menerima lusy dan mengikuti semua keinginannya saja, orang tua ku sudah mengetahuinya nona, dan mereka setuju, untuk keluarga yang lain hanya kakek ku saja yang tidak mengetahuinya karena dia berusaha menjodohkan ku atas dasar kerjasama perusahaan. " jelas davis
" oh..... menarik apa kau berani melawan kakek mu apa tidak takut di keluarkan dari keluarga" dewa
" tidak tuan aku tidak takut, dan kakek tidak akan mengeluarkan aku karena aku cucu satu satunya di keluarga. "davis
" sekarang jelaskan dirimu dengan jelas padaku" ria
" namaku davis andreas, aku berasal dari keluarga andreas di negara A., nama ibu ku helena andreas dan ayahku haris andreas kakekku lukman andreas nona" jelas davis
" oh jadi kau cucumu apa ini sebuah kebetulan" dewa.
" oh ternyata dia" ria yang menoleh ke arah lusy, lusy hanya mengangguk.
" iya benar tuan, nona. maaf atas kelancangan ku ini aku sedikit familiar terhadapmu tuan, jika tidak salah apa benar dirimu tuan dewa dari perusahan Z.A company" gugup davis.
" ya benar aku dewa" singkat dewa
davis terkejut segera ingin berlutut tapi belum juga sempat dia sudah terlempar menabrak kursi.
ahk.... duuaarrr.........
" dengarkan aku jangan pernah merendahkan dirimu lagi dihadapan siapapun
__ADS_1