
"aku serius dengan ucapan ku bu aku tidak sedang bermain main, atau mengelabui ibu agar aku bisa keluar dari rumah ini."
ucap davis meyakinkan ibunya, meraih ponsel di dalam saku celananya.
davis perhatikan ibu,
apa kamu melihat ibu dari tadi semenjak ibu terbangun dan mengganti pakaian, apa kamu....."
belum selesai mengatakan davis sudah memotongnya.
" ya davis melihat ibu sedari tadi tidak sedikitpun davis mengalihkan pandangan ke tempat lain, tapi davis tak memiliki pikiran apapun terhadap ibu, dan tubuh davis pun tak bereaksi apa pun melihat ibu. davis hanya berfikir sungguh beruntung ayah mendapatkan ibu. tapi akan sungguh menyesal jika sampai ayah menyakiti ibu" ucap davis polos dan jujur mengatakan kebenaran.
" davis apa kau sudah dewasa nak ibu tak mengira kau akan secepat ini tumbuh sepertinya baru saja kemarin kau masih di gendongan ibu. tapi apa dirimu benar benar memiliki wanita."
ucap ibunya yang tak menyangka dan masih tak percaya.
" bu.... davis masih sama seperti davis yang dulu. soal wanita coba ibu lihat foto ini apakah dia cocok untuk davis dan ibu menyukainya.
sembari menyodorkan ponselnya kepada sang ibu untuk melihat foto dari lusy.
ibunya meraih ponsel davis dan sedikit tertegun melihat foto davis dan lusy bersama, yang membuatnya tertegun adalah bertemu di mana davis wanita secantik dan sesempurna lusy ini.
"davis siapa dia dan bagaimana kalian bertemu kemudian dekat jelaskan kepada ibu".
davis pun menceritakan semuanya tampa ada yang di tutup tutupi, davis juga menceritakan bahwa lusy saat ini mengikuti seseorang yang sudah menyelamatkannya dan orang ini masih misteri untuk davis. davis juga bercerita bahwa sebulan lalu dia berpisah dengan lusy karena lusy sedang menjalankan tugasnya dan davis juga menceritakan dirinya pernah menyatakan perasaannya tapi lusy memintanya menemui nona nya dan mengatakannya kepada nona nya.
."jadi seperti itu bu, dan saat ini davis tidak tau apakah dia sudah kembali atau belum."
" mengapa kamu baru mengatakannya davis bagai mana kamu akan menghadapi kakek mu. Dirimu tau sifat kakek yang keras kepala dan tidak mau di bantah. mengapa tidak mencoba menghubungi saja untuk memastikannya ibu juga ingin berbicara dengannya.
" itu masalah kakek aku tak memikirkannya dan tak perduli".
."hubungi lusy".
."baik lah bu aku akan mencobanya".
segera davis melakukan panggilan kepada lusy 📞...........
lusy yang sedang bercermin menyaksikan dirinya di kaca segera teralih dengan suara dering ponselnya. segera pesan suara terhubung ke telinganya mengunakan sebuah alat yang sudah terpasang di telinga yang tetap bisa aktif dalam kondisi dan keadaan apapun.
panggilan masuk dari sorang bernama davis apa anda menerima atau menolak. lusy sedikit terkejut dan senang karena davis menghubunginya segera lusy
" Terima"
__ADS_1
panggilan itu pun tersambung
."lu.... lu... lusy apa benar ini dirimu. ... "
gugup karena sudah sebulan dan davis juga tidak tau apa lusy kembali.
" ya ini aku davis...apa dirimu sudah keluar dari kediaman mu mengapa dirimu sudah bisa menghubungiku
" syukurlah jika ini dirimu lusy, jujur selama sebulan ini aku berharap cemas takut dirimu tak kembali. itu apa dirimu tau semuanya lusy. maaf aku pergi tanpa menghubungimu..
"ya aku mengetahui semuanya karena tidak ada yang bisa lepas dari pandanganku termasuk dirimu davis. ya tak apa aku mengerti apa dirimu dirimu mencoba pergi lagi dari rumahmu aku memiliki informasi jika dirimu melukai pamanmu. "
" itu bagai mana dirimu tau lusy. ya aku akan pergi dari kediaman untuk menemui mu dan meminta dirimu menjadi kekasihku kepada nona mu itu."
jelas davis bersungguh sungguh.
" tak penting aku mengetahui nya dari mana, apa dirimu sudah yakin davis ini beresiko terhadapmu diri mu bisa di keluarkan dari keluarga. "
" kakek tak akan melakukan itu karena aku cucu satu satunya mungkin akan ada sedikit masalah di kemudian hari.. "
" itu tak menjadi masalah denganku, " singkat lusy
sedangkan di sebrang ibu davis sedari tadi memberikan kode ingin berbicara.
."lusy ibuku ingin berbicara apa dirimu bersedia"
lalu davis menyerahkan ponselnya kepada ibunya.
."nak lusy apa benar namamu lusy".
dengan khas suara ibu.
lusy tak segera menjawab dia masih terngiang dengan bayangan sosok suara ibu yang sudah lama tak di dengarnya.
" i... i... iya benar nama ku lusy."
" oh panggil lah ibu mama atau terserah dirimu saja nak. apa kah dirimu tidak salah memilih lelaki nak. maksudku apa dirimu sudah meyakinkan dirimu dengan davis. aku saja ibunya masih tak yakin dengan dirinya".
ucap ibu davis lembut di selingi canda, davis sendiri tersentak dan cemberut dengan ucapan ibunya.
" itu... baik lah bu.... aku yakin dengan davis aku rasa davis sudah berubah mungkin ibu saja yang tak menyadarinya. "
memang benar ibu davis tak terlalu memperhatikannya.
__ADS_1
."aku rasa davis tetap saja nak, tapi karena dirimu mengatakannya biar ibu melihatnya sekali lagi."
lalu ibu davis mulai memperhatikan putranya di benaknya memang benar davis mulai berubah dia melihat davis semakin tampan, tinggi gagah, memiliki aura yang luar biasa. ibu davis segera ternganga tidak percaya benar saja davis sudah berubah.
" ibu apa dirimu masih di sana, apa benar perkataan ku tentang davis""
" benar nak diri mu benar bahkan aku ibunya saja di buat jatuh cinta sekarang. "
" hahaha benarkah bu."
"benar nak dia sudah berubah dia....
" stop ibu berikan ponsel itu padaku sekarang. "
saran davis menghentikan pembicaraan ibunya dan meraih ponselnya.
."lusy sudah dulu ya aku rasa ibuku sudah mulai melantur. dan tunggulah aku aku akan segera datang kuharap kau sudah siap."
" ya sudah, kuharap dirimu benar benar lelaki yang memegang ucapannya."
lusy pun memutuskan panggilan tanpa menunggu davis
davis sendiri kini berdebat dengan ibunya
" davis katakan dengan jujur kau bagai mana menggaet lusy dia begitu cantik, dan bagai mana dirimu bisa berubah seperti ini kau hampir membuat ibu melupakan mu bahwa dirimu anak ibu"
ucap ibu davis penuh penekanan tapi juga penuh kekaguman.
" ibu itu sudah takdir aku tak pernah menggunakan cara licik apa pun terhadap lusy, dan juga aku rasa aku sama tidak berubah mungkin ibu saja yang karena sudah sebulan tak pernah mendatangiku"
" itu mungkin saja tapi ini terlalu signifikan terlampau cepat tidak mungkin dalam sebulan dan kau tak keluar sama sekali apakah kau mempelajari sesuatu davis katakan sejujurnya sekarang"
" tidak ada ibu aku hanya melakukan meditasi menenangkan diriku saja ibu aku tak melakukan hal aneh apa pun"
" baiklah ibu percaya denganmu, tapi apa milikmu juga berubah davis coba ibu ingin melihatnya"
ibu davis mulai menunjukkan sifat bar bar nya ya asal kalian tau ibu davis bisa berubah ubah sifatnya tergantung suasana.
" ibu apa yang coba ibu katakan aku sudah besar dan mengapa ibu masih menanyakan hal yang seperti itu"
" davis aku ibumu dari kecil mengasuh mu tangan dan mata ibu tak pernah lepas dari setiap inci tubuhmu apa kau masih malu. " dasar mak emak bar bar
" tapi dulu davis masih kecil, jika sekarang davis sudah besar bu. itu tak baik menurut davis
__ADS_1
ya mereka terus berdebat tak ada yang mau mengalah.
jadi author lanjut bab selanjutnya saja ya..