
di negara K di rumah ria yang lama, malam hari sesuai dengan yang telah di sepakati setelah ibunya tidur. ria pergi ke kamar Adrian.
" kak sudah datang apa ibu benar benar tidur. tidak seperti biasanya ibu tidur di jam segini kak. " Adrian penasaran
" aku yang membuatnya tidur sudah jangan banyak tanya. besok katakan kepada ibu aku sudah kembali karena di jemput oleh dewa. ayo tak banyak waktu lagi segera lakukan" jelas ria mendesak adiknya
" baiklah kak aku akan menurutimu" Adrian
" lebih baik di lantai saja dan lepaskan pakaianmu agar tidak kotor. "
" baik kak. " segera saja Adrian melakukan apa pun yang di katakan kakaknya.
" siapkan dirimu aku akan mulai" kemudian ria menyiapkan energi sebesar bola tenis, itu berisi tentang kultivasi dan kemampuan beladiri.
segera ria menggerakkan bola energi itu ke arah kepala Adrian.
."pertahankan kesadaran mu dan jangan berteriak, setelah selesai segera lakukan sesuai ingatanmu aku akan pergi dulu".
setelah bola energi itu memasuki kepala Adrian dan ria sudah berpesan segera ria menghilang dari situ. Adrian mulai kesakitan dia mengeratkan giginya agar tidak berteriak. itu terjadi selama 30 menit. setelah 30 menit Adrian sudah di penuhi keringat wajahnya pucat nafasnya berat tak beraturan.
" kakak ini bukan manusia biasa hah sesuai perkataan ya aku harus segera melakukan sesuai dengan apa yang ada di ingatanku. " segera saja Adrian mempraktekkan nya.
di negara J di kamar ria dewa sudah duduk di kasur bingung dengan kepergian ria bahkan lusy tidak mengetahuinya. dan tak lama sebuah energi mulai terkumpul di kamarnya kemudian muncul sesosok wanita cantik.
."ups... hubby dirimu sudah kembali, maafkan aku tak mengabari mu aku pergi ke rumah ibu karena aku sangat menginginkan masakan ibu. maafkan aku hubby. ayo biar aku bayar berbaringlah biar aku yang memulainya".
dewa hanya diam dan hanya melihat ke arah ria ketika ria sudah ingin membaringkan dewa, dewa langsung bergerak menarik ria akibatnya ria jatuh di pelukan dewa dan berbaring di tempat tidur.
."tidurlah lah sayang aku tau kau lelah kau melakukan itu karena malaikat kecil. lain kali kabari aku agar aku tak bingung mencari mu"
ria yang di perlakukan seperti itu hatinya menghangat matanya mulai nanar dan menangis.
."hubby kau berhasil membuatku semakin jatuh cinta kepada mu"
" tidurlah aku mencintaimu"
lembut dewa di telinga ria memberikan sensasi menggelitik dan membangkitkan sesuatu yang ada di diri ria tapi ria menahannya dan mulai memejamkan matanya.
di negara A di kediaman andreas.
" tuan besar kabar baik salah satu orang kita melihat tuan muda dia bersama seorang wanita."
" benarkah ayo siapkan penerbangan tercepat aku sendiri kali ini yang akan membawanya pulang." lukman andreas kakek davis
" baik tuan akan segera kulakukan"
__ADS_1
segera saja han dong pergi dari sana.
sebenarnya tadi davis dan lusy memang sengaja berjalan jalan di keramaian di tengah kota untuk memancing orang orang suruhan kakeknya davis dan benar saja itu terjadi sesuai yang di harapkan orang oran itu mulai bergerak dan mengikuti lusy dan davis sampai di ke diaman.
" kita lihat besok apa kakek mu akan datang atau tidak davis." lusy
" ku rasa kakek pasti akan datang lusy" davis
" ya kurasa juga" lusy
keesokan harinya setelah sarapan di ruang depan / ruang tamu. lusy menceritakan kejadian kemarin kepada ria. ria yang mendengarnya tak percaya karena lusy dan davis bergerak cepat dipikirannya.
" apa mereka berdua sudah terburu buru menikah"
tak lama kemudian di depan gerbang rombongan mobil memenuhi jalan di kediaman ria. seorang pria tua keluar dari mobilnya setelah di bukakan oleh seorang setengah baya. kemudian di ikuti juga oleh beberapa lainnya
ya mereka adalah lukman andreas dan seluruh orangnya yang berada di negara J.
lalu lukman melangkah mendekat ke arah gerbang di sampingnya han dong mengikuti beserta yang lainnya
" aku mencari cucuku davis dan pemilik kediaman ini," ucapnya dingin kepada penjaga
tapi sang penjaga biasa saja tidak merasakan apapun dan dia masih bersikap ramah.
" maaf tuan boleh kah saya tau terlebih dahulu siapa tuan ini. dan untuk tuan davis dia ada di dalam"
jelas han dong sesingkat mungkin.
" terimakasih sebelumnya sudah memperkenalkan diri. jika seperti itu silahkan di tunggu biar kawan saya ini memberitahukan kedatangan tuan sekalian. "
" apa kau berani membuatku menunggu apa kau ingin mati dan kediaman ini di ratakan. " ucap lukman yang di ikuti oleh setiap orangnya mengeluarkan berbagai senjata.
" maaf tuan sekalian bukan karena berani tapi ini peraturan di kediaman ini. aku hanya penjaga biasa tak sebanding dengan apa pun mohon berikan aku kemudahan"
" sabarlah tuan besar dia juga bekerja, lagi pula tuan muda tidak akan bisa ke mana mana disini kita membawa banyak orang. " han dong berusaha mendinginkan suasana
lukman pun berbalik dan duduk di mobilnya menunggu untuk masuk.
" terimakasih tuan atas kemudahan yang di berikan kepadaku aku tidak akan melupakannya" ramah dan penuh kehormatan tapi tak terlihat rendah
" ya " ucap singkat han dong
tak lama seseorang datang berbisik kepada penjaga gerbang. " tuan sekalian bisa masuk tapi hanya dua orang yang lainnya silahkan menunggu di sini. "
" kalian tunggulah di sini awasi dan waspada jika ada pergerakan aneh langsung ratakan saja. " kakek davis "
__ADS_1
."baik tuan besar".
serempak mereka semua
" silahkan tuan kendarai mobil saja agar lebih nyaman" ucap penjaga ramah
segera han dong membukakan pintu. dan ketika sudah selesai segera melajukan mobil ke dalam , kediaman yang bisa di bilang mewah ucap mereka berdua di hati masing masing.
setelah sampai lukman tidak menunggu lagi dia segera keluar dari mobil dan melangkah masuk han dong yang melihat hanya bisa mengikuti saja
di dalam ria, dewa, lusy, davis, tua li sedang duduk berbicara ringan dan terhenti ketika merasakan kehadiran seseorang dengan penuh kemarahan.
" davis ternyata kamu di sini ayo pulang sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan. "
" oh ada tamu ya silahkan duduk tuan tak perlu marah seperti itu, cucumu tidak se nakal itu."
dewa dengan ramah dan tersenyum.
" tak perlu aku hanya ingin membawa cucuku pulang kalian telah memberikan pengaruh buruk padanya, hingga membuatnya membangkang padaku"
" oh perhatikan kata katamu tuan mungkin tua dan non aku tidak marah dengan kata katamu tapi aku merasa tersakiti" tua li dengan ekspresi dingin
" hei sudah ku katakan tak perlu ikut campur, kalian hanya kumpulan semut bagiku yang sekali libas akan musnah jadi diam saja. davis ayo pulang sebelum aku bertindak kasar"
" kakek jaga sikap dan perkataan mu apa kau tau itu bisa membuatmu menyesal" davis memperingatkan
" tuan maaf aku tak mengenalmu dan kau datang dengan marah lalu mengata-ngatai kami begitu buruk apakah status sosialmu begitu tinggi di negara A." ria berbuat ara dengan lembut
" sudahlah kalian hanya sekumpulan anak muda, kalian tidak tau menau kerasnya dunia bisnis jadi tak perlu banyak bicara denganku yang sudah lama ber kecipung di dunia bisnis. " dengan suara tinggi dan kasar
" benarkah tuan kau begitu percaya diri. apakah kau percaya jika aku mampu membuatmu menyesali kata katamu. " ria
" apa yang bisa kau lakukan pada ku anak muda" sombong
" oh kau ingin mencobanya baiklah, davis ikutlah kembali bersamanya sekarang, dan anda tuan ingat ini pesawat anda tidak akan sempat mendarat. anda sudah akan menerima berita buruk percayalah"
dengan nada yang di permainkan
" baik nona"
davis tidak membantah
" dasar anak muda konyol mencoba mengancam yang sudah tua ini, han dong ayo pergi bawa anak tak tau diri ini, "
sudah terlalu marah
__ADS_1
segera saja mereka meninggalkan ruangan itu davis pun ikut tak ada perlawanan ataupun pembicaraan. setelah memasuki mobil mereka mulai melajukan mobil tepat di depan gerbang lukman memberikan kode pada orangnya. orang yang melihatnya mengerti segera mempersiapkan senjata di ikuti yang lainnya sekitar 50 orang mulai bergerak maju