
" wajahmu mengatakannya kepadaku davis dan pikiranmu aku bisa membacanya jadi tak perlu menutupinya."
" sudah jika dirimu tau.... sekarang jelaskan padaku sejelas jelasnya, aku tak ingin ada yang di tutupi."
" baiklah akan aku jelaskan semuanya pada mu.
aku dulu adalah anak sebatang kara, hidupku sulit hingga harus memelintir perutku untuk makan. suatu ketika aku di tawari pekerjaan oleh temanku yang sudah ku anggap baik, jadi aku ikut saja karena aku memang butuh. di bawalah aku kesebuah perusahaan yang besar di sana aku dipertemukan dengan seseorang, dia bersedia menerimaku bekerja asal aku selalu menemaninya tidur, jadi aku menolaknya dan buru buru pergi tapi ketika di jalan aku di culik di bawa ke sebuah gubuk, belum sempat penculik itu memperkosaku. seorang wanita datang menyelamatkanku. dia adalah nona ku saat ini dia yang merawat ku menjadikanku seperti saat ini. dan dalam waktu dekat akan ada sebuah penyerangan oleh organisasi tersembunyi dan aku harus melawan mereka" jelas singkat lusy
"tak bisakah kau tidak pergi lusy pergilah denganku biarkan aku yang merawat dan menjagamu apa itu bisa.... "
"itu tak bisa davis aku sudah bersumpah hidup dan mati pada nona ku. maafkan aku davis kuharap aku masih bisa bertemu denganmu.. " lalu bangkit dan pergi tapi kejadian tadi terulang lagi dan davis melakukannya lagi kepada lusy.
" kau harus kembali lusy aku tak ingin tau bagaimana caranya kau harus kembali kepadaku." menatap lusy dengan tajam membuat lusy bergetar dan nanar di matanya kini menunjukkan manik bening keluar lagi dari matanya lalu bangkit dan memeluk davis.
beberapa detik berlalu lusy melepaskan pelukannya dan langsung berlari menuju mobil dan tancap gas.
__ADS_1
1 hari sebelum penyerangan di markas di kediaman Ria
" kalian semua terimakasih sudah membantu nona dengan bertarung melawan kejahatan. ayo kita tunjukkan kepada mereka kita tak selemah itu kepada mereka kita buktikan bahwa kita layak mengikuti nona. "
" ya tuan Dani kami tidak akan pernah menyesal mengikuti nona dan nona besar. bahakan jika aku harus mati kali ini aku akan bahagia dan jika ada kehidupan kedua biarkan aku mengikuti nona lagi....."
" ya kami juga, kami semua akan selalu mengikuti nona di manapun kapan pun bahkan jika kami harus menjadi jembatan untuk nona besar kami siap. "
" aku pastikan nona akan bangga kepada kalian dan kalian tidak akan pernah menyesal mengikuti nona."
hari keempat sebelum hari penyerangan lusy dan dewa sudah berdiri di luar markas musuh. mereka membawa pasukan sebanyak 1500 yang terbagi dengan orang orang dewa yang dan lusy di depan pasukan ini berdiri pak tua Li lalu lima orang itu dan Dani.
lalu dewa berteriak.
"hey kalian siapa pun yang di dalam keluarlah karena kami sudah datang kalian tak perlu datang padaku" ucap dewa menantang
__ADS_1
" hey kalian datang mengantar nyawa kalian kesini ini lebih bagus untuk kita jadi tak perlu mendatangi kalian. hahahaha.......
tapi detik berikutnya hening hanya terdengar suara petikan jari lusy lalu orang berbicara tadi langsung diam tak bersuara karena kepalanya sudah menjadi kabut darah, dan tubuh tampa kepala kini mulai ambruk ke tanah membuat kawan kawannya tercengang tak percaya, karena mereka tak melihat dari pihak lawan melakukan penyerangan.
" orang yang banyak bicara lebih cepat menghadap kematian karena malaikat maut tak suka banyak bicara" ucap lusy dingin datar dan menghina..
" kalian kalian berani melakukan..... " tapi belum selesai berkata sudah mati tampa kepala lagi. membuat orang yang bersamanya menjadi takut.
" sudah ku katakan tak perlu banyak bicara kami datang untuk bertarung kalian mengerti."
"oh ada tamu rupanya di sini ya dan kalian sudah membunuh dua orang ku, kalian sungguh tak sopan. dan lihat ini siapa ini oh adikku tersayang mengapa kau datang kesini, bukankah hari esok aku akan mendatangimu."
" sampah keluarga yang tak tau terimakasih tak perlu memanggilku adik itu menjijikkan. ternyata musuh itu dirimu selama ini aku kira orang luar biasa yang hebat ternyata sampah tak ternilai yang berani berdiri di atas emas."
"oh itu sungguh kejam adik ku yang baik yang selalu di banggakan keluarga. kau akan mati karena ini akan ku pastikan itu, camkan itu adikku."
__ADS_1
" ku katakan dengan jelas jangan panggil aku adik, dan satu hal lagi kau yang akan mati kali ini karena aku bukan yang dulu lagi.