
DI HOTEL
."bos aku merasa lusy itu menakutkan bahkan aku yang sudah sering bertarung tak dapat melihat gerakannya. apakah orang yang berada di belakangnya akan jauh lebih menakutkan tanyanya ke pada dewa".
."entahlah aku saja di tahan imbang olehnya bahkan aura kematian ku tak dapat menekannya sedikit pun. bagai mana jika aku bertemu dengan dia".
jhon dan dewa tenggelam dalam pikiran masing masing. sedangkan lusy yang berada di ruangan bawah tanah menunduk di hadapan Ria karena di tatapnya cukup dalam.
."apakah pekerjaan kantor menghambat mu dalam pelatihan mu, hinga kau jadi berimbang dalam pertarungan mu dan tak memberikan kesan yang baik untuk mereka".
ujar riya dengan nada datar namun sedikit terselip senyum tipis di wajahnya menunjukkan kebanggaannya terhadap lusy
."tidak nona ini semua karena aku yang kurang giat dalam berlatih."
jika kalian tau tidak ada hari kosong untuk lusy semuanya di habiskan berlatih dan bekerja.
."em jangan terlalu keras pada dirimu sendiri hanya untuk menyenangkan ku. apa kau mengerti."
."mengerikan nona".
Tapi di dalam pikirannya,
."tidak nona jika aku tak keras pada diriku aku tak akan pantas di sampingmu aku hanya akan menjadi beban mu. aku hanya ada untuk kehidupan mu nona itu takkan berubah."
."bagus... pergi dan lanjutkan tugasmu".
."sungguh gadis yang keras kepala sebegitu setianya dia padaku bahkan kematian di tantangnya. ria yang bisa membaca pikiran lusy bergumam dalam hatinya".
."untuk kalian semua rajinlah berlatih dan saling melindungi mengerti".
."kami mengerti nona besar".
."bagus gaji kalian di naikkan hahahaha.....
DI HOTEL
."ah aku pusing bagai mana cara bertemu dengannya. jhon ayo keluar mendinginkan kepala".
."baik bos ke mana kita pergi".
."entah lah jalan kaki saja aku ingin menikmati udara malam di kota ini".
dijalan sudah cukup lama berjalan karena larut dalam pikirannya sehingga tak memperhatikan jalan. tiba tiba dari samping dewa di tabrak cukup keras oleh sepeda motor hingga terjatuh cukup jauh dari posisi awal. sang pengen dara pun ikut jatuh tapi mereka semua tidak apa apa tidak ada luka serius. dewa yang sudah gelap mata langsung bangun untuk menghampiri pengendara motor
__ADS_1
."hey kau hati hati jika..........
aaaaaaa dewa ternganga ketika yang menabraknya adalah seorang wanita yang sangat cantik mempesona kulit putih bersih tubuh yang **** terbentuk dari pakaian yang di bukannya ukuran dada yang pas. tidak ada kekurangan sedikit pun. tak bisa melukis kan dengan kata kalian bayangin aja ya.
."Ria yang menoleh sedikit terkejut tapi tidak terlihat karena orang di depannya ini adalah saingan bisnisnya".
."maaf apa kah anda baik baik saja".
."bos kau baik baik saja".
."ah eh aaaaakkh tubuhku sakit sekali kuharap kau mau bertanggung jawab aaaakkkkhhhh".
ria yang sedikit jengkel karena pria yang ada di depannya ini berbohong di hadapan banyak orang. tak ambil pusing ria langsung memangil taksi dan membawa masuk dewa ke dalam
."pak ke rumah sakit ter dekat".
."ha rumah sakit. ahhkkkkk tidak tidak jangan rumah sakit aku trauma rumah sakit".
."lalu kemana apa ke rumahmu saja".
."ahkkkk tidak aku baru datang hari ini dan tak miliki tempat tinggal
jika kau ingin bertanggung jawab bawalah aku ke rumahmu".
."pak ke alamat ini".
didalam rumah ria
."tak usah berbohong aku bisa melihatmu baik baik saja aku seorang dukter".
."apa yang kau katakan aku benar benar sakit". terus menyangkal
."terserah kau saja aku tak perduli. di sana ada pintu jika kau ingin pulang dan di sana ada kamar jika kau ingin menginap dan ini kunci pintu".
ria masuk ke dalam kamar. dan berkultivasi untuk menenangkan emosinya
di dapur ria memasak cukup banyak karena ria mengetahui bahwa dewa dan asisten nya itu menginap semalam.
."silahkan duduk dan makanlah lalu segera pergi".
."nona mengapa kau begitu kasar apa kau tidak tau aku ini siapa aku. adalah pemilik perusahaan Z.A COMPANY apa kau mengetahuinya?
."tidak aku tidak tau dan aku tidak mau tau setelah makan silahkan kalian pergi".
__ADS_1
dijalan arah rumah ria lusy sedang mengendarai mobilnya untuk melaporkan bahwa Z.A COMPANY mengajukan kerja sama
lusy berfikir karena sudah lama tidak ke rumah nona nya itu jadi memutuskan untuk pergi.
lusi yang sudah ada di depan rumah langsung saja masuk ke dalam
."nona kau di ma... naa".
ria yang di sibukkan oleh dua orang tak menyadari kehadiran lusy hingga lusy memanggilnya semuanya terdiam.
detik berikutnya dewa tertawa
."Tuhan memang menyayangi ku aku di beri kan jalan bertemu dengan orang di balik layar dengan mudah".
."ini maafkan aku nona kau boleh membunuhku sekarang nona".
ria sendiri hanya mengeluh dalam hati bagai mana lagi ya sudah ini sudah terjadi.
lalu menoleh kepada lusy.
."kuharap ini yang pertama dan terakhir lusy
dan kalian berdua semoga bisa menjaga mulut kalian".
."nona tak perlu marah seperti itu ini sudah di rencanakan Tuhan hahahaha".
."aku bahagia aku bahagia. jhon gaji mu naik dua kali lipat.
ayo kembali tugas kita sudah selesai".
pergi meninggalkan lusy dan Ria di dalam rumah.
."nona kuharap kau membunuhku saja aku tak mau menanggung kesalahan ini...
sedih dan penuh penyesalan.
."lusy sudah cukup aku memaafkan mu jangan kau pikirkan lagi ini ke betulan bukan salahmu juga. mengerti".
."hikss... hikss.. hiks... mengerti nona".
.........,.
DI HOTEL
__ADS_1
dewa yang sudah ada di hotel begitu bahagia dan selalu tersenyum mengingat bayangan ria yang begitu cantik menawan. aku harus ke sana malam ini. pikirnya dia harus jadi wanitaku
dan....