
tapi lukman diam saja mendengar perkataan davis. dia masih marah dan memikirkan cara menyelesaikan masalah ini waktu di pesawat terasa begitu lama tubuh dan pikirannya kini benar benar di pres untuk menyelesaikan semua masalah yang datang tiba tiba dan beruntun.
di campus Adrian dan wanita itu telah sampai di ruangan rektor.
" silahkan kita sudah sampai ini ruangan rektor. " Adrian
" ya terimakasih banyak karena telah membantu dan mengantarku. oh ya perkenalkan namaku Alina Safix. " memperkenalkan diri.
" ya sama sama, namaku Adrian di kampus aku di panggil rian dirimu bebas memanggilku apa. "
" baik lah aku panggil ian saja. " alina dengan senyuman
" boleh saja, jika sudah tidak ada keperluan lagi akan aku tinggal, aku akan pulang karena aku tak memiliki kelas lagi hari ini. "
" ya silahkan, apa besok dirimu akan ke kampus lagi. " berharap
" entahlah jika ada kelas aku akan ke kampus jika dirimu sudah resmi menjadi dosen bergabung lah di group kampus agar bisa melihat jadwal. " saran Adrian lalu pergi
" lelaki yang menarik dia berbeda tak seperti lelaki lain yang melihatku dengan nafsu. apa yang coba kupikirkan bagaimana jika dia sudah memiliki kekasih. " merasa dilema oleh Adrian
kini dewa dan ria sudah tiba di rumah sangat ibu. dewa melihat ria yang sedang tertidur mencoba membangunkannya, bukan bangun tapi menggeliat kemudian memeluk dewa.
."sepertinya istriku ini semakin manja saja".
al hasil dewa pun menggendong nya. setelah keluar dari mobil dewa tak langsung melangkahkan kakinya melainkan melihat rumah yang dulu pernah disinggahinya ketika mengejar ria.
" masih tidak berubah. "
setelah mengatakan itu dewa melangkahkan kakinya menuju rumah, setelah sampai sang supir yang membawa kan barang barang mereka segera mendahului untuk mengetuk pintu.
setelah beberapa kali ketukan pintu pintu pun terbuka memperlihatkan wanita setengah baya yang kini sudah terlihat terawat tidak seperti sebelumnya saat pertama kali datang.
__ADS_1
" lah nak dewa, oh ria tidur dasar manja, ayo masuk nak bawa ria ke kamarnya. " ramah sangat ibu
" iya bu, maaf tidak memberikan kabar ria dadakan biasa ibu hamil. " keceplosan dewa
" oh ria hamil syukurlah semoga sehat sehat saja, ayo... ayo... ayo.... "
ajak sang ibu menuntun jalan menuju kamar ria. dewa pun hanya tersenyum dan mengikuti sang ibu.
sesampainya di kamar dewa segera saja membaringkan ria di kasur, ibunya hanya mengantar sampai di pintu lalu berlalu menuju dapur. dewa setelah membaringkan ria diam sejenak memperhatikan sekitar.
." tidak ada satupun yang berubah bahkan bau tubuh ria masih tetap menyatu dengan ruangan ini. sungguh aku laki laki yang beruntung bisa di cintai oleh perempuan seperti ria. "
kemudian ke kamar mandi.
setengah jam kemudian dewa sudah duduk di ruang tamu memainkan jarinya di atas laptop nya .
" loh ada kak dewa, apa kak ria ikut kak. " Adrian baru saja datang
" oh tidur, aku baru saja pulang dari kampus Kak. "
" oh kampus rupanya, bagai mana apa ada masalah di kampus katakan saja pada kakak akan kakak selesaikan. "
" tidak ada masalah yang berti kak aku masih bisa mengatasinya. jadi jangan merepotkan dirimu kak. "
" hmm begitu rupanya baiklah.
mereka berdua terus berbicara ringan khas seorang lelaki yang membicarakan ala lelaki, hingga
" hubby.......... " suara nyaring dari ria di kamar segera saja dewa lompat dari tempat tidurnya dan berlari tampa memperdulikan adanya adrian. " wish.... keren kak dewa ni sebegitu sayangnya dengan kak ria, dalam satu panggilan langsung sut.... secepat angin" Adrian dengan pemikirannya
" iya sayang ada apa" sudah di dalam kamar melihat ria sedang menangis.
__ADS_1
" hubby mengapa aku di tinggal sendiri kau jahat hubby kau jahat aku aku tak mau sendiri. " menangis tersedu sedu. memukul dada bidang dewa
" maafkan aku sayang tidak akan ku ulangi lagi maafkan aku, aku janji. " memeluk ria dengan lembut
" Hu... Hu..... Hu.... aku aku tidak mau sendiri aku hanya ingin bersamamu Hubby jangan tinggalkan aku. "
" iya iya iya tenanglah tenanglah aku sudah di sini. " berusaha menenangkan ria
" aku Hu... Hu... aku Hu.... "
" tenanglah sayang tenang, jangan menangis ok aku mencintaimu tenanglah. "
ria mengeratkan pelukannya air matanya terus berderai membasahi baju dewa. dewa pun sabar memperlakukan ria.
sang ibu yang juga terkejut dengan suara ria segera berlari dan terhenti di depan pintu memperhatikan dewa yang begitu sabar dan telaten memperlakukan ria. membuat hatinya menghangat dan matanya menitikkan air mata.
" jika ibu harus pergi sekarang ibu sudah merelakannya tak ada beban lagi melihat mu yang sangat beruntung nak. teruslah bahagia".
sang ibu menutup pintu lalu kembali ke dapur
Adrian tidak melakukan apa pun dia langsung saja ke kamarnya, membersihkan diri lalu setelah itu mulai berkutat dengan ponsel dan laptop bergantian.
" alina ya hmmm gadis yang menarik. "
sejenak pikirannya terbayang alina yang begitu cantik dan **** dengan wajah dan lekuk tubuh yang sempurna menurut Adrian.
."apa yang kau pikirkan Adrian lihatlah posisimu sadarlah. dia begitu cantik dan menarik mungkin dia sudah memiliki kekasih".
ucapnya kepada diri sendiri lalu melihat ke arah cermin memperhatikan wajahnya.
."aku juga tampan jadi tak masalah menurutku".
__ADS_1
menyombongkan ketampanannya.