System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 24


__ADS_3

Di kamar setelah makan dan berbincang ringan bersama keluarga adi tama, kini dewa dan Ria ada di kamar lebih tepatnya di tempat tidur king size di kamar dewa.


."hubby jika nanti menikah aku hanya ingin pernikahan sederhana cukup keluarga kita yang tau, apa itu boleh hubby...


."boleh saja apapun yang dirimu minta sayang, tapi apa aku boleh mengetahui alasannya..


."untuk saat ini dirimu tak perlu tau hubby. saat ini yang perlu dirimu tau hanya membuatku bahagia hahahahaha. aku mulai gila karena mu hubby jadi kau harus bertanggung jawab membuatku bahagia.


."katakan saja apa yang membuatmu bahagia sayang aku akan berusaha memenuhinya. lakukan saja apapun yang membuatmu bahagia asal jangan pernah menyentuh lelaki lain dengan tanganmu. karena aku akan membuatnya hilang..


. "hubby kau keterlaluan padaku. lalu membenamkan wajahnya di dada bidang dewa...


."aku melakukan semua itu karena aku tidak ingin orang lain merasakan kelembutan dan kehangatan tangan tubuhmu aku sungguh mencintaimu aku tidak mau membagi mu dengan orang lain, aku mengerti sayang.....


kriiiik... kriiiik.... kriiiik... Ria sudah tertidur lelap di pelukan dewa.


."aiiih kau selalu cepat tertidur sayang apa aku memiliki obat tidur di tubuhku".


mengikuti ria untuk tidur.


masih pagi sekali ria terbangun. tapi ketika ingin bangkit, Ria tertahan oleh pelukan dewa.


."hubby lepaskan lah pelukan mu aku ingin mandi dan membantu mama di dapur".


."tidurlah sayang di dapur sudah ada pelayang jadi kau tak perlu membantu mama kemarilah temani aku tidur lagi".


."tidak bisa hubby kumohon padamu mengertilah aku menantu di rumah ini aku akan malu jika diriku bangun begitu siang.


."sayang aku masih ingin memeluk mu dan tidur, mama akan mengerti jadi lupakan semua itu ok".


."hubby kumohon aku akan sedih karena ini".


memelas ria.


."hah baiklah lakukan saja yang membuat mu bahagia cup, Ria sudah mengecup bibir dewa.


."terimakasih hubby".


dan berlari ke kamar mandi.


."sayang kau terlalu cepat melakukannya ayo kita coba sedikit lama lagi".


dengan wajah buruk.


."tidak hubby aku takut".


author gak bisa di Terima kontraknya jika dilanjutkan lebih lama mengertilah. " terimakasih Ria sudah membantu author "


."hah baiklah aku takkan memaksa".

__ADS_1


tidur kembali.


di meja makan hidangan sudah tersusun dengan rapi, bau wangi masakan tercium di mana mana.


Ria kembali ke kamar.


" hubby bangunlah jika tidak dirimu tidak akan kebagian masakan ku....


Ria pun ke kamar mandi 1jam kemudian ria dan dewa keluar bersama dari kamera menuju ruang makan di sana sudah ada semuanya kakek ayah dan mama.


.ria sayang apa semua masakan ini dirimu yang memasak...


.tidak ma lebih tepatnya di bantu pelayan di belakang..


merekapun makan dengan nikmat apa lagi dewa tidak seperti biasanya porsi makannya kini menambah.


di kantor dewa kini Ria sedang duduk di sofa sambil memandang laptop nya dia memeriksa pekerjaan yang terbengkalai beberapa hari ini. Ria sebenarnya ingin pulang tapi dewa melarang dan memaksanya ikut jadi Ria tak bisa melawannya, terpaksa Ria ikut.


kini Ria dilanda kebosanan karena kejeniusannya pekerjaan yang terbengkalai mudah saja di selesaikan dalam hitungan jam. dewa yang begitu fokus Ria berusaha mengganggunya dengan duduk di pangkuannya.


."hubby aku bosan bisakah aku pulang terlebih dulu.


."tidak sayang tunggulah sebentar ok. menjawab penuh sabar.


."hubby apakah pekerjaanmu begitu banyak atau karena sulit entah mengapa kau begitu betah duduk begitu lama tampa bergerak apa dirimu tidak bosan hubby".


."perusahaan ku yang setara dengan mu hubby aku tak pernah sampai seperti dirimu. bahkan jika aku pasrahkan kepada lusy pun itu akan selesai dengan mudah".


sambil berfikir apa aku perlu memberikannya.


."ini benar benar banyak dan sulit sayang bahkan jika lusy dan dirimu sekalipun aku yakin akan memakan waktu juga".


menjelaskan dengan penuh putus asa.


."hubby apa kah kau bisa menahan sakit tampa berteriak atau pingsan".


."rasa sakit seperti apa maksudmu hubby, dalam proses pelatihan ku aku sudah banyak menanggung dan menahan rasa sakit".


Ria tidak menjawab tapi meletakkan telunjuknya di kening dewa lalu berkata,


"transfer "


ria mentransfer kemampuan dewa pebisnis dan peningkatan IQ dewa.


."sayang apa ya...... ahhhhhhkk ini sakit."


lirih dewa. ria yang mengetahuinya segera menempelkan bibirnya dan ******* bibir dewa dengan lembut. cukup lama tapi masih belum juga selesai ada yang aneh dengan dewa karena lusy tidak membutuhkan waktu yang lama bahkan yang lainnya pun juga sama tapi mengapa dewa berbeda itu hanya dewa dan Tuhan yang tau.


melihat dewa yang masih ke kesakitan ria memeluknya.

__ADS_1


."hubby maafkan aku karena membuat mu sakit".


hinga tak terasa satu jam tiga puluh menit suara sistem terdengar di kepala Ria jika prosesnya sudah selesai.


."maafkan aku karena membuatmu sakit".


hiks.. hiks.. hiks.. tangis ria yang begitu sensitif entah sejak kapan ria seperti ini.


."hey hey hey ada apa sayang mengapa menangis aku baik baik saja...!!!


jelas dewa yang kelelahan penuh keringat yang juga melihat ria yang sedikit pucat karena energinya diserap.


."sudah sayang sudah tenanglah sembari menyenderkan kepala ria di dadanya dan membelainya lembut".


ria yang di perlakukan seperti itu sedikit demi sedikit karena kelelahan mulai tertidur nafasnya kini mulai teratur dan lembut gumaman lembut tipis yang lirih menyebutkan kata.


."hubby, hubby, hubby."


dewa sendiri sedang berfikir sebenarnya kemampuan apa yang di miliki oleh Ria mengapa memiliki kemampuan yang luar biasa seperti ini. ini jaman modern dan walau ini jaman kuno itu hanya ada di novel atau dongeng tapi ini Ria dan ini nyata.


tengah malam


.Ria terbangun sudah di sofa dan dewa tertidur duduk di kursi sebelahnya. lalu ria mendekat dan duduk di pangkuannya dan mengecup bibir dewa. sontak dewa terkejut dan terbangun.


."hubby kau sudah tak sayang lagi padaku mengapa kau tinggalkan aku tidur tampa pelukanmu aku marah".


dewa yang baru terbangun terkejut dengan tingkah ria yang begitu manja.


."ok maafkan aku sayang aku hanya ingin membuat tidurmu nyaman. baiklah mulai saat ini dan seterusnya aku akan selalu memelukmu saat tidur dengan sabar dan sayang".


."hubby aku tidak mau pulang saat ini aku ingin disini berdua denganmu apa boleh?.


."apapun yang kamu mau sayang. ayo di kamar saja".


mengapa dewa tidak membawanya langsung ke kamar tadi itu karena dewa masih menyelesaikan pekerjaannya dewa berfikir jika nanti ria terbangun jadi tak bingung mencarinya.


kini keduanya sudah kembali tertidur. ria yang begitu manja mem bemamkan wajahnya di dada dewa karena di sanalah tempat ternyaman bagi ria. dia suka bau tubuh dewa yang membuatnya tenang. pelukan yang memberi kenyamanan dan kehangatan mampu membuat ria tersihir untuk tidur.


keesokan paginya masih belum ada yang menunjukkan ingin bangkit dari tidurnya dewa maupun ria masih asyik dengan tidurnya. hingga suara dering panggilan masuk terdengar. dewa meraih nya dan menerima panggilan itu.


."bos maaf aku membangunkan mu di depan ruangan mu nona jesica kembali dia memaksa masuk ingin mengajukan kerja sama kembali. apa yang harus ku lakukan perlukah aku melakukan tindakan penghapusan padanya".


."ini masih pagi dan apa yang membuatnya datang begitu pagi".


."maaf bos ini sudah pukul 10.00 dan jam kantor sudah berjalan beberapa jam yang lalu".


."apa.. baiklah katakan padanya temui aku dalam 30 menit jika tidak mau usir saja".


tiiit memutuskan panggilan sepihak.

__ADS_1


__ADS_2