System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 15


__ADS_3

malam hari Ria yang sudah lelah kerena seharian ada di kantor bersama lusy yang masih sedih atas kejadian pagi tadi.


ria segera masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu saat akan memasuki kamar dia di buat terkejut..


."KAUUU... sedang apa di kamarku dan bagai mana kau bisa masuk. kenapa aku tak merasakan hawa keberadaannya ya."


gumam ria di hati.


."ah kau sudah pulang rupanya. aku akan tinggal di sini bersamamu mulai malam ini karena kau adalah wanitaku".


."kapan aku menyetujuinya untuk menjadi wanita mu. pergi kau sebelum aku membunuhmu".


."hey membunuh apa kau yakin bisa".


sambil mendekat ke pada ria yang terus mundur dan akhirnya tersudut di tembok. dewa pun menguncinya.


."apa ini kenapa aku ter mundur dan kenapa juga energi dalam ku tak bisa di gunakan. dan ini aku tak bisa mengendalikan tubuhku".


."baik sayang katakan siapa namamu atau".


dewa mulai melirik bibir indah dari Ria dengan senyuman bukan tapi seringai orang cabul..


."jangan coba coba".


ria masih mencoba mengontrol tubuhnya. yang entah kenapa.


."oh kau mau mencobanya".


Lalu wajah dewa semakin dekat hingga hampir menyentuhnya.


."tunggu tunggu namaku namaku ria, ria agustin".


yang wajahnya sudah memerah.


."nama yang indah. sekarang katakan apa kau mau menjadi wanitaku".


."tidak. tidak untuk sekarang esok dan nanti titik".


tampa peringatan apa pun dewa langsung menyambar bibir manis Ria setelah cukup lama.


."ini manis".


. "hahhh.. hahhh apa yang kau lakukan hah dasar lelaki mesum pemaksaan".

__ADS_1


ini ada apa dengan tubuhku kenapa tidak bisa menolaknya. dihati ria.


."sekarang katakan apa kau mau menjadi wanitaku".


."tidak aku tida...... emmmmm".


kini bibirnya sudah dilumat lagi oleh dewa dengan lembut dan tubuhnya menerimanya tidak ada penolakan. dewa melepas kan ciuman pada bibir ria.


."apa yang kau ahhhh... emm....ahh....


belum sempat menyelesaikan kata katanya dewa sudah menempelkan wajahnya di leher ria, seruan nafas yang lembut membuat tubuhnya menegang tubuhnya begitu sensitif setiap sentuhan dari dewa membuatnya melayang.


."sepertinya tubuhmu menikmati sentuhan ku ria".


melihat ria yang memerah dan nafas yang tersengal apakah sekarang kau mau menerimaku sebagai kekasih. atau kita lanjutkan ke ranjang yang empuk di sana.


."emm baa baik la bisakah kau melepaskan ku".


sambil berusaha melepaskan diri dari kuncian dewa


."tentu tapi.... jawablah dulu maukah kau menjadi wanitaku".


."ok ok.. aku mau. sekarang bisa kau lepaskan aku".


sambil menggeliat mencoba melepaskan kuncian dari dewa.


sambil melirik ke arah bawahnya.


Ria yang juga merasakan sedikit tonjolan melirik kearah yang dilirik oleh dewa. itu membuat wajahnya semakin memerah dan tubuhnya juga menghangat.


."jika begitu makan lepaskan lah aku".


dengan suara yang sedikit serak.


."ok aku akan lepaskan".


alih alih di lepaskan malah ria di gendongnya ala tuan putri di bawanya ke dalam kamar.


."dewa turunkan aku dan mengapa kau masuk kedalam kamarku dan menutup pintu".


pikiran ria sudah kacau. dia takut karena tubuhnya tak merespon otaknya jika di dekat dewa. dan bila hal itu terjadi makan itu akan sungguh terjadi.


."diam lah ini sudah malam ria saatnya tidur dan aku juga sudah mengantuk jadi aku akan tidur di sini. dan hanya tidur tidak dengan yang lainnya aku berjanji jika kau tak menggodanya".

__ADS_1


."tapi mana bisa aku dan kamu belum ada status yang sah. apa boleh tidur bersama".


polosnya ria yang di bawa dari desanya.


."tentu saja boleh adakah di dunia ini yang berani melarang ku".


sambil meletakkan ria di kasur dengan lembut. lalu menuju kesamping ria. kini posisi mereka, ria memunggungi dewa dan dewa memeluknya. bayangin aja ya kalian pasti ngerti kan.


."ria yang akan perotes."


."disangkal oleh dewa. tidurlah dengan tenang dan jangan terlalu banyak bergerak karena kau sungguh menyiksaku ria. jika kau tidak diam maka aku akan melupakan janjiku tadi. ria tubuh mu sungguh wangi ini membuatku menjadi candu kepadamu".


."ria yang mendengar ancaman dewa menjadi takut dan tak membantah lagi."


sebenarnya ria ingin menolak tapi tidak bisa di pungkiri juga dia merasa begitu nyaman dalam pelukan dewa. ria menolak dengan alasan takut dikira wanita murahan.


selang beberapa menit ria tertidur. dewa sendiri masih belum tidur. tiba tiba ria berbalik dan kini ke duanya berhadapan. dewa yang melihat ini sedikit gila. Monster dalam dirinya sudah sejak tadi meraung raung ingin di lepas dan sekarang semakin menjadi gila. dewa mencoba mengendalikannya dengan berusaha tidur, itu membutuhkan waktu yang cukup lama hingga benar benar tidur.


."sedangkan ria yang tidak mengetahuinya jika dia sedang menyiksa monster ria hanya menikmati kehangatan dan aroma mint di tubuh dewa".


pagi hari yang sudah cukup terang kini ria sedikit memicingkan mata untuk mendapatkan kesadarannya.


ria yang kini mulai sadar dia tau jika saat ini ada dalam pelukan lelaki. ria melihat melihat wajah dewa begitu dekat.


."dia tampan juga dan hidung ini sungguh menawan apakah aku boleh memegangnya".


karena penasaran ria bergerak pelan untuk menyentuh hidung dewa dengan jarinya tapi ketika hampir menyentuhnya.


."apakah kau sudah puas melihat wajah tampan ku tuan putri".


dewa yang sebenarnya sudah bangun sebelum ria hanya berpura pura tidur


ria yang terkejut dan juga malu ingin segera pergi tapi tidak bisa melepaskan pelukan dewa yang kuat.


."de de dewa kau sudah bangun lepaskan aku aku mau mandi."


Sambil bergerak gerak untuk melepaskan pelukan dewa.


."baik baik aku akan melepaskan kamu tapi diam lah kau sudah membangunkan milikku. jika kau tidak diam akan terjadi sesuatu pagi ini".


melihat ria yg sudah diam dan tenang. lalu dewa mengecup sebentar bibir ria dan melepaskan pelukannya.


ria yang masih bingung dengan ke jadian barusan. segera sadar jika dia sudah tidak di peluk. dengan wajah yang memerah ria dengan cepat bangkit dan berlari ke arah kamar mandi.

__ADS_1


."Ria sayang bolehkah aku mandi bersamamu...


dan....


__ADS_2