System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
70


__ADS_3

kini lusy telah ikut dengan davis ke negara A sesuai dengan perintah ria. sesampainya di negara A lusy dan yang lainnya langsung menuju kediaman.


" ma davis kembali bawa calon mantu. "


suara davis dengan sedikit berteriak


" mana calon mantu mama mana. oh ini rupanya apa benar ini lusy cantik sekali. "


" benar nyonya saya lusy. nyonya terlalu memuji ku. "


" dirimu menantuku jadi panggil lah mama sama seperti davis. ayo duduk sini. oh ya ayahmu masih di luar dia sedang sibuk mencoba mempertahankan perusahaan. "


"baik lah mama. "


" aku sudah katakan pada ayah tak perlu terlalu keras mempertahankan perusahaan tapi masih saja. " davis


" ya jika ayah mu tau perusahaan sangat buruk dan busuk sekali mungkin dia akan menyesal. " lukman


" memang apa yang terjadi dengan perusahaan ayah, davis. " helena


" ini lihat dan bacalah. aku juga baru tau berkat bantuan dari nona dari cucu menantuku. " lukman


" wah ini benar benar hancur pantas saja perusahaan begitu mudah gulung tikar ternyata didalamnya sudah ada permainan. " helena


" nak lusy dirimu sudah membantu membuat davis berubah dan sekarang berkat bantuan dari nona mu kami jadi tau semua tentang perusahaan. " helena.


" tidak ma itu berkat kemauan dari davis aku hanya mensuport nya. untuk perusahaan kakek pernah mengajukan kerjasama jadi kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. jadi tak ada sesuatu yang besar dari ku dan nona yang dilakukan untuk keluarga ini. " lusy


" sungguh orang orang baik yang tidak gila dengan pujian, aku bersyukur jika davis bisa menikah denganmu nak. aku merestui kalian. " helena


" bagai mana ma davis hebat kan membawa menantu yang baik. "


kriiik..... kriiiiik.... kriiik....


sang mama tidak menjawab malah asik berbicara dengan lusy.


" nak lusy sudah dari jauh datang kesini pasti lelah dan lapar ayo kita makan terlebih dahulu mama sudah memasak. "


" itu apa tak sebaiknya menunggu ayah saja. kurasa ayah juga lelah dan lapar. "


" baiklah aku akan menghubunginya. " helena


" iiihh... mama aku sedang berbicara mengapa mama tidak menanggapinya. "

__ADS_1


" berbicara apa bukan kah dirimu sedang membanggakan diri jadi banggakan lah, mama sedang sibuk. "


kemudian melakukan panggilan.


" suami ayo pulang cepat menantu mu ada disini menunggu dirimu untuk makan jadi cepat lah. "


" apa menantuku ada di rumah baik lah aku akan segera pulang secepat mungkin. "


" ya segeralah. "


tak lama kita kira dua menit ayah dari davis tiba.


" di mana menantuku?.


." wah cantik sekali davis sungguh beruntung. sama sepertiku beruntung mendapatkan mama davis. siapa namamu nak. "


" nam... "


" suami dirimu begitu cepat sampai aku baru saja menghubungimu apa dirimu terbang. " mendahului lusy untuk berbicara.


" aku memang sudah hampir sampai rumah saat dirimu menghubungiku istriku. " jelasnya kepada sang istri


" lalu mengapa dirimu tak mengatakannya. " kesal sang istri


" entahlah aku tak tau. sudah kau mengganggu perkenalan ku dengan menantuku. siapa namamu nak. "


" nama yang cantik secantik orangnya. nak jika suatu hari davis menyakitimu katakan padaku biar aku membunuhnya lalu kau jadi anakku. "


sang ayah mencoba menggoda davis


" ayah dirimu kejam sekali aku ini anakmu mengapa dirimu tega begitu. " davis


" hah sudah lah diam dirimu. ucap tiga orang kompak sang ibu, ayah, dan kakeknya.


mereka pun berlanjut di meja makan. semuanya makan dengan tenang hanya suara aduan antara dua benda yang terdengar. waktu makan berjalan kurang lebih tiga puluh menit lalu berlanjut di ruang tamu tapi hanya lusy, ibu, dan davis. sedangkan sang ayah dan kakek pergi ke ruang kerja.


di ruang kerja.


" ayah ada apa. maaf aku masih belum bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan perusahaan keluarga. "


dengan wajah menunduk


" haris tak perlu lagi menyelamatkan perusahaan itu aku lebih suka perusahaan itu hancur sekarang jadi tak perlu dirimu pikirkan. lihat dan baca ini, kali ini aku ingin membangun perusahaan baru yang lebih kokoh lebih kuat dan bersih, aku mendapatkan suntikan dana tak terbatas dari nona ria nona dari menantu kita lusy. dia mempercayai kita untuk membangun perusahaan jadi aku akan melakukannya dan aku membutuhkan bantuan mu. "

__ADS_1


haris membaca berkas yang di berikan ayah mertuanya dan juga mendengarkan perkataan ayahnya.


" sekarang aku mengerti mengapa perusahaan ini sulit untuk kembali ternyata di dalamnya terlalu busuk dan buruk percuma saja kerja kerasku hanya menguntungkan pihak lain. baik lah ayah ayo kita bangun perusahaan impian ayah itu kita buat nona ria mempercayai kita dan kita bisa dekat dengan mereka. "


haris penuh dengan semangat


" ya mari kita bicarakan itu. han dong masuklah. "


kemudian mereka bertiga pun kini mulai membahas pembangunan perusahaan tentang lokasi gedung staf admin dan staf karyawan dll. banyak yang di bahas oleh mereka


di negara jiran di kediaman ria


" hubby ayo aku ingin tinggal di kediaman utama bersama mama ayah dan kakek aku ingin dekat dengan mereka. "


" tentu ayo mama ayah dan kakek pasti senang dengan kedatangan mu.


ria hanya memeluk dewa menyenderkan kepalanya di dada dewa dia begitu manja kepada dewa dia tidak bisa terlalu lama jauh dari dewa rasanya seperti sudah bertahun tahun itu membuat ria menangis.


setelah beberapa saat dewa dan ria pun memutuskan berangkat menuju kediaman utama.


di negara kita di rumah gubuk


kini Adrian duduk bersama Dani.


" paman apakah alina bisa tinggal di sini dan belajar seperti yang lainnya jika dia luar ku rasa terlalu bahaya untuknya saat ini. dengan hanya kemampuan bertarung. "


pinta Adrian dan penjelasan.


" tuan muda aku tak membuat keputusan silahkan hubungi nona jika hanya bela diri mungkin aku akan mengajarinya tapi jika itu kemampuan seperti yang di miliki tuan atau yang lainnya tuan bicarakan dengan nona saja. jika aku boleh tau apa hubungan tuan muda dengan alina ini. "


" harus melalui kakak ya. paman aku baru saja mengikat hubungan dengannya saat ini dia wanitaku. apa ada masalah paman katakanlah. "


" tuan alina ini orang baik tidak ada masalah dengannya jika tuan memilikinya kurasa itu keberuntungan tuan muda. " jelas Dani


" benarkah paman jangan menghiburku paman katakanlah aku tidak apa. "


" benar tuan muda aku mengatakan yang sebenarnya. "


" paman Dani benar benar pandai menilai orang dengan baik. terimakasih paman biarkan aku menghubungi kakak untuk masalah ini. "


" tuan muda berlebihan jika di bandingkan dengan nona aku tak ada apa apanya tuan. silahkan tuan hubungi nona. "


panggilan pun tersambung dengan ria

__ADS_1


" iya Adrian aku mengijinkannya mintalah Dani membimbingnya. "


" kak aku belum mengatakannya dirimu sudah mengetahuinya. "


__ADS_2