TAHTA SEMESTA

TAHTA SEMESTA
Adel gue


__ADS_3

Hati yang kukira menetap pada bayangmu perlahan goyah karena waktu.


Dia....


Berotasi memilih pemilik senja yang baru


...🌜🌜🌜🌜...


Auksa menggeram marah, kedua netranya menangkap sosok yang benar benar tak ingin sekalipun ia lihat, terlebih lagi orang itu bersama adellia, cewek yang baru baru ini memporandakan lingkup hatinya.


"cewek lo kan sa? Adellia alexa alfadiaraga ?"


Auksa melirik maganta sinis, sejak kapan adellia menyandang nama alfadiaraga?


"agantara"ujar auksa tak terima, maganta tertawa.


"oh salah dong, gue kira udah ganti jadi alfadiaraga, secara, dia kan cewek lo"


"bukan"


Maganta meledakkan tawanya lagi, terserah auksa mau menganggap adellia pacarnya atau bukan, yang jelas, maganta sebagai sahabat tahu bahwa tatapan auksa pada adellia nampak berbeda.


"ngapain tu cewek sama jumpret? "


"nggak tahu"


"samperin lah"


"ogah"


Maganta berdecak,ia mendorong auksa untuk menghampiri adellia, namun auksa tak mau sekalipun bergerak.


"samperin doang, lo nggak mau kan tu cewek dapet gosip nggak enak"


"biarin"


"dasar!"


Auksa menaikturunkan bahunya tak peduli, laki laki itu hendak beranjak meninggalkan parkiran, namun perkataan maganta mengalihkan niat awalnya.


"kabar lo jadian sama adel udah tersebar luas"


"terus? "


Maganta menatap auksa serius. Yang ditatap hanya mengerutkan kedua alisnya tajam.


"SMA merah putih ngajakin tanding basket, "


"oh"jawab auksa singkat, maganta mendelik, oh doang!


"dia pengen lo kasih adel kalau sekolah kita kalah"


"damn! "auksa mengumpat,  sekarang dia tahu jalan pikiran leonarda.


"he wants to take Adel away from you, if our school just sits there, you know what will happen, right?"


(dia mau rebut adel dari lo sa, kalau sekolah kita diem aja, lo tahu kan apa yang terjadi? )


Auksa menggeram marah, tanganya terkepal erat di samping tubuhnya. Kedua sorot matanya menajam.


"jangan adel"

__ADS_1


"hahhaha, jangan bilang lo nggak paham sama leonarda, cowok kayak gitu jelas bakal nekat, apalagi dia benci banget sama lo"


"shitt! Pengecut banget pake bawa bawa adel gue"


"adel gue konon, hahahaha nggak inget tadi lo bilang kalau adellia bukan pacar lo. "


"terserah gue "


Ya ya ya, terserah auksa, cowok ganteng mah bebas.


"leonarda aja nggak boleh, kalau sama juan dibiarin"


"gue nggak ngebiarin"


"ngelak aja terossss, kalau gue jadi lo ya, gue bakal marah dong cewek gue dipegang pegang gitu"


"adel dipegang? "


Maganta mengedikkan dagunya ke arah juanda juga adellia, refleks auksa mengikuti arah pendang juanda. Auksa menggeram, dadanya bergemuruh entah karena apa.


"lo beneran mau biarin hal kayak gitu?"


Auksa mengetatkan rahangnya, langkahnya mantap menghampiri adellia. Maganta bersorak senang, sebentar lagi ia akan melihat drama yang teramat langka dari si auksa .


"ngapain?"


"auksa !"


Adellia terkejut bukan main tatkala auksa tiba tiba saja muncul. Aura kemarahan begitu pekat menguar dari tubuh auksa. Adellia menelan ludahnya kuat kuat, sepertinya auksa salah paham.


" ngapain lo ke sini? " tanyanya penuh penekanan. Semua siswa yang penasaran memilih menonton sambil berbisik-bisik. Apalagi posisi adellia yang terkesan seperti tengah diperebutkan dua cowok tampan tentu membuat mereka iri hati.


ujar Juanda tak peduli. Pria tersebut menatap Adelia yang tengah menggigit bibir, mencoba mengabaikan auksa dengan kemarahannya.


"gue tanya sialan"


Gertaknya lagi, Juanda diam, perlahan dia memasang seringainya lebar.


"lo peduli? "


Auksa berdecih, kasar ia menarik kerah kemeja yang tertutup jas hitam Juanda.


"masih berani lo nampakin muka lo di depan gue. bosan idup? "


"lo pikir gue takut? "jelas pernyataan Juanda membuat rahang usaha mengeras. Ia semakin menatap Juanda mengancam.


" pergi "


"ck, nggak usah parno, gue cuman anterin cewek gue biar selamet"


Adelia tersentak begitupun dengan beberapa siswa yang menonton. Niat Adelia yang ingin balas budi seketika lenyap menjadi amarah.


"sa nggak gitu, gue cuman rekan kerja dia doang kok"


Ucapan Adelia tak berarti apa-apa untuk auksa. Auksa tahu kalau Juanda tengah berbohong jadi dia hanya memasang senyum kecil di bibirnya.


"adel? Cewek lo?"


" lo pikir gue bakal percaya? "


Ujar auksa menimpali. Sejenak ia menatap Adelia lantas beralih lagi ke Juanda yang menggeram.

__ADS_1


" hati-hati, karena kalau gue mau, detik ini juga perusahaan lo bisa hilang dan rata dengan tanah "


"lo remehin perusahaan gue? "


Auksa memiringkan kepalanya sembari terkekeh sinis.


"perusahaan lo cuman remahan roti dibanding PT dewanta group."


Juanda menatap auksa marah, namun auksa tak peduli. Laki laki itu berbalik badan, sebelum benar benar meninggalkan tempat, ia mendekat ke arah adellia lantas membisikkan sepenggal kalimat yang membuat adellia membatu.


"lo demen banget ya bikin gue marah, enak  pegang pegang tangan juan?, adel, balik sekarang atau gue seret lo sampe kelas"


Auksa hanya mengingat hal tersebut, ia bahkan tak menyadari kalau tindakanya yang hanya memperingati tanpa bertindak untuk memisahkan tangan juan dari adellia membuat cewek tersebut diserang beragam kalimat kasar, termasuk murahan.


"sa"


Auksa merasakan jari adellia menelusuri wajahnya sampai berhenti tepat di hidung mancungnya.


" kemaren, Juanda  ajak gue ke pesta. Besar banget acaranya, gue seneng, soalnya, dilain gue dapat makan dessert banyak, gue juga ketemu sama papa. "


"lo tahu papa gue nggak?oh iya, enggak ya? kan gue nggak pernah cerita. Bokap gue nggak pernah pulang sa, gue kangen dia pake banget, "


"nah, waktu juanda ajakin gue ketemu papa, lo tahu gimana perasaan gue waktu itu? gue berasa utang budi sama juan, berkat dia, gue bisa ketemu bokap gue lagi setelah sekian lama. "


"tiba tiba aja tadi pagi si juan samperin gue di rumah, dia ajakin gue berangkat sekolah bareng, katanya sekalian dia berangkat kerja.emang aneh sih, nggak boasanya cowok batu kayak juan baek hati. "


"karna gue berasa utang budi, gue turutin lah mau dia. Apalagi mobil gue masih sekarat gegera ulah fans lo yang bejibun"


"Gue kira dengan gue nurutin apa perintah juan bisa buat balas budi gue terbayar. Tapi sekarang gue nyesel sa, lo tahu karena apa?


karena gue jadi tahu reaksi lo yang tetap nggak peduli "


Nafas kasar Adelia menampar wajah auksa. Auksa masih terdiam, setia mendengarkan Adelia yang berbicara.


"kok gue ngerasa sakit ya  waktu lo kayak gitu"


" jangan jangan gue suka sama lo? "


Adelia terkekeh, tangannya kini beralih menggenggam tangan kanan auksa yang berada di atas kepalanya . Adelia tersenyum.



"heheehe, kok pas banget gini liatnya,cocok"


Adellia menatap tanganya yang menggenggam tangan auksa sejenak lantas kembali mengalihkan pandangan ke arah auksa yang masih tenang dalam tidurnya.


"sa, "


"gue takut sa"


"wajar kan  kalau gue takut?" pertanyaan Adelia membuat auksa bingung, ia merasa kalau Adelia dari tadi cuman memutar-mutar ceritanya.


"gue takut kalau tiba-tiba gue jatuh cinta sama lo.kekanakan banget ya? gue tahu kalau kita pacarannya cuman bohongan, tapi tetep aja gue takut sa, gue nggak mau kembali berharap lebih ke orang yang tak berjanji bakal bertahan ."


Degg


Auksa merasa hatinya berhenti berfungsi,juga jantungnya yang tak lagi mendobrak dadanya. ia tak pernah berpikir sejauh itu.ia tak pernah mengira kalau adellia akan  menganganggapnya semacam itu.


"semua ini pertama kalinya buat gue sa. Lo cowok pertama yang gue ijinin masukin hidup gue selain papa, gue nggak mau kecewa. "


Ujar adellia lagi dengan lirih,membuat auksa terdiam bisu.

__ADS_1


__ADS_2