
...๐๐๐๐...
...Hari ini......
...Senyummu cerah semacam mentari...
...Lekukan matamu indah semacam sabit di malam hari...
...Tolong untuk tetap seperti ini. Jaga senyun dan tawamu tanpa tangis yang melengkapi...
...Dengan aku sebagai pengobat laranya hati....
...๐๐๐๐...
Adelia menggembungkan pipinya marah. Tatapannya lurus juga tajam,langkahnya mantap menghampiri kelas auksa.wajah adellia tertekuk, walaupun begitu, tak lantas membuat adellia tampak menakutkan, yang ada palah adellia terlihat menggemaskan. Langkah adellia terhenti, kedua netranya menangkap segerombolan siswa yang tengah bercanda.
"permisi kak"
Ujar adellia kecil. Beberapa siswa di depannya sontak menatapnya .
"cuiitt, cewek cantik nih prasettt"
Pekik satu orang siswa dengan bed nama agung pratama. Siswa di sebelahnya mendelik sebal, tanganya lantas menggeplak agung tanpa belas kasihan.
"praset-tya peak! Bukan praset doang. Gimana sih lo,setyan nya sebut juga dong, biar keliatan kalok gue emang cowok setia"
Siswa berbed nama angga. S.ย Di dadanya mencibir. Kedua netranya menyorot tak suka. Mana ada setia ?liat cewek bening dikit aja si prasett langsung srebet nggak pake nunda.
"neng manis ada perkara apa kemari?"
Adellia mengalihkan atensinya ke arah pemuda jangkung dengan ikatan dasi di kepalanya. Tentu saja kata manis yang keluar di bibirnya mengundang suitan riuh di sekitarnya. Dia, jeno laksamana,cowok multitalent yang jago pelajaran tapi juga nggak kalah ahli godain anak orang.
"auksanya ada kak? "
"dijawab coy, pegang ati gue. Aduhhh, dag dig dug nyet. "tanggap jeno berlagak pingsan. Angga yang kebetulan berada disampingnya, langsung sigap memegang sembari mengipas ngipas wajah jeno dengan tangan kanannya.
"ardi! Cepet panggilin ambulans. Pasien sekarat. Jantungnya udah nggak fungsi, nafasnya ilang, astagfirullahalazimmm, jenoooo lo mau matiiiiii sekarang!? Kasih laurent buat gue biar nggak jadi janda muda dong"
Pletakk!
"enak aja lo, dasar tukang cari kesempatan dibalik kesempitan "
Semprot jeno sebal, mana mungkin ia mau menyerahkan laurentnya gitu aja.
"emang bener ya, sebaik baiknya gajah melompat pasti akan jatuh juga,kayak lo ngga, sekarang gue tahu kebusukan lo."tuding jeno marah kepada angga. Ardi menepuk dahinya tak habis pikir.
"tupai yang lompat jen, kalok gajah malah aneh "
"nggak usah ikut campur deh lo di. Ini urusan para cowok, lo nggak usah ikut ikuttan"
Lah, maksudnya ardi cewek!? Sialan si jeno.
Ardi menarik nafas mencoba bersabar. Emang susah punya temen nggak waras semua. Ardi mengalihkan atensinya ke arah adellia, ia lantas mendekat ke arah gadis tsb.
" cari auksa ya?"
Pertanyaan ardi membuat adellia mengangguk. Tentu saja! Untungnya ardi memutuskan bertanya, jadi adellia tak perlu susah susah menyela.
"iya kak"
"bentar dulu, gue panggilin"
Jreng Jreng jreng jreng
Sontak saja ardi dan adellia menoleh ke arah siswa dengan baju seragam di keluarkan. Jambulnya yang tegak paripurna bergoyang saat pemuda itu mengangguk-anggukkanย kepalanya mengikuti irama.
"leomonyeak leomonyeak "
Suara cempreng luki terdengar, sesekali siswa itu melirik adellia sembari mengedipkan sebelah mata.
"eneng ko cantik sekalii"sambung prasetnya membuat cowok cowok yang berada di sekitar adellia menatapnya menggoda.
"sayangnya kok sorang diri"
Srobot aditya yang sedari tadi diam karena terlalu fokus pada kegiatan teman temanya. Tangannya rusuh menabuh paha mengikuti genjrengan gitar luki.
"ayok datang ke mas jenni"
Ujar jeno menyambung, hal tersebut membuat agung menempelengnya.
"berasa blacpink lo"
Jeno menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari meringis.
"biar nyambung bro"
"nantii aku kasih janjjiiiii"
Sambung prasetya percaya diri. Tentu saja hal itu mengundang sorakan .Emang bener bisa kasih janji, praset kan nggak pernah ngasih bukti.
"tiap hari makan hatii ~"
Prasetya menatap teman temanya nyolot.
"oi ngapain sih lo pada?Iri lo sama gue?"
"iri lo kata! Cihh, sorry lah yau eyke nggak sepicik itu"
Jawab angga berlagak jadi cewek, hal tersebut membuat ardi menempeleng wajah cowok itu dengan jaket denimnya.
"malu woii!ada cewek. Waria boleh, tapi tahu tempat juga"ujar ardi kesal.
"ahhh, bang ardi katain aku nggak cewek beneran yaa. Ihh jahat"
Ardi bergidik ngeri, amit amit yaa allah punya temen kek gini. Ini gue mungut bencong dimana sih!
Adellia mengatubkan bibirnya, ia tak tahu harus menyela di bagian apa, auksa mana sih?!
"ka---"
Jreng jrng jreng
Jreeeeennggg
Adellia menurunkan kedua bahunya lemah. Pasti drama lagi nih. Batinya malas.
Gitar luki sudah beralih tempat di genggaman aditya. Cowok itu memetik intro, melody mengalun indah menbuat semua cowok berkisar sembilan orang terdiam. Wajah aditya yang pada dasarnya sudah ganteng, bertambah mempesona berkali lipat.
"Asmara telah terkalibrasi frekuensi yang sama
Saatnya tuk mengikat janji merangkum indahnya
Laras rasa nihil ragu
Biar, biarlah merayu di ruang biru
Bias kita jadi taksu gairah kalbu mendayu
Sabda diramu
Jadikan hanya aku satu-satunya
__ADS_1
Sang garwa pambage, sang pelipur lara
Nyanyikan ku kidung setiaaa
Jadikan hanya aku satu-satunya
Sang garwa pambage, sang pelipur lara
Nyanyikan ku kidung setiaaa"
aditya menutup lagunya dengan senyuman tipis yang mengarah ke adellia. Adellia menggaruk pipinya yang tak gatal, jujur saja kalau adellia mulai merasa tak nyaman.
Prok prok prok prok
"daebak,sugoi, gila abis, temen gue nih bang, bisa gue jebolin nih jadi pengamen jalanan"ujar angga bangga.
"ngawur lo! Mau lo didepak sama pesilat tangguh?"peringat jeno mengancam.
"bokap aditya maksud lo? "
Tanya agung penasaran. Jeno mengangguk misterius, sedang angga bersorak senang.
"wiidiih, double untung gue. Bisalah bokap lo gue suruh joget joget sekalian dit, hyak hyak hyak. "ujar angga sembari memperagakan silat entah jurus apa.
"ck ck, kenapa nggak sedari dulu sih lo pinter gini ngga? Entar bilangin ke bokap lo ya dit, duitnya kalok udah dapet setorin ke gue, "
Plak!
"pala lo duit, paling lo udah sekarat duluan sebelum nagih setoran,liat noh si adit, mampus lo,sukurin kalok nanti sore tinggal nama "
Angga meringis tatkala menangkap sorot aditnya yang membunuh.
"ampuni hamba suhu. Hamba mengaku salah dan hendak bertobat"
Mohon angga sembari menatap aditya memelas. Masa ia mati sebelum ketemu jodoh, bisa jomblo seumur hidup ceweknya nanti.
"ekhm, maaf kak, jadi... Itu, auksanya mana ya? "
Suara adellia berhasil mengalihkan atensi cowok cowok yang tengah berdebat,ardi berdehem singkat.
"eh iya, sorry lupa"
Ujarnya merasa bersalah, namun tiba tiba saja ucup dengan badan yang ditegak tegakkan menggeser letak ardi lantas menghampiri adellia . Mata ardi memicing, mau ngapain lagi ni bocah?.
"eneng yang cantik bagai bidadari nggak kayak si ardi yang mirip tahi"
Plak!
Ucup mengusap kepalanya yang berdenyut, matanya menyorot ardi sebal lantas ke adellia lagi.
"kenapa neng adel nggak cari bang ucup aja sih? Padahal abang bisa buat neng adel jadi makmum paling solekhah, bisa ajarin adel iqra', bisa ajarin adel baca qunut, bisa---"
"qunut lo sesat bego"
"stttt, bisa jadiin kamu orang paling waras diantara temen temen abang yang gila semua"
"astagfirullah, gue laporin ke pak ustadz mampus lo"sewot angga mengelus dadanya dramatis.
"si ucup minta gue bogem"ujar angga tak terima.
"nggak intro nih si markicup"maki jeno tak kalah sebalnya.
"abang konon, geli gue dengernya"
Ucup mengabaikan umpatan teman temanya,tangannya dengan lancang meraih tangan adellia.
"abang bisa jadiin iqra'di dalem saku abang ini sebagai bukti perjalanan kita dibalik auksa. "
Sreeettt
Ehhhh!
Sontak ucup gelagapan tatkala kerah belakangnya di tarik paksa, genggaman tanganya pada adellia dihempas tanpa belas kasihan. Ucup menggerutu,
"apaan sih lo! "
"apa? "
Ucup menelan salivanya kuat, sialan! Ketahuan dia. Serta merta ucup melepas cekalan auksa pada kerahnya lantas beringsut menyingkir.
"ngapain? "
Adellia menatap auksa marah, kedua netranya bertubrukan dengan bola mata hitam milik kekasihnya.
"tahu apa kesalahan lo? "
Ujar adellia sarkas, auksa mengerutkan dua alisnya tak mengerti.
"neng adel jangan bawa masalah rumah tangga kesini."
Adellia tak mengubris, ia masih menatap auksa dengan sengit.
"sesek ati gue prasettt"ungkap ucup melas.
"prasettya begok, mau gue bilangin berapa kali sih"
Auksa menatap segerombolan cowok di belakangnya dengan sorot sengit.
"lo semua masuk"
Titah auksa mutlak, semua teman temanya merinding di tempat lantas segera ngacir masuk ke dalam kelas.
"kesalahan yang mana? "
Tanya auksa karena memang tak tahu menahu. Adellia mendengus, tanganya segera menarik lengan baju auksa.
"ikut gue"
******
Auksa mendesah lelah. Adellia ternyata membawanya ke taman sekolah. Auksa tak mengerti mengapa adellia terlihat begitu marah.wajah gadis itu memerah, kedua matanya terbuka lebar, apalagi pipinya menggelembung besar.
Sreett
Auksa menaikkan sebelah alisnya, kenapa adellia menarik dasinya?
"nunduk dikit bego, gue nggk enak marahnya kalok lo tinggi banget. "
Auksa ber-oh ria dalam hati. Ternyata adellia ingin menyemaratakan tinggi padanya. Ada ada aja.
"minta maaf sekarang"
"kenapa gue harus minta maaf? "
"lo nggak renungin kesalahan lo waktu di jalan tadi ya? "
"gue nggak salah kok"
Adellia geregetan,ingin sekali dia ******* ***** auksa sampai bisa ia jadikan santapan ikan nila di taman sekolah.
"lo tinggalin gue sa, lo nggak bangunin gue! Gilak ya lo, "
__ADS_1
Auksa mengerutkan kedua alisnya. Sialan, ia baru sadar kalau di rumahnya tidak hanya ada dirinya tapi juga ada adellia.
"gue lupa"
"lupa?ย Kalok mau cari alesan yang logis dikit kek, "cecar adellia emosi. Auksa melepas cekalan adellia pada dasinya lantas berdiri tegak seperti semula.
"gue beneran lupa adel"
Ungkap auksa sembari berjalan menghampiri kursi panjang. Adellia menghentakkan kakinya sebl, mana ada cowok yang bisa melupakan keberadaannya cewek cantik semacam adellia. Adellia dengan lasar menarik surai legam auksa, sontak saja hal tersebut membuat cowok itu menoleh sebal.
"kenapa? "
"dengerin gue dulu, gue belum selesai"
"gue tahu lo lagi PMS, jangan marah mulu, keriput tahu rasa"
"tahu dari mana lo? "
Auksa tersenyum miring, ia melepas cengkraman adellia pada surainya, lantas menyandarkan tubungnya pada punggung kursi dengan lebih santai.
"lo nggak lupa kan kalok semalam lo paksa gue berhenti di supermarket? Emmm mau beli apa ya kata lo saat itu.? Kayaknya namanya pem--"
Adellia menutup mulut auksa dengan tangannya. Pipi adellia bersemu merah, auksa terkikik geli. Benar benar menggemaskan.
Auksa menurunkan tangan adellia dari mulutnya.
"duduk sini"
Adellia menatap auksa menyelidik.
"duduk dulu adel, "
"jangan coba coba alihin pembicaraan ya sa, gara gara lo, gue jadi lari dari rumah ke sekolah, mana tetep telat lagi"
Auksaย ย mendengus, emang kalok udah goblok ya udah goblok, ada kendaraan umum buat apa coba? ,umpat auksa tak habis pikir. Lantas, tanganya tanpa aba aba menarik adellia agar duduk tepat disebelahnya.
"balikin badan lo ,punggungin gue"
"apaan sih sa! "
"adellia alexa agantara "
Auksa menatap adellia tajam, adellia cemberut, mau tak mau ia menuruti titah auksa. Beberapa detik kemudian ia merasakan pijatan lembut di kedua bahunya.
"kalok capek itu bilang, jangan marah marah mulu"
"siapa yang capek! Gue kan emang mau marahin lo dulu"
Tanggap adelia sewot. Ia berniat berbalik namun auksa menahan.
" mana lagi yang sakit? "
"ke bawah dikit " jawab Adelia tak sadar, auksa menurut, tangannya lincah memijat bahu sampai tangan adellia secara berurutan. Sejenak, auksa memasang senyumnya lantas menggantinya dengan raut datarnya lagi.
" Naik apa ke sininya? "
" gue kan tadi udah bilang, lari sa!,gue lari dari rumah lo sampek sini,enak ya lo naik pake mobil, padahal cewek lo lari larian di jalan"
"oh"auksa menjawab enteng.
"terus? "
"terus sampe sekolah gue telat. Gerbangnya udah ditutup,"
"ohhhh, kenapa nggak panjat? "
"ada pak joko sa, gue dihukum keliling lapangan sepuluh putaran tanpa toleransi, padahal gue udah nawarin mau ngajarin pak joko jampi jampi biar bisa deketin bu rina. "
Cerita adellia menggebu, auksa menganggukkan kepala mengerti.
"mana lagi yang sakit? "
"kakinya pegel pegel."
"siniin"
Adellia melepas sepatunya asal, lantas dengan percaya diri ia menaikkan kakinya berselonjor. Sejenak auksa melepas jas almamater nya, lalu menjadikan benda itu sebagai alat untuk menutupi rok adellia yang pendek.
"yang mana? "
"atas mata kaki"
Auksa dengan sabar memijat adellia lagi.
"besok besok kalok ada sesuatu itu ngomong yang bener, jangan marah marah, kalok lo marah kek gini, gimana gue bisa ngerti? "
"iya"jawab adellia malas sembari menatap auksa yang fokus memijat.
"mobil lo masih rusak? "
"masih"
"mau beli lagi? "
"bentar ah, males"
"suka yang merk apa? "
Adellia sontak berbinar menatap auksa. Ceritanya mau dibeliin nih?!
"emmm, Maserati atau Porsche, Lamborghini kayaknya juga lumayan deh"
Ucap adellia tersenyum miring,lumayan kan, porotin sekalian hehehe.
"oke, entar sore mobil lo bakal dateng"
"gilakk, beneran sa? "
Auksa mengangguk membuat adelia kegirangan. Auksa menyudahi pijatanya, ia menoleh menatap adellia lekat.
"udah, sekarang masuk kelas, "
Adellia menahan senyumnya, ia segera berdiri sembari menyerahkan jas almamater auksa ke pemiliknya lagi. Tanganya menenteng sepatu.
"gue balek kelas ya sa? "
"iya sana cepetan"ujar auksa sembari merapikan surai adellia yang berantakan terkena angin.
"kannn jadi males balek"ujar adellia manja, auksa mendengus, ia segera mendorong adellia untuk menjauh darinya.
"cepet "
"ck iya...iya,eh bentar dulu"
Adellia mendekat ke arah auksa lagi, hal itu tentu saja membuat dahi auksa terlipat.
Cup
"makasih sa, udah mijitin sama beliin mobil,tambah saaayaaang deh. Dadah, gue balek kelas ya"
Pamit adellia lantas mengacir meninggalkan auksa yang tercenggang. Auksa mengusap pipi kanannya ,lantas senyum kecil tersungging pada bibirnya.
__ADS_1