TAHTA SEMESTA

TAHTA SEMESTA
Lo milik gue


__ADS_3

...Nyata tak ingin ku percaya, namun sialnya.........


...Mata lebih dulu melihat, dan lubang telinga lebih dulu mendengar....


...Kamu........


...Berubah menjadi sosok yang tak pernah kuinginkan. "...


...Adelia alexagantara...


...🌜🌜🌜🌜...


Adelia melenguh malas, lihatlah apa yang dilakukannya saat ini. jujur kalau jarinya dari tadi gatal mencakar wajah Juanda yang kelewat tampan. bisa-bisanya pria itu mengganggu waktunya dan menelepon Adelia hanya untuk memandangnya yang sibuk bekerja.


"rambut lo"


"iya lurus kenapa"


"Nggak papa, cuma tanya"


Eugghhhh, gimana Adelia nggak sebal coba. perilaku Juanda benar-benar menguji kesabarannya. Adellia menggeram tertahan, ia menyangga dagunya dengan dua telapak tangan, kedua netranya mau tidak mau menyorot juanda .


" jangan lihat, gue emang tampan "


Adellia mencibir sembari memutar bola matanya, lidahnya keluar mempraktekkan ekspresi muntah. lebih tampan auksanya lah kemana-mana.


"pd "gerutunya tak habis pikir.


"juan, lo suruh gue kesini cuman buat mandangin lo doang? Narsis boleh, tapi nggak kayak gini juga kali"Juanda mengedikkan bahunya Acuh, atensinya masih dalam laporan kerja. beberapa dokumen juga nampak membumbung tinggi di atas mejanya.


"Pak Juanda legarvin fernandita!"


Juanda berdecak terganggu, sejenak ia menatap Adelia mengancam.


"diem, atau lo gue kasih ngerjain ini." Adelia menatap Juanda marah, ia melayangkan tinjunya karena kesal , sayangnya kepalan tanganya hanya mampu berhenti di udara. ia masih cukup sadar untuk tak meninju bosnya sendiri. apalagi melihat Reza yang tatapannya menembus tulang-tulangnya. Adelia bergidik, merasa risih ditatap sedemikian menakutkanya oleh reza,.Juanda memilih tak peduli dengan reaksi berlebihan bawahannya juga layangan tinju Adelia. Ia memilih sibuk mengalihkan pandang dari laptop ke berkas yang bertumpuk lantas mengerjakannya secepat yang ia bisa.


"Juanda" panggil Adelia sekali lagi.


Juanda masih saja diam, tangannya bergerak lincah mengetik.


"lo ada hubungan apa sama pemilik  PT Dewanta group?" Adelia terkejut, Gadis itu mengerutkan alisnya tak mengerti. Juanda yang menyadari tak ada tanggapan, mengalihkan atensinya ke Adelia yang sibuk berpikir.


"gue tanya"


"gue nggak paham apa yang lo tanyain. "Juanda mengusap wajahnya kasar ,ia menatap Adelia penuh selidik.


"lo ada hubungan apa sama pemilik dewanta Group?"


"nggak kenal tuh, nggak pernah denger juga"


"za "


Reza mengangguk takzim, laki-laki dengan pakaian formal  itu menyodorkan beberapa foto ke Juanda. kertas yang tak mampu adellia intip karena terhalang banyaknya tumpukan dokumen.


"nih" Adelia berjengit, ia menatap bingung tangan Juanda yang menyodorkan foto tersebut kearahnya dengan gambar orang yang familiar di matanya.



Ini kan foto auksa? Kenapa juanda memberikan foto ini kepadanya?

__ADS_1


"kenapa sama auksa? "


"pemilik PT dewanta Group"


"haaa! Lo gila !nggak usah bercanda deh, "ujar adellia tak percaya, ia mengakhiri kalimatnya dengan kekehan sumbang.


"lo bisa liat yang lainnya lagi"


Adellia meneguk ludahnya kasar,ia melirik lembar demi lembar foto yang berada dalam genggamanya. auksa mempunyai perusahaan? PT dewanta group lagi! Hahaha, mana mungkin gue percaya?


Namun adellia tiba tiba tersentak, namun hal itu bisa saja terjadi kan? Tapi bukankah auksa masih sekolah, hal itu tentu terasa tak mungkin! Ahh, seharusnya adellia menuruti perintah juanda ketimbang bergelut dengan pikiranya sendiri. Lantas tanpa berlama lama lagi, adellia segera menilik foto berikutnya.






Cukup! Adellia tak mampu mengelaknya lagi, bukti buktinya sudah terlalu banyak. Adellia pun menyodorkan foto tersebut ke arah juanda lantas menghembuskan nafasnya kasar,


Apa mungkin pakaian tertutup  yang sering dipakai auksa adalah seragam formal khusus perusahaan pria itu.?


"gimana sih tu cowok, punya usaha gede kek gini kenapa nggak bilang bilang. "


"Ck, saingan sama satu sekolah aja gue udah berasa nggak kuat, apalagi kalau harus saingan sama mbak mbak bahenol di luaran sana,issh! "


Gerutu adellia memelas, posisi duduknya melorot. Adellia mendadak merasa tak bersemangat.


"lo siapanya?" adellia melirik juanda malas, sebenarnya ia sedang tak ingin menanggapi, namun mau bagaimana lagi.


" gue pacarnya "


"Kapan?" tanya Juanda penuh penekanan, Adelia diam. Ia masih mencerna pertanyaan Juanda yang kelewat singkat.  Juanda berdiri dari duduknya , ia membungkukkan badannya sedikit lantas menatap Adelia  tepat pada bola matanya.


"gue peringatin, jangan deket-deket, gue nggak suka lo khianatin perusahaan Gue lewat jalan seperti ini"adellia mengerjab, tatapanya seakan terkunci pada bola mata juanda yang hitam kelam.


"intinya, gue nggak suka lo sama dia. lo milik gue dan seterusnya tetap jadi punya gue "ujar Juanda tanpa memperhatikan adellia yang terdiam tergugu.


******


Adelia memarkirkan mobilnya penuh gelisah. Pelan, ia membuka pintu lantas keluar dengan pandangan kosong menerawang. Kata-kata Juanda mengusik ruang pikirnya. akhir-akhir ini ia kerap memaksa otaknya berpikir lebih keras dari biasanya.


"Apa maksudnya?" ujarnya bergumam lirih sambil memasukkan kunci berbandul kartin jongkook ke dalam tas punggungnya. Adelia yang terburu-buru karena panggilan Juanda , tak sempat mengganti seragam sekolahnya .hah, adellia lelah berpikir seharian ini. Sudah semestinya kasur berwarna pink miliknya jadi tempat ternyaman untuknya melepas penat.lantas,adellia melangkahkan kakinya pelan,ia masih merasa takut harus bertemu dengan sinta mamanya. Bagaimanapun juga ia masihlah seorang anak yanh seharusnya berbakti terhadap orang tuanya.


Tap


Tap 


Tap


Langkah adellia terhenti. Ia masih merasa enggan untuk sekedar masuk ke rumahnya sendiri. Didepanya berdiri kokoh pintu bercat putih gading, adellia meneguk ludahnya kasar sebelum memegang pintu untuk segera membukanya, dalam hati ia merapal berbagai macam do'a, tuhan, jangan pertemukan adellua dengan sinta dahulu, hatinya belum cukup kuat akan hal itu.


Ceklek


Mata Adelia melebar, dadanya berdentum dua kali lebih cepat. Tanpa mampu ia hindari setumpuk air membendung pada matanya. Pandangannya yang mengabur tepat bertubrukan pandang dengan bola mata warna coklat teduh yang begitu dirindukannya. lelaki paruh baya yang selalu ia lampirkan namanya lewat doa serta salat. Dan lelaki yang tak pernah terlihat pergi bayangnya dari tidurnya juga khayalan panjangnya.


"Papa "

__ADS_1


Gumam adellia pelan, ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Papanya kembali menginjak kaki di rumah.


"Papa!" Adelia berlari menghampiri si pria. Alve yang mengerti dengan senang hati merentangkan kedua tangannya.


Adelia memeluk Alve erat, ia bahagia. sungguh bagaimana ia mampu mendeskripsikan rasa haru yang menguasai hatinya. Alve pun begitu, laki-laki dengan kemeja putih merk canali itu tak mampu membendung rasa rindunya yang teramat sangat terhadap putrinya. Walau saat di pesta ia mampu menyapa adellia, namun ia tak leluasa berbincang dan meluapkan rasa.


"Pa, ini beneran papa kan?" Alve mengangguk, sesekali ia mencium pucuk kepala adellia penuh perhatian.


"Papa mau balik ke rumah Ini dan tinggal sama Adel lagi?  Kita perbaiki semuanya pelan pelan pa, sama mama, adel kangen papa yang dulu,keluarga kita yang lengkap" Alvie terkejut, tetapannya yang semula berbinar berubah sendu.


"maaf Adel, Papa nggak bisa "  ujar Alve lirih menahan sakit hatinya. Air mata Adelia menitik tanpa permisi.


"Papa masih sayang kan sama Adel"


Alve mengangguk berkali-kali. Mau ditanya sebanyak apapun Ia tetap menjawab iya. ia menyayangi Adelia putrinya ,teramat sangat.


" Kenapa Papa nggak mau lagi balik jadi pelengkap rumah ini kalau Papa masih sayang sama Adel? " tanya Adelia dengan suara bergetar.alve  Memeluk adellia semakin erat. Hatinya hancur mengingat kalau ialah yang merusak segalanya. Apalagi ketika mendengar nada putus asa Adelia yang tak pernah ia harapkan sebelumnya.


" maafin Papa " gumam Alve berkali-kali, Jika ia boleh memilih, ia akan membuat keputusan memperbaiki semuanya. Namun Sinta terlanjur kecewa, ia dengan tega menghancurkan hati seorang wanita yang menempati tahta tertinggi di hatinya.


" maafin papa Adel " Alve terisak, air matanya meluncur begitu saja. Kali ini ya tak bisa berpura-pura menjadi sandaran paling kuat bagi putrinya. dunianya hancur, asannya juga ikut melebur bersamaan keputusan istrinya yang memaksanya pergi.


" apa-apaan!!! "


Alve dan Adelia tersentak, sinta yang baru saja datang sigap memisahkan mereka. Adelia menatap mamanya nyalang, ia benar-benar tak suka.


" apaan sih Ma "! sentak Adelia benci, tangannya erat menggenggam pergelangan tangan Alve yang bergetar.


" Ngapain kamu ke sini!? "Sinta marah . Ia bahkan tak menghiraukan tatapan Adelia yang tak biasanya tertuju untuknya.


" Aku cuma mau lihat Adel Sin "ujar Alve lembut, namun perkataannya malah memancing emosi Sinta semakin tinggi.


"alah alesan. Pergi!! jangan pernah injak kaki kamu di sini lagi! "


Nafas Alve terdekat, ia menatap sinta sendu. Ia tak menyangka akan mendapat pengusiran seperti ini. sedang adellia, gadis berseragam itu memilih bungkam. Tangannya terkepal menahan kebencian yang teramat sangat. Sinta yang lembut telah mati ,yang kini di depannya bukanlah mamanya. Jujur saja kalau adellia pun begitu jijik mengakuinya.


" dengerin penjelasan aku dulu Sin "


" kamu mau aku dengerin bualan kamu lagi Mas, Jangan harap! aku  muak lihat muka kamu, pergi!!"


Mata Sinta memerah, jari telunjuknya mengarah pintu yang masih terbuka lebar. Alve mengusap air matanya kasar, bukan tanggapan seperti ini yang diharapkan olehnya. Pelan ia melepas genggaman tangan Adelia lantas mendekat ke arah sinta yang berderai air mata.


" aku mohon dengerin aku dulu Sin "


Dengan sigap sinta menepis kasar tangan Alve yang berniat menyentuh kedua bahunya.


" pergi Mas! pergi! "teriaknya kalap.


" maafin aku Sin "


"pergi!"


" Sin dengerin aku, maafin aku. aku nggak mau kamu seperti ini "


" pergi kamu! "


Ujar Sinta mendorong Alve menjauh.


"sin--"

__ADS_1


Sinta marah. rasa muaknya membuncah di hatinya. Sinta menatap Alve garang , tangan kanannya melayang bersiap menampar.


Plakkkkk!!!


__ADS_2