
...๐๐๐๐...
...Kamu berhasil mengusikku entah lewat mimpi yang kelabu atau lewat kenangan yang hilang kata dari hari biru, ingin mengusirmu pun aku tak mampu....
...Biar ......
...Biar ku kenang rasa sakit itu...
...Lewat sosokmu juga kehadiranmu yang nampak semu....
...ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย Juanda...
...๐๐๐๐...
Cuaca cerah berhias awan seputih kapas tampak indah dipandang. Angin sepoi sepoi membuat sejuk ketika menjamah tubuh. Rumput bergoyang tenang, suara burung berkicau tak luput turut andil melengkapi suasana.
"auksa "
Si kecil auksa berhenti dari aksi berlarinya, kepalanya menoleh ke sumber suara, begitupun dengan bocah cilik yang lebih tua satu tahun darinya. Disana, sosok dewanta berjalan tenang menghampiri.
"kenapa pa ?"
Tanya auksa terheran kepada dewanta, dewanta Rios Alfadiaraga, pengusaha sukses dengan nama yang melambung di berbagai media menyunggingkan senyum kecil. Tangan kekarnya menumpu pundak auksa sambil mengatur posisi jongkok.
" ikut papa ya"
" ke mana? "
Dewanta memasang senyum hangatnya, kedua netranya menatap auksa yang masih nampak menggemaskan dengan pipi cubbynya.
" jalan-jalan"
Auksa kecil berteriak girang, kepalanya menggangguk antusias.
"juan gimana pa?,kakak kan juga mau ikut "
Auksa menoleh, Dewanta pun sontakย mengalihkan atensinya. Juanda legarvin fernandita, bocah berponi sedikit panjang dengan baju bergambar spiderman itu menghampiri ayah dan adiknya. Tangan mungilnya menarik baju dewanta dengan memasang sorot mata berharap.
"ah, juan temenin mama aja dirumah"
Ujar dewanta mengusap kepala Juanda sayang.
"kok gitu sih pa. Auksa kan juga pengen kak juan ikut. Nggak asik kalok main sendiri tahu"ungkap auksa kepada dewanta.
"terus mama sama siapa dong di rumah?"
"yaaa mama diajak juga dong"
__ADS_1
Dewanta menyentil hidung auksa lembut.
"pinter banget anak papa jawabnya. Mama lagi capek jadi nggak mau ikut."
Auksa dan juanda melenguh kecewa.
"kak juan temenin mama dulu ya, besok gantian sama auksa,papa janji deh nanti bawain es krim paddle pop"
"ahhh ~ tetep pengen ikuut"
"juan mau ikut papa, yaaa paa?"mohon juanda memelas, namun dewanta tetap saja menggeleng menanggapi.
"giliran, kakak udah besar kan? "
Mau tak mau juan kecil mengangguk.
"kalok gitu harus ngalah dong sama adiknya, nggak malu masih gendolin papa kek gini? "
Juanda cemberut. Namun tangan mungilnya segera melepas ujung kaos dewanta walau tak ikhlas.
"ya udah juan mau ngalah, tapi entar janji loh ya bawain es krim yang banyak"
"iya papa janji"
Ujar dewamta mengusap surai hitam legam juanda.
"ayo auksa, berangkat"
"dadah kak juan, nanti auksa beliin es krim, jangan marah yaa"
"iya, "
"papa sama auksa pergi dulu kak, dadah"
Pamit dewanta lantas pergi bersama auksa yang berada dalam gendongannya.
Brakkk!!
Juanda terkejut, refleks tanganya menutup bingkai foto yang mrngingatkannya pada masa lampau. Sejenak juanda mengusap wajahnya, lantas mendongak hanya untuk menemukan adellia yang nampak berantakan.
"hah... Hah.. Hah..cuman... telat... lima menit doang.. kan... Ya allah, capekk.. banget..pokoknya... Nggak ada.. hukum.. hukuman.. loh... Yaaa"
Adellia mengusap peluhnya yang sebesar jagung, ia melempar tas punggungnya asal, lantas dengan tak tahy malu duduk berselonjor di atas keramik.
"hah.. Hah.. Capek gue "
Ujarnya masih mengatur nafas sembari tidur telentang. Adellia menatap atap kantor lamat lamat,jantungnya masih berdentum tak terkendali.
__ADS_1
"hah... Btw nih, pekerja lo ada berapa sih...mau naik lift aja pake nunggu seabad.. Mana antriannya banyuaaak banget lagi kayak antri sembako"
"sial banget deh gue. Punya bos nggak punya hati,demen nyuruh gue kesana kemari,masih maksa juga buat tepat waktu. "
"lo telat"
Adellia mendelik hendak memprotes, namun ia terlalu lelah. Adellia lebih memilih tak peduli, dan tetap meneruskan tidur telentang. Sensasi dingin menjamah tubuhnya karena keramik kantor.
"pokoknya gue harus dicap tepat waktu. Titik nggak pake koma. Gue nggk mau tahu"
"lagian cuman lima menit doaaangg bos juaaan, lima menit nggak bakal bikin perusahaan anda gulung tikar mendadak"
Nafas adellia masih belum teratur,enak aja dia dianggap telat, padahal, adellia sudah capek capek naik pake tangga karena antrian lift yang bejibunnya nggak kira kira.
"itu seragam lo kenapa? "
Adellia mengarahkan bola matanya kebawah. Ahh yang ini,
"gapapa"
"kok kotor? "
Adellia menaikkan telapak tanganya,bentar-bentar, adellia bahkan harus menyiapkan tenaga ekstra untuk sekedar menjawab.
"gelinding di got"
Hah?! Juanda melongo di tempatnya, ini maksudnya gimana?
"gara gara lo sih! Coba aja kalok lo nggk paksa gue, pasti seragam gue masih sehat walfiat "
"kok gue? "
"lo kan yang buat gue buru buru"ujar adellia emosi, sejenak, ia duduk hanya untuk menatap juanda sengit, lantas merebahkan badannya lagi tanpa malu.
"lo beruntung ya juan, hari ini gue nggk mood marah marah. Awas aja nanti"
******
Auksa mengusap wajahnya kasar. Kedua netranya menatap pantulan wajahnya di cermin toilet, kemana adellia pergi? Kenapa cewek itu terburu buru?
Lagi dan lagi auksa menghela nafasnya, pelan ia meraih ponselnya di saku seragam. Jari jari auksa lincah mengetik, namun di detik selanjutnya ia hapus lantas terdiam bisu. Kenapa auksa harus khawatir?
Auksa mengacak surainya, sial!adellia terlalu ahli membuatnya kebingungan seperti ini.
Ting!!
__ADS_1
Akhirnya auksa memutuskan untuk mengirim perintah ke anak buahnya, jujur saja ia terlalu gengsi untuk menanyakan hal itu ke orangnya langsung.
Sejenak, auksa merapikan surainya lantas keluar dari bilik toilet.