TAHTA SEMESTA

TAHTA SEMESTA
Arms smuggling


__ADS_3

Arms smuggling, yang biasa dikenal sebagai penyelundupan senjata api. Seorang pria berumur sekitar 25 tahun menatap pemuda yang lebih muda darinya. Pemuda tersebut menatapnya Intens, kedua netranya penuh akan serat kelicikan.


"Jack Raynond, "


Pemuda itu terkekeh, dia meneliti kertas yang berada pas dalam genggamannya lantas berdiri dari duduknya. Langkahnya mantap menghampiri pria yang masih terpaku di tempatnya. Mata pria itu menyorot was-was.


" Cabut kesepakatan lo sama PT Dewanta Group. " Raynond meneguk ludahnya. Dia sudah tahu sekarang, orang di depannya ini tentulah musuh perusahaan Auksa seperti dirinya. Bedanya, Raynond memilih mengakhiri semuanya dengan syarat Auksa mampu membuka jalur perairan sekitar Thailand yang akan ia jadikan jalur pengangkutan senjata ilegal. Beberapa minggu lalu pemilik nama Alfadiaraga itu juga sudah menyanggupinya. Raynond tak bodoh, rasa dendamnya dengan keluarga Auksa yang juga berasal dari sebuah Fernandita tentu saja membakar api pembalasan dendamnya. Tapi kenyataannya, dia yang selalu saja melawan akan berakhir kalah lantas melarikan diri. Bisa-bisa dia yang akan mati duluan sebelum berhasil menyalurkan rasa dendamnya. Raynond tidak punya pilihan lain, dia harus menerima semua ini dan berlagak jadi rekan kerja yang baik untuk sementara waktu.


" gue bisa nawarin hal yang lebih besar daripada Pak Legarvan. "


Raynond tercenggang mendengar hal itu. Dia merasa tergiur, namun sepenuhnya sadar kalau ia tak bisa keluar dengan begitu mudahnya. Raynond sudah terikat perjanjian dengan Auksa, psikopat satu itu pasti tidak akan membiarkannya bernafas lega barang sekali. Apalagi keganasan penerus Alfadiaraga sudah dikenal di beberapa negara, bukan hanya Dewanta Rios Alfadiaraga yang mampu mengguncang dunia hitam, namun juga Auksa Legarvan Alfadiaraga, pemilik sekaligus pewaris sah PT Dewanta Group. Lebih mengejutkannya lagi, pemuda yang masih bau kencur menurut Raynond itu, secara sempurna mampu menduduki posisi perekonomian dalam tingkat tertinggi. Auksa bukan sembarang orang yang bisa dia sepelekan.


" Raynond, Raynond, saya tahu, anda membenci keluarga Fernandita kan,? "


Nafas Raynond tercekat, dadanya bergemuruh keras. Bahasa sang pemuda yang berganti formal menambah aura dingin begitu pekat terasa. Apalagi sunggingan senyum yang tercetak miring pada bibirnya menambah ketegangan dalam ruangan.


" Apa yang anda maksud? "


Tanya Raynond was-was. Seingatnya, masalah keluarga Fernandita hanyalah dua kubu yang mengetahui. Berita itu tetap aman dan tidak tersebar luas karena Aldric Adoraga Fernandita telah memblokir semua kebenaran. Raynond mengepalkan tangannya, darahnya terasa mendidih hanya dengan mengingat sepenggal nama bertuliskan Aldric.


"Anda tidak perlu takut Raynond. Keamanan di perusahaan saya tidak bisa dibobol. Pak Legarvan juga tidak akan bisa mengambil informasi apalagi mencuri dengar isi pembicaraan kita."


" Saya masih belum mengerti apa yang anda maksud Pak, karena masih ada urusan lain, saya pamit undur diri. Anda bisa menghubungi saya lagi di lain waktu. "


Ujar Raynond menahan amarahnya sembari berdiri. Dia tidak mau berurusan dengan orang yang nampak berbahaya lagi. Cukuplah Auksa yang bisa mengancam keselamatannya, tak perlu menambah beban yang baru.


" Bukannya Jack generasi pertama mati dengan kasus yang luar biasa memalukan? "


Raynond mematung, telinganya berdenging.


"Rehan Aridharma bukan? Beberapa tahun silam, pernah ada kasus menyangkut keluarga sedarah anda. Penjualan organ dalam ilegal, perebutan kekuasaan direktur, masuk kedalam penjara dua tahun berturut, dan-"


"Apa yang anda inginkan?"


Potong raynond, pemuda yang tengah duduk sembari menyilangkan kakinya terkekeh kecil.

__ADS_1


" you join me and become my subordinate. that is it."


"Lantas apa yang saya dapat nantinya? "


Pemuda itu tergelak keras. keqdua netranya menatap Raynond serius.


" Anda bisa leluasa membalaskan dendam anda. "


" Saya sudah menyerah akan hal itu. "


"Really? "


Tanya si pemuda dengan sorot tak percaya. Raynond menepuk jasnya berniat segera pergi.


" Andrean Breekano sudah resmi saya rekrut beberapa hari lalu. Kelompok K Flow sudah sudah terpecah belah tanpa anda ketahui. Apakah anda masih mau menolaknya Raynond? "


Raynond menghentikan gerakanya lantas membuang nafasnya berat, pantas saja Andrean tidak terlihat batang hidungnya, jangan bilang kalau Candra juga melakukan hal yang sama.


"Anda benar, kami juga merekrut Recandra Brancoft bersamaan dengan direkrutnya Andrean. "


"Mereka masih diawasi. "


"Saya tahu,"


Raynond mengerutkan alisnya, lantas mengapa pemuda di depannya begitu yakin merekrut dua orang tersebut kalau tahu resikonya akan begitu besar?


"Saya punya alasannya sendiri. "


Ujar si pemuda penuh wibawa, Raynond mengangguk berlagak mengerti.


" Anda sudah mempersiapkan apa yang anda tawarkan kepada saya sebelum berniat merekrut kan? "


" Jangan khawatir akan hal itu raynond, saya sudah memikirkannya jauh-jauh hari. Saya akan memberi anda akses menjual senjata api secara bebas. Bukan hanya jalur Thailand saja yang bisa saya tawarkan kepada anda, namun Malaysia, Indonesia, serta Filipina juga bisa anda dapatkan sekaligus. Kalau perlu, anda juga dapat menyelundupkan barang dagangan anda melalui lintas batas negara dan membidik keuntungan besar di pasar Kamboja, Myanmar dan Filipina."


Raynond menelan ludahnya susah payah. Ternyata perekrutan menyangkut dirinya sudah dipersiapkan begitu matang. Bayangkan saja apa yang bisa dia dapatkan dengan akses seluas itu.

__ADS_1


" Anda bisa mendapatkan apa yang anda mau dengan bergabung dengan saya, bagaimana Jack Raynond? penawaran saya hanya berlaku satu kali loh, "


Raynond memejamkan kedua matanya. lantas menyodorkan tangan kanan.


" I will join. "


Pemuda di depannya lekas menyambut dengan ekspresi puas.


"Good choice raynond. I make sure you won't regret it."


Ujarnya seraya melepas jabatan tangan lantas melambai ke arah anak buah yang berdiri di pojok ruangan.


" Berikan. " Ucapnya lalu tanpa disuruh dua kali anak buahnya memberikan pil kecil berwarna putih kearah Raynond.


" Itu adalah syarat yang harus anda patuhi sebelum bergabung dengan saya."


Raynond menatap benda kecil diatas telapak tangannya tersebut dengan tatapan ngeri, pikirannya langsung berkelana jauh.


" Anda sudah menyetujuinya tuan Raynond,"


Ujar Pemuda tersebut memperjelas. Raynond menelan ludahnya lantas memasukkan obat tersebut ke dalam mulutnya.


"Bagus, "


Pemuda itu menyerigai tatkala dirasa Rainond telah menelan obat pemberiannya. Tangannya mengadadah ke arah anak buahnya, sigap saja anak buahnya memberikan tablet kecil kepadanya.


" Anda sudah resmi menjadi anak buah saya sepenuhnya. Saya akan menuruti apapun yang anda inginkan, tapi anda juga harus melaksanakan semua hal yang saya perintahkan, satu pantangan yang harus anda ingat, "


" Anda tidak boleh membocorkan informasi sekecil apapun hal tentang saya, "


Ucap si pemuda membalik tabletnya ke arah Raynond agar pri itu mampu melihatnya. Background layar hitam tertera, di tengahnya terdapat titik merah kecil.


" Anda lihat, alat saya sudah melekat di lambung anda, apa yang anda bicarakan, apa yang anda rencanakan, dan apa yang akan anda perbuat akan tercantum dalam tablet saya. Sekali anda melanggar apa yang saya perintahkan, saya tak akan menjamin anda akan selamat. "


" Anda akan selalu saya awasi, tanpa berhenti, sebagai tambahan, saya akan memberitahu anda karena anda dengan sukarela bergabung. Pil yang telah anda telan adalah bom yang dirancang khusus oleh perusahaan saya. Anda tak perlu takut, bom tersebut tidak akan bekerja dan meledak kalau saya tak mengizinkannya. "

__ADS_1


Raynond mendelik, tubuhnya merinding tanpa ia minta.


" Anda sudah tahu semua resikonya tanpa saya beritahukan? Saya harap anda bisa menjadi bawahan yang patuh. Sekarang Anda boleh keluar. "


__ADS_2