
...🌜🌜🌜🌜...
...Gimana gue bisa lupain lo del,kalau tingkah lo aja dorong gue buat lebih kuat berjuang lagi....
...🌜🌜🌜🌜...
Desau angin menerbangkan anak rambut adellia yang terlepas dari ikatan. Adellia menyentuh gelang auksa pelan, kata kata cowok itu masih menguasainya sampai sekarang. Hah, adellia menutup kedua matanya rapat rapat,
benar!mungkin saja ia sudah mencintai pria bernama auksa legarvan alfadiaraga. Terbukti sudah kalau pikiranya masih saja berkelana ke arah cowok itu. Adellia menggigit bibirnya, kedua netranya menyorot mobil merah miliknya yang tak lagi enak dilihat. Kata kata pedas memenuhinya,tumpukan sampah mengotori jendelanya. Semenjak ia mengklaim auksa sebagai miliknya, siswi SMA sanjaya tak main main lagi dalam hal mengganggunya. Adellia mendesah berat, kalau sudah seperti ini ia kebingungan bagaimana caranya pulang nanti.
"pulang sama gue aja" Adelia menoleh, matanya menangkap tangan Dion yang menepuk pundaknya dengan ekspresi datar.
" sekarang enggak, nanti aja gue lanjutin marahnya "
Tanggap Dion sembari menaiki motornya, lantas memasang helm full face yang bertengger pada kaca spion ke kepala Adelia.
" Emang marah bisa ditunda gitu ya Yon? "ujar Adelia menatap Dion aneh, yang ditatap hanya menaiki turunkan bahunya acuh.
" maybe " jawab Dion sekenanya, lantas tatapannya tertuju ke arah Adelia lagi.
"Kenapa masih di situ sih, udah buluk entar tambah buluk lagi"
Adelia mengerucutkan bibirnya sebal. Tak ikhlas ia menaiki motor Dion dibantu Papahan cowok tersebut. Dion terkekeh kecil, hal itu tentu menambah ketampanannya. sayangnya Adelia yang tengah menggerutu tak punya keberuntungan melihatnya.
"gak usah manyun"
Adelia kukuh menambah senti pada bibirnya, bahkan bibir atasnya terasa menyentuh bawah hidung. serta merta Dion menurunkan helm Adelia, jujur saja dia merasa gemas dengan pipi Adelia yang menggembung.
" sumpek tahu! "
"udah panas, sumpek, gerah hati, gerah body, gerah pikiran, ck, banyak gerahnya gue hari ini."
Dion memakai sarung tangannya pelan , matanya melirik Adelia yang tak lagi terlihat wajahnya.
"kenapa?"
" si kapten basket buat ulah sama lo?"
tambah Dion membuat Adelia menggeleng. Mendadak suasana hatinya kembali murung, Adelia mengingat kembali kata-kata yang diucapkan oleh auksa.
"cowok ada banyak Adel. yang suka sama lo juga nggak cuman satu. kalau lo ngerasa nggak nyaman sama auksa, lo tinggal putusin Sebelum terlambat."
gue juga suka sama lo Adel, gue siap jadi sandaran pertama buat lo. Jadi pelarian pun gue nggak masalah adel,
Sayangnya kalimat Dion berhenti di kerongkongan. Dion menggenggam erat setir motornya. Kedua mata Dion menatap Adelia yang terdiam bisu dari kaca spion. Ia memang lebih memilih sahabat daripada berani mengungkapkan perasaannya, namun ia tak tahu kalau keputusan yang dipilihnya akan menyakiti lubuk hatinya begitu dalam.
"lo ngakuin kecantikan gue sekarang yon!. Alhamdulillah! udah nggak homo ya lo. kemarin-kemarin mata lo kenapa?? sliwer? oh,atau lagi rebes, eh nggak beres maksudnya, lagi banyak kotoran misalnya. Akhirnya lo balek waras lagi. "
ujar adellia sembari menepuk bahu dion ala bapak-bapak Pos ronda.
Dion mendengus malas , adellia memecah lamunannya dengan kalimat unfaedah.
"nggak usah ngebacot mulu. Pegangan kalau nggak mau terbang"
Adellia tertawa keras-keras lantas menutup mulutnya dengan tangan tatkala dion menatapnya tajam, lantas tanpa dua kali disuruh adellia segera melingkarkan kedua tanganya di perut sahabatnya.
"jangan marah lama-lama ya yon, gue nggak tahan" ujar Adelia bergumam sedang Dion merasakan tubuhnya yang membeku.
Gimana gue bisa Buang jauh perasaan gue Del, kalau elo aja perlakuin gue kayak gini.
Batin dion gundah. lantas, tanpa menunggu lagi Dion menjalankan motornya meninggalkan area sekolah. Urusan mobil Adelia, ia bisa menyuruh Pak Maman sopir rumahnya.
__ADS_1
******
Sinta tersenyum manis lantas menyeruput kopinya sepelan mungkin. Wanita di depannya membalas senyuman Sinta dengan lengkungan formal. Sedang lelaki di sampingnya menatap sinta intens.
"Je l'offre encore une fois à Mme Sinta. l'occasion ne se présentera pas deux fois. mais toujours gentil avec toi"
saya menawarkan hal ini sekali lagi Nyonya Sinta. kesempatan tak akan datang dua kali. tapi saya masih berbaik hati terhadap anda
Sinta menarik nafasnya dalam, Atmaraja membawa desainer terkenal yang berada di paris. karyanya bahkan merambah ke berbagai kalangan sosialita. Namanya terpampang indah di berbagai media. Mademoiselle Michelle Caroline, perempuan muda yang berhasil meraih banyak penghargaan karena hasil usahanya.
"désolé Mademoiselle, j'ai encore refusé."
maaf mademoiselle(panggilan untuk perempuan yang belum menikah) saya kembali menolaknya
Tolak Sinta sopan sekali lagi ,hal tersebut mampu membuat michelle menatap wanita di depannya heran. Penawaran semacam ini bukankah begitu menggiurkan dan diimpikan hampir seluruh desain untuk di muka bumi. ketika karya kita dipakai model terkenal pantas dipamerkan secara anggun dan berkelas. ketika tepuk tangan meredam betapa lelahnya kita mengukir sketsa di atas kertas, dan ketika lampu kamera menyerot wajah kita yang tengah berbangga. Apa yang dikatakan wanita di depannya ini? apakah dia tak punya sedikitpun niat untuk melanjutkan proses bisnisnya sampai mendunia, jawabannya begitu mantap tanpa ragu sedikitpun.
"tu es sérieux?"
anda serius?
"Oui mademoiselle"
Ya, mademoiselle
Michelle menghela nafasnya berat, sebenarnya ia merasa sayang kalau orang semacam sinta disia-siakan bakatnya begitu saja.
"lo beneran mau lepasin impian lo segampang itu sin! "
Suara Atmaraja berhasil mengalihkan atensi Michelle dan sinta, mereka menatap Atmaraja yang tengah menahan rasa kesalnya.
"lo juga harus pikirin diri lo sendiri sin"
Ujar atmaraja , Sinta mengukir senyum di bibirnya, tangannya meraih kopi lantas menyeruputnya lagi dengan postur anggun.
atmaraja meraih tangan Sinta lantas menatap kedua mata sinta lembut.
"Sin, gue tahu kalau lo perempuan baik-baik. lo cukup lurusin segala hal yang buat anak lo marah."
"nggak segampang itu Atma,"
Jawab sinta cepat. Atmaraja tak berada di posisinya jadi dia tak tahu apa yang dirasa sinta kali ini. Atma menghembuskan nafasnya lelah.
" gue nggak bisa biarin lo nyerah sekarang sin"
"lo nggak berhak urusin hidup gue Atma"
Atmaraja menggeram tertahan , rahangnya mengeras tanpa permisi.
" Atma "
Atma mengepalkan tangannya erat, panggilan halus dari Sinta malah membuat amarahnya semakin memuncak.
"lo tahu semua hal tentang gue selain Alve "
Atma memijat pangkal hidungnya, lantas menatap michelle yang berada tepat di sebelahnya.
"Donnez à Sinta le temps de réfléchir à cette offre, Michael, je ne veux pas qu'il gaspille son talent."
Beri waktu buat Sinta untuk memikirkan penawaran ini michael, gue nggak mau dia sia-siain bakatnya.
Ujar Atmaraja membua michella mengangguk pelan. wanita berumur kisaran tigapuluh tahun itu segera merogoh tas kecilnya lantas mengeluarkan benda kecil yang sering disebut sebagai kartu nama.
__ADS_1
" Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM),vous savez, ils ne choisissent que des gens avec du potentiel, si vous ratez ça, vous ne le regretterez pas madame sinta ? L'inscription n'est ouverte que deux fois par an, le mois prochain est la date limite finale, vous n'avez pas besoin d'être évalué car je le soumettrai."
Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM),
anda tahu kan, mereka hanya memilih orang-orang berpotensi,kalau anda melewatkan hal ini apakah anda tak akan menyesalinya nyonya sinta? Pendaftaran hanya dibuka dua kali dalam setahun, bulan depan menjadi batas waktu terakhir, anda tak perlu dievaluasi karna saya yang akan mengajukan.
"Vous pouvez également ouvrir votre propre showroom, organiser un défilé à Paris en dehors de la semaine de la mode, ou pendant la Fashion Week de Paris, mais cela ne fait pas partie de l'officiel (hors calendrier) madame sinta, personne ne veut gâcher cette opportunité."
Anda juga bisa membuka showroom sendiri,mengadakan show di Paris di luar waktu fashion week, atau selama Paris Fashion Week berlangsung namun bukan bagian resmi (off-schedule)nyonya sinta, tak ada yang mau menyia nyiakan kesempatan ini.
"vous pouvez m'appeler à nouveau Mme Sinta, je pense que je vois, vous pouvez devenir une grande personne dans un proche avenir. Je suis également d'accord avec Atma. Je ne veux pas juste te laisser partir."
anda bisa menghubungi saya lagi Nyonya Sinta, menurut yang saya lihat, Anda bisa menjadi orang besar dalam waktu dekat ini. saya pun juga sependapat dengan Atma. saya nggak mau melepaskan Anda begitu saja."
Katanya sembari menyodorkan kartu tersebut ke arah Sinta, Sinta terdiam bisu, sejenak ia menatap kartu tersebut lantas dengan ragu segera meraihnya.
"merci mademoiselle"
terimakasih mademoiselle
Michelle tersenyum kecil, kedua matanya menyempit, membentuk dua sabit indah. Tak ada lagi senyum formal yang mampir di wajahnya.
"atma m'a tout dit sur toi, je n'ai vraiment pas le droit de m'en occuper, mais j'ai le droit d'en parler. C'est à toi de décider si tu veux l'écouter ou pas"
atma sudah menceritakan segalanya tentang anda, Saya memang tak berhak mengurusi, namun saya punya hak untuk bicara. Terserah anda mau mendengarkannya ataupun tidak
Ujar Michelle halus, sinta menatap Atma minta penjelasan, sedangkan yang ditatap hanya berdehem singkat sembari memalingkan wajahnya.
"Everyone has their own problems, and they like it or not have to solve these complicated things. maybe going to paris can make your heart a little better, I don't mean to tell you to run away from problems, because maybe working with work is the most appropriate choice some people always do that, right?”
Semua orang punya masalahnya sendiri, dan mereka mau tidak mau harus memecahkan hal pelik tersebut. mungkin pergi ke paris bisa membuat hati anda sedikit membaik, bukan maksud saya menyuruh anda untuk melarikan diri dari masalah, karena mungkin saja bergelut dengan pekerjaan adalah pilihan paling tepat. sebagian orang selalu melakukan hal tersebut kan?
Kata Michelle dengan logat Inggrisnya yang terdengar fasih, Michelle terkekeh di akhir kalimatnya,
"Je pense que je vous ai vraiment dit de fuir tout ça, Miss Sinta hhahhaha"
"kesannya saya benar-benar menyuruh Anda lari dari semua ini ya nona Sinta hhahhaha "
Suasana hening, Sinta menatap michelle bingung, begitupun dengan atmaraja. Hal tersebut tentu saja membuat Michelle salah tingkah. perempuan berumur sekitar tigapuluh itu berdehem singkat untuk menormalkan ekspresinya.
"ah no, looks like I'm too excited"
ah tidak, Sepertinya saya terlalu bersemangat
Sinta tersenyum tulus, tangannya meraih tangan Michelle lembut.
"Encore une fois je vous remercie"
Sekali lagi saya berterima kasih pada anda
Michelle mengembangkan senyumnya, dia membalas genggaman Shinta tak kalah erat.
"L'ami d'Atma est aussi mon ami Sinta, vous pouvez réfléchir à la façon de résoudre vos problèmes là-bas."
teman Atma adalah teman saya juga Sinta, Anda bisa memikirkan Bagaimana memecahkan permasalahan anda di sana.
"donne moi un moment"
beri saya waktu
"D'accord, si vous avez décidé, vous pouvez me recontacter."
__ADS_1
oke, Kalau anda sudah memutuskan, Anda boleh menghubungi saya lagi.