TAHTA SEMESTA

TAHTA SEMESTA
Aku sayang kamu


__ADS_3

...Kamu bertanya,...


...kenapa pelangi dan bukan senja?...


...jujur, menjawabnya pun bingung melanda....


...kata-kata kelu terucap dengan rasa luka di dada....


...kamu tahu?...


...senja,...


...iya,...


...aku lebih menyukai pelangi daripada senja....


...karena apa?...


...senja telah memberiku rasa sakit....


...membekasi hatiku dengan luka....


...dan mengisi hariku dengan trauma....


...kamu adellia......


...hadirmu menjadi campuran pelangi....


...spektrum warna yang anehnya bisa bikin langit bangkit kembali....


...jangan pergi,...


...lengkapi kelamnya langit agar bersinar lagi....


adellia mendongak lantas menatap auksa yang juga tengah menatapnya. Dadanya berdesir lembut.


"Kamu mau tahu alasan itu kan Adel? "


adellia memasang senyumnya kecil, lantas berjalan mendekati auksa dengan langkah pelan.


"Aku nggak suka senja lagi Adel. "


Adellia menggeleng kecil. Kedua tangannya menangkup wajah auksa. kedua netranya menyorot kekasihnya dalam.


"Lantas kenapa kalau kamu membenci hal itu sa? Apa aku cukup diam dan biarin kamu membenci senja buat selamanya? Enggak kan sa? Aku bukan cewek yang kayak gitu. "


ujar adellia menyurai rambut auksa dengan jari-jarinya.


"Aku tinggal berusaha lagi ubah konsep itu dimata kamu. Senja itu indah sa, kamu bakalan nyesel kalau benci dia untuk waktu yang lama. "


Adellia tersenyum, tatapannya meneduh.


"kalau dahulu senja telah menutup matamu dengan kelam sehingga tak tahu keindahannya, maka mulai sekarang aku akan berusaha mengubah senja menjadi hal paling kamu rindukan kehadirannya. Buat aku jadi senjamu juga sa, bukan hanya jadi pelangi namun juga menjadi senja yang melengkapi hari. "


cup!


Auksa terkejut. Adellia tiba-tiba saja mengecup pipinya lembut. Perlahan tapi pasti, senyum Auksa terkembang.


"Sa, aku sayang kamu, "


auksa membawa adellia dalam pelukannya. pria itu mengusap rambut adellia lembut.


"Ahhhhh, iri!! mau dong yon! "


Adellia dan auksa tersentak. mereka segera melepas pelukan lantas memalingkan wajah yang merona malu.


"ck, tahu sikon dong tar, "

__ADS_1


adellia mengalihkan atensinya, disana, tepat beberapa meter, ada sosok tari, dion, maganta, dan banyak karyawan yang lainnya.


adellia menatap auksa dengan sorot bertanya, namun yang ditatap malah menaikkan bahunya tanda tak tahu.


"ihh nggak bisa, soalnya gemesh banget gue. kita kapan sih yon kayak gitu. "


Adellia terkikik, rupanya tari belum berhasil menaklukan hati dion.


"astagfirullahalazimmm , ini baju gue gimana coba? kotor kan, "


"astaga ucup, noda kayak gitu kan bisa lo ilangin pake si molto serbaguna. "


tanggap seorang pria yang berdiri tepat disamping ucup. pria tampan yang adellia tahu bernama aditya.


" ya elah dit, lo mah nggak tahu ini baju gue dapet darimana. hiks, gimana dong? cara dapetnya kan susah. "


"lo kan horkay cup, tinggal minta, babe lo bakal otw ngijabahin. "


jawab agung yang tengah merapikan bajunya yang kusut. ucup berdecak kesal.


"hih! bapak gue mana mampu beli! "


"lah, pulau aja mampu masa kaos putih kek kafan gitu nggak kuat, "


"ndasmu kafan, gue bilangin ke pak ustadz mampus lo! "


"kok jadi pak ustadz cup?"


"emang nggak boleh? baju ini kan pak ustadz yang beliin, wajar dong kalau gue bawa-bawa beliau. "


"kalau dia yang beli mah oke aja, palingan beli di pinggir jalan serba tiga lima. "


"diem ya aldi! enggak usah ikut-ikutan."


ekhm!


adellia menoleh ke arah auksa yang berdehem, begitupun dengan semua pasang mata yang berada disana.


Semua orang terpaku, masih berusaha mencerna. Auksa menghembuskan nafasnya lelah, dia menunjuk sederet pria kurang lebih sembilan yang tengah celigukan.


"lo semua ngapain ada disini? "


"ouh kita to cup, kirain siapa? "


"he'em al, gue kira juga siapa. "


"emang siapa sih al? "


"ya allah agung, kayaknya lo urutan akhir deh pas nerima kapasitas otak. Soalnya otak lo itu lemot banget. "


"Apaan dit? lemot gimana maksudnya? "


" Anj-"


"sabar adit, nggak usah emosi, singkirin gerah hati gerah body. tarik nafas, buang, tarik lagi, buang lagi, lagi dong dit, tarik wusss, tarik lagi lalu wuss tar--"


"ucup pe'ak! lo kira si adit mau lahiran? adit nya juga nih, tumbenan nurut aja. "


"yeee gue disalahin mulu. "


jawab adit sembari mendengus.


"Lo pada ngapain? "


"lo masih nanya sama kita sa? ya buat ngasih kejutan lah buat adel. "


jawab agung percaya diri. Auksa menaikkan satu alisnya heran sembari menyugar surainya.

__ADS_1


"Gue nggak suruh. "


"Lah emangnya gitu ya? Padahal kita dapet undangan dari Maganta. Iya kan Al?"


"Ho-oh. si maganta ngasih undangan resmi warna jambon. "


"padahal gue nggak pernah ngasih, "kilah maganta menyelamatkan diri.


"Emang ada ya cup warna jambon?" bisik aditya ditelinga ucup.


"Ambon aja ada kok, masa jambon nggak ada." balas ucup juga sambil berbisik.


"busetdah, lo pinter juga ya cup. "


jawab adit tak curiga sedikitpun kalau dia tengah dibodohi.


"markicup gituloh. "


"si goblok masih aja mau dikibulin. "


"Aishh sakit Al, kasar amat. " sungut aditya sembari mengusap kepalanya yang berdenyut.


"makanya yang pinter dikit dong. "


"berisik! "


Aldi refleks membungkam mulutnya dengan tangan. begitupun semua orang yang masih berada dalam ruangan.


"Makasih. "


Ucup berpandangan dengan Maganta mengirim kode. Sedang yang ditatap menaikkan kedua bahunya tanda rak mengerti.


"Makasih karena lo semua udah repot-repot kesini buat bantu lancarin kejutan dari gue. "


Hening melanda. mereka semua masih bingung bereaksi.


"Padahal gue selalu bersikap nggak baik, tapi lo semua masih sudi perhatiin semua yang gue butuhin. "


"Ahhh bergetar hatiku bang." Sahut angga dramatis. Ucup menyentuh dadanya dengan tatapan bersyukur.


"Ya allah gusti no agung. Auksa kita udah berubah pak adit. nggak sia -sia gue kirim Al-Kitab setiap hari. "


"kirim Al-apa cup?"


"eh Al- fatihah maksudnya hehe. "


"kita kan temen sa, "


auksa terdiam mematung. Teman ya? padahal auksa tak pernah memiliki teman semenjak dia menutup diri. Hanya ada maganta yang mau menghadapinya yang terlalu tak acuh.


"teman? "


gumam auksa lirih.


"iya. kita semua kan teman. iya kan luk? "


Tanya raditya pada luki yang sedari tadi hanya terdiam. Luki mengangguk setuju.


"iya sa, lo temen kita semua. "


Adellia menoleh menatap auksa yang terdiam. Entah mengapa adellia seakan tahu apa yang dirasakan kekasihnya saat ini.


"Kamu beruntung sa. "


Auksa mengangguk kecil lantas menarik tangan adellia. adellia jelas terkejut namun dia lekas menyesuaikan situasi.


" iya adel, aku beruntung dalam hal apapun, termasuk dapetin kamu. "

__ADS_1


ujar auksa mengecup pipi adellia yang tengah menyandarkan kepala di atas pundak kirinya. adellia mengerjab kecil, hal itu membuat auksa terkekeh.


"Makasih udah mau hadir dihidup aku adellia alexa agantara. "


__ADS_2