TAHTA SEMESTA

TAHTA SEMESTA
Malapetaka


__ADS_3

...kecewa berujung luka....


...Auksa......


...kenapa kau tak pernah bicara,...


...kalau sebenarnya Adellia lah si malapetaka....


...🌜🌜🌜🌜🌜...


Adellia menahan nafasnya, ujung pisau yang dingin menyentuh lehernya seakan siap menebas kapan saja. lidahnya kelu tidak mampu mengucapkan sepatah katapun.


" Semua ini gara-gara lo Adel!!! "


sentak seorang pemuda sembari menekan pisau itu dengan tatapan tajam penuh dendam. adellia mematung. kedua netranya menyorot pemuda tampan yang pernah dikaguminya. maganta alexander, teman dekat alias sahabat dari kekasihnya.


"lo ngomong apaan sih kak? "


"lo harus mati del, hahahaha, lo harus mati!"


"kak lepasin!"


mata maganta memicing sinis. ia tergelak, dicengkeramnya dagu adellia tanpa belas kasihan.


"lepasin? jangan ngimpi adel, mana mungkin gue lepasin orang yang bikin sahabat gue celaka?! "


"kak! "


"lo yang bikin auksa berada dalam bahaya bego!"


Adellia mematung, aliran darahnya seperti berhenti mengalir.


"apa maksud lo kak? "


"hahaha pura-pura bego ya lo? "

__ADS_1


Adellia meringis sakit ketika dagunya terasa nyeri. ia mencoba melepas cemgkeraman maganta, namun berujung sia-sia.


"apaan sih kak?! "


"lo adel! lo yang buat auksa kena masalah. auksa bodoh, dia salah cinta sama lo. "


kedua mata adellia membola. masalah apa yang menimpa kekasihnya?


"auksa nggak salah lakuin itu. kita sama-sama suka. "


elak adellia membuat maganta berdecih.


"cih! basi! "


"auksa mana kak? "


maganta menggeram, lengan atasnya yang tergores mengeluarkan darah, wajahnya yang tampan penuh lebam.


"lo masih punya nyali buat tanyain auksa ke gua heh? "


"auksa mana kak! "


Tidak!!! Tidak!!! Apa yang terjadi sebenarnya?


Noda pekat itu memanjang, seakan menekan bahwa si korban diseret secara paksa. adellia tersentak, bulir air mata meluncuur membasahi pipinya.


"lo liat? "


"lo lihat adel! auksa pertaruhin nyawa dia buat cewek nggak guna kayak lo! "


"lo seneng kan? hahaha! lo seneng ngebuat sahabat gue jadi korban! "


"lo sumber masalah adel! "


"Auksa-"

__ADS_1


lirih adellia pilu ditengah rasa sakit yang menyerang sudut hatunya.


"coba saja kalau auksa nggak sembunyiin lo dan turutin kemauan si brengsek. dia nggak bakal ngilang adel! auksa nggak bakal mati! "


"auksa mati? "


beo adellia dengan tatapan kosong. kakinya tiba-tiba melemah. Air matanya meluncur tanpa permisi.


"auksa mati? "


"hahaha auksa mati? "


adellia menatap maganta sembari mencengkeram kerah baju pria itu. adellia tak mau mempercayainya.


"jangan gila ya kak? lo kira gue bakal percaya apa yang lo omongin ha?! "


"Bullshiit! Lo bohong sama gue!"


"auksa nggak mungkin mati! lo lagi drama kan? "


maganta tergelak dalam tawa. pria itu melepas cekalan tangan adellia pada kerahnya. dia menekan tubuh adellia sampai gadis itu jatuh terduduk di lantai.


"lo pikir semua ini bohongan?! ck, lo hidup di masa apa sih del? lo nggak bisa bedain mana darah yang asli sama yang palsu?! "


adellia menahan nyeri di lututnya, ia terisak.


"Auksa nggak mungkin mati kak, hiks, auksa dimana? "


maganta menarik surai adellia lagi, sukses membuat gadis itu kesakitan. adellia tak lagi mengelak, ia biarkan maganta memperlakukannya seperti apa. adellia pantas mendapatkan semua itu.


"lo nggak tahu kan kalau selama ini auksa selalu lindungin lo,"


"lo nggak tahu kan del, kalau semua teror yang lo alamin nggak lebih buruk dari teror yang menimpa auksa."


"lo nggak tahu kan?! karna apa? karena lo pentingin hidup lo mulu, lo nggak pernah tanyain gimana keadaan auksa, lo sibuk ngeluh tentang masalah yang lo alami. lo egois adel, lo--"

__ADS_1


"Ngomong apa lo bangsat?! "


Bughh!


__ADS_2