TAHTA SEMESTA

TAHTA SEMESTA
Aku si pelangi


__ADS_3

...*kenapa pelangi dan bukan senja?...


...🌜🌜🌜🌜🌜*...


Adellia terpaku tatkala kedua netranya menangkap pintu yang berdiri kokoh tepat didepannya. Mungkin naluri dan hatinya yang membawa Adellia sampai kesini, dimana darah yang ditunjuk maganta berhenti.


Adellia mengatur nafasnya yang memburu, dadanya berdentum tak karuan. Adellia takut akan sesuatu hal yang akan terjadi kemudian. Dia tak ingin pemikirannya terealisasikan. Adellia menggigit bibir, dia harus menguatkan tekadnya dahulu.


Huh!


Tepat saat adellia mampu mengumpulkan keberaniannya, ia segera menarik engsel pintu yang berada di depannya.


ceklek!


"Sa? "


Sejenak, Adellia melongokkan kepalanya lantas masuk kedalam ruangan. Kedua bola mata adellia berkeliling, hanya ada kegelapan disini.


"Sa? "


Adellia meraba dinding demi mencari saklar lampu. Namun na'as, Adellia tak mampu menemukannya.


Tap, tap, tap...


"Auksa, kamu disini kan sayang? kamu enggak papa kan? "


Hening,


Tidak ada yang menjawab semua pertanyaan adellia. Adellia meraih udara kosong, dia berjarap kalau mungkin saja Auksanya berada di dekatnya.


"Sa! "


Tap, tap, tap...


Adellia tak bisa fokus, dilain ia merasa ketakutan mulai merajainya, Adellia juga kebingungan mencari arah suara karena gema ruangan.


"Sasa? "


Tap, tap, tap...


Adellia merinding, ia merasa tengah diawasi. Tak elak, tubuh Adellia sampai bergetar dibuatnya.


"Sa? "


bisik adellia lirih, namun berhasil menimbul suara gaung yang berulang.


"mereka ulang wajahmu dalam ruang pikiran.


kamu yang manis juga menyebalkan, entah mengapa mampu menggapaiku dalam kesendirian."


Adellia mematung, ia mengenal suara ini.


"Pernah berkata pada bilik hati, jangan pernah kau buka untuk si pelangi. Namun aku terlanjur menyayangi. Tanpa kusadari, bilik itu terbuka sendiri, lantas kamu masuk tanpa izin juga permisi. "


Adellia tertegun ditempatnya.


"Adellia, menggenggammu pernah kuanggap ilusi. Hatiku yang sekarang tengah berdegup pun pernah kuanggap mati. Kupinta Adel, tetaplah disini. Jangan pergi! Mereka memanglah menyuruhmu, tapi aku menahanmu. Kita satu Adellia. hatimu dan hatiku sudah terlanjur bersatu padu. Jangan pergi, jadilah si pelangi yang melengkapi malam-malamku. "


jreng!!!


Suara musik intro mengalun merdu. Adellia tersentak kaget.

__ADS_1


...Heart beats fast...


...(Jantungku berdebar kencang)...


...Colors and prom-misses...


...(Warna-warni dan janji-janji)...


...How to be brave...


...(Bagaimana agar berani)...


...How can I love when I’m afraid to fall?...


...(Bagaimana bisa aku cinta saat aku takut jatuh?)...


...But watching you stand alone...


...(Namun melihatmu sendirian)...


...All of my doubt suddenly goes away somehow...


...(Segala bimbangku mendadak hilang)...


...One step closer...


...(Selangkah lebih dekat)...


Pyarr!!


sekejab ruangan yang semula gelap berubah terang benderang. Auksa, pria yang ia kira tak romantis kini tengah duduk dengan gaya cool nya sembari memetik senar gitar. Adellia menahan senyumnya yang hendak merebak.


...(Tiap hari aku tlah mati karena menantimu)...


...Darling don’t be afraid...


...(Kasih jangan takut)...


...I have loved you for a thousand years...


...(Aku tlah mencintaimu ribuan tahun)...


...I’ll love you for a thousand more...


...(Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi)...


...Time stands still...


...(Waktu berhenti berputar)...


...Beauty in all she is...


...(Segala tentangnya begitu indah)...


...I will be brave...


...(Aku akan berani)...


...I will not let anything take away...


...(Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja)...

__ADS_1


...What’s standing in front of me...


...(Apa yang menghalangi di depanku)...


...Every breath...


...(Tiap tarikan nafas)...


...Every hour has come to this...


...(Tiap jam telah sampai di sini)...


...One step closer...


...(Selangkah lebih dekat)...


Auksa melirik Adellia lantas memasang senyum kecil.


...And all along I believed I would find you...


...(Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu)...


...Time has brought your heart to me...


...(Waktu tlah membawa hatimu padaku)...


...I have loved you for a thousand years...


...(Aku tlah mencintaimu ribuan tahun)...


...I’ll love you for a thousand more...


...(Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi)...


...One step closer...


...(Selangkah lebih dekat)...


...CHORUS...


...And all along I believed I would find you...


...(Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu)...


...Time has brought your heart to me...


...(Waktu tlah membawa hatimu padaku)...


...I have loved you for a thousand years...


...(Aku tlah mencintaimu ribuan tahun)...


...I’ll love you for a thousand more...


... (Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi)...


Auksa menutup sesi lagunya lantas mengeluarkan kertas origami yang berada di saku kemejanya. Kesibukan pria itu membuat dua alis adellia menukik. Auksa tengah terlihat menulis sesuatu diatas kertas lalu membentuk benda tipis itu menjadi pesawat kecil.


wusss


Adellia menatap kertas dan si pengirim bergantian. Auksa membuka mulutnya tanoa suara Buka Adel. Alis adellia bertambah berkerut, mau tak mau gadis itu memungut kertas lalu membukaya dengan malas.

__ADS_1


__ADS_2