TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
menjenguk


__ADS_3

sial rumah bonyok gw malahan jadi pasar rame banget **** gumam Yunita masih menatap kesal Gilang yang mengeluarkan umpatan kepada Reza .


"ya sabar-sabar jangan marah kaki lo kan lagi sakit"


Yunita memicingkan matanya ke samping " kan yang sakit kaki gw apa hubungannya sama ngga boleh marah *****" ucap Yunita kesal. Saking pinternya sepupunya itu kadang-kadang otaknya konslet kaya gini nih otaknya Rifki sedang konslet gara-gara ngerjain pr-nya Yunita yang baru satu hari ngga berangkat udah berjibun- jibun.


"kan Lo termasuknya lagi sakit jadi jangan marah ntar bukannya sembuh penyakitnya malahan nambah"


tuh kan otaknya si Rifki lagi konslet ngomong aja ngga bener kaya gitu haduh punya sepupu kok modelnya beginian sih ya lord batin Yunita berucap.


" udahlah gw mau ke dapur bentar" ketika Yunita akan berjalan ke dapur Rifki terlebih dahulu mencegatnya.


"ck apa-apaan sih Ki gw haus pengin minum jangan halangi gw dong!" ucap Yunita .


"duduk aja biar gw yang ambilin" Rifki mendorong bahu mungil Yunita supaya dia terduduk lagi. karena ia adalah kakak sepupu yang baik hati dia tak bisa membiarkan adik sepupunya yang sedang tidak di bolehkan berjalan-jalan nekat mengambil minuman untuknya.


"eh Ki es buah yang tadi bibi Sumi buat yah" ucap Yunita.


"oke deh Lo jangan kemana-mana dulu kalo mau sembuh udah duduk yang cantik di sini biarkan kakak sepupumu yang ganteng ini mengambilkan minuman untukmu" setelah mengucapkan itu Rifki bergegas pergi ke dapur mengambil es buah yang Yunita minta.


Yunita menggelengkan kepalanya sambil nyengir kuda " kok si Rifki bisa kaya gitu yah mirip banget sama bang maul" gumam Yunita.


"bodo Ahmad ah lanjut main game" Yunita mengangkat bahunya acuh. Ia kembali memainkan game yang sempat ia tunda tadi.


"*****!!! langsung mati yang bener aja kelez!!!!" pekik Yunita ketika melihat dirinya kalah dalam permainan yang baru saja ia mainkan tadi. ia menatap datar ponselnya " BANGKE!"


Gilang dan Reza yang melihat Yunita kesal langsung menghampirinya.


"ada gerangan apakah bos. Kenapa mukanya di tekuk kaya gitu??" Gilang mendudukkan dirinya di sofa lebar berbarengan dengan Reza yang ikut duduk di samping Gilang.


cewek bermarga Anderson itu mengerucutkan bibirnya menatap tajam Gilang.


"kenapa ngga teriak-teriak lagi?! Sono teriak-teriak aja terus sampe pita suara Lo rusak" ucap Yunita masih menatap sengit Gilang.


Gilang tersenyum lebar "maaf maaf hilaf aye"


"hilaf apanya ntar juga bakalan di ulangi lagi kan"

__ADS_1


Gilang menggelengkan kepala " engga"


"gw bingung Ama Lo bertiga yah katanya kesini mau jengukin gw tapi malahan bikin kerusuhan di rumah ini" Yunita bangkit dari duduknya, ia berkacak pinggang dan menatap Gilang datar ia sungguh kesal padahal tadi ia ingin langsung tidur tapi gara-gara tiga kecebong yang mengetuk pintu rumahnya dengan tidak sabaran jadi ia urungkan untuk tidur lebih awal dari biasanya.


"kita emang mau jengukin Lo kok" ucap Reza dan Gilang berbarengan.


"tapi kenapa ngga bawa makanan buat gw. kan seharusnya kalo mau jengukin orang tuh bawa jajanan bukannya bawa tangan kosong doang"


"a hehe... tadinya sih kita mu bawain Lo jajanan tapi kita lupa bawa uang jadi ngga jadi beliin Lo jajanan deh hehehe" ucap Gilang dengan cengiran khasnya.


"alasan" ucapnya kesal.


Gilang nyengir merasa bersalah "ya maaf ya hehe"


"maaf.. maaf "


"jangan marah dong ta"


Yunita melirik ke arah Gilang sekilas " ngga"


"yang bener dong"


"yang bener ya"


"iya lang iya" cewek bermarga Anderson itu memutar bola matanya bosan.


"kaya gitu dong" ucap Gilang cengengesan.


"gw mah kesel gara-gara Lo malah teriak-teriak di rumah ini" ucapnya kesal.


"iya.. maaf ya ... maaf deh ngga bakalan ngulangi lagi" ucap Gilang cengengesan.


Gilang melirik ke sebelahnya tepatnya melirik ke sahabatnya yang dari tadi diem aja kaya patung.


"za kenapa diem aja dari tadi eh?" tanya Gilang.


"iya ya... kok Lo tumben diem aja??" tanya Yunita.

__ADS_1


Reza hanya memasang wajah andalannya yaitu datar. "kan... " ketika Reza akan menjawab pertanyaan itu tiba-tiba dari arah dapur munculah sosok Rifki yang tengah membawa nampan berisikan minuman dan jajanan kakak sepupu Yunita itu seenak jidatnya menyela pembicaraannya. " kan Reza emang dah kaya gitu dari lahir" ucap Rifki meletakkan nampan itu di meja marmer di depannya.


"silahkan di makan tuan dan nyonya" ucapnya layaknya seorang pelayan restoran.


Yunita mengamati jajanan yang ada di situ kerutan di dahinya muncul ketika mengetahui bahwa jajanan itu adalah miliknya yang akan ia makan nanti. Ia menatap Rifki dengan tatapan protes.


"Ki! inikan jajanan gw! kalo minumannya sih ngga apa-apa tapi inikan jajanan gw jajanan yang baru aja di beliin bibi Lo mah!" ucapnya kesal.


"yaelah ta besok gw ganti deh. Emang Lo ngga kasihan apa sama si Gilang Ama Reza mereka tuh kesini belum makan tahu" ucap Rifki.


Yunita menyeritkan keningnya "salah siapa kesini ngga makan dulu" ucapnya cuek.


"astagfirullah ta Lo ngga kasihan apa ama gw ama... Reza yang kelaparan... ??" ucap Gilang mendramatisir keadaan.


Yunita memutar bola matanya " ngga!"


"kita sih maunya makan dulu tadi tapi karena kita beneran khawatir ama keadaan Lo jadinya kita mengesampingkan cacing-cacing di perut dan pergi ke rumah Lo ta " jelas Rifki.


yang bener aja gumamnya.


"yaudah deh Sono di makan kalo Lo bertiga pingsan gw yang bakalan di salahin ama ortu Lo pada" ucap Yunita.


mendapatkan persetujuan dari Yunita mereka bertiga pun tanpa ba-bi-bu langsung mengambil minuman dan jajanan yang telah di sediakan oleh Rifki.


"yaampun dari tadi gw laper banget sumpah akhirnya bisa makan juga" ucap Gilang.


"biasa aja kelez makannya jangan kayak **** gitu jijik tahu liatnya" ucap Rifki yang ada di sebelahnya.


"bodo Ahmad gw mah ganteng bebas dong" balas Gilang sombong.


"ganteng dari Hongkong. kaya gitu bilang ganteng yaallah Gilang Gilang " Yunita terkekeh geli mendengar perkataan sobat karibnya itu.


"eh jangan salah gini gini gw tuh punya koleksi mantan hampir 50 biji tahu ngga" ucapnya sambil menaruh gelas yang sudah kosong di meja marmer depannya itu.


Reza menatap jengah Gilang. "orang Lang bukan biji Lo pikir ortu mereka tuh apa buah buahan"


Gilang nyengir kuda mendengar perkataan Reza "hehe iya iya gw salah ngomong hehehe"

__ADS_1


**jangan lupa vote coment and like ya guys.


jangan lupa beri tanggapan kalian tentang cerita ini dengan cara coment di bawah ya.... see you next time**


__ADS_2