
setelah kejadian di kantin beberapa jam yang lalu itu bel pulang sekolah pun berbunyi,semua murid-murid berlarian keluar dari kawasan sekolah menuju ke tempat parkir untuk mengambil kendaraan mereka yang memang setiap hari dibawa oleh mereka, dan seketika sekolah itupun sepi karena para murid-murid disitu telah meninggalkan sekolah elit itu karena mereka semua ingin mengistirahatkan badannya dan juga otaknya yang lelah.
tapi ternyata disisi barat lebih tepatnya di lapangan basket terdapat dua orang yang ternyata murid dari sekolah pelita harapan bangsa.
Rifki menopang daunya menatap Yunita yang tengah memasukkan bola basket kedalam ring basket dengan perasaan kesal.
saat jam istirahat telah berakhir tadi ada kejadian tidak mengenakan yang Yunita alami dan hal itu membuat cewek berumur 15 tahun itu kesal.
Rifki mengambil tasnya, tangannya menggapai-gapai benda yang dari tadi ia ingin ambil, setelah beberapa detik tangannya menemukan benda yang Rifki cari.
ponsel dengan casing anime yang tengah terkenal di sekolahnya itu adalah benda yang ia ingin mainkan sedari tadi.
Rifki langsung menghidupkan ponselnya dan cowok bermarga Prasetyo itu mengambil foto Yunita yang tengah memasukkan bola basket kedalam ring basket dengan baju yang acak-acakan.
"perfect!" gumamnya ketika melihat foto yang ia ambil tadi bagus.
di carinya nomer yang akan membuat suasana hati Yunita membaik,setelah menemukannya Rifki langsung mengirimkan foto itu kepada seseorang yang disukai oleh adik sepupunya itu.
mungkin Afandi bisa ngebuat mood Yunita kembali baik fikir Rifki.
Rifki meletakkan kembali ponselnya kedalam saku celananya, ia melihat jam bermerek terkenal itu sekilas, sudah hampir dua jamcewek itu bermain basket sendirian padahal waktu sudah menunjukkan pukul empat sore tapi tidak ada tanda-tanda jika cewek itu akan mengakhiri permainannya itu.
Rifki mendesah lelah dia merasa dia merasa lelah dan ngantuk disaat yang bersamaan.
padahal tadi banyak orang yang ada disini untuk menemani Yunita bermain basket tapi, lagi-lagi cewek itu mengancam akan berbuat yang tidak-tidak jika mereka berani mengganggu dirinya yang sedang asik bermain basket bahkan Reza yang notabennya adalah temen sebangkunya itu juga mendapatkan ancaman serupa, tapi entah apa yang membuat cewek bersurai cokelat muda itu memintanya untuk menemaninya bermain basket, walaupun Rifki hanya dibolehkan menemani di pinggiran lapangan tidak diijinkan untuk ikut bermain basket bersama dengannya.
di dalam hati Rifki meraung-raung kenapa cewek ini sangat suka sekali dengan mood yang berubah-ubah dia berharap Afandi bisa secepatnya datang ketempat ini untuk menyingkirkan mood buruk yang membuat Yunita menjadi menjengkelkan.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
terlihat seorang laki-laki berwajah tampan tengah merapikan mejanya dan bersiap untuk pulang kerumahnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena seharian ini hanya duduk di kursi.
getaran di ponselnya membuat laki-laki bermata onyx memabukkan itu mengambil ponselnya yang berada di saku celananya.
yang di lihat oleh mata onyx itu adalah satu pesan dari anak muridnya yaitu Rifki Prasetyo sepupu Yunita Anderson.
entah apa yang membuat lelaki tampan itu menjadi ingin mengetahui pesan apa yang di kirimkan oleh kakak sepupu dari Yunita.
setalah dia membuka pesan dari Rifki ternyata anak muda itu mengirimkannya beberapa foto yang membuat kerutan di dahinya muncul.
kenapa dia mengirimkan fotonya kepadaku?? gumamnya kebingungan.
tanpa menunggu lama afandi pun meletakkan kembali tasnya di atas meja kerjanya, tak lupa laki-laki tampan itu melepaskan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya itu.
Afandi berjalan keluar dari ruangannya menuju ke tempat yang berada di arah barat tak lupa ia menggulung kemejanya sampai sikut dan hal itu membuat Afandi semakin tampan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Rifki beberapa kali terlihat mengecek ponselnya menunggu jawaban dari Afandi padahal gurunya itu sudah melihat pesan yang ia kirimkan tapi sampai sekarang pun dia belum memnalas pesannya dan hal itu membuat Rifki berdecak sebal.
mulutnya menguap lebar dia sudah di batas mengantuk yang tinggi jika dibiarkan saja bisa-bisa dia akan bermalam di sekolah ini, Rifki mencari cara agar Yunita mau mendengarkan omongannya untuk pulang ke rumah karena waktu sudah sore dan pastinya Maulana Anderson mencari adik sepupunya kenapa dia tidak pulang kerumahnya padahal bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
"sumpah demi apapun gw ngantuk banget!.... kalo kaya gini caranya gw bisa tidur disini nih.. pak Afandi mana sih?? kok dia belum datang juga... apa jangan-jangan dia ngga datang yah hmmmm.... tapi ngga mungkin deh kan pak Afandi sendiri suka Ama adik sepupu gw mana mungkin dia ngga mau datang kesini hmmm tapi dia kan guru pasti lagi sibuk ... bodo lah gw tungguin aja kalo sampe lima belas menit ngga kelihatan batang hidungnya pak Afandi dengan amat terpaksa gw kudu ngebujuk Yunita buat pulang"
mata sipit Rifki mulai sayu sedikit basah di pinggiran matanya dikarenakan rasa kantuk yang melandanya sangatlah besar.
Centing!
suara pesan masuk yang berasal dari ponselnya membuat Rifki dengan semangat 45 mengecek pesan yang ada di ponselnya itu.
dan wala.... ternyata pesan itu adalah dari gurunya yaitu Afandi.
Rifki pun langsung membaca isi pesan singkat yang dikirimkan oleh Afandi.
from pak Afandi
lihatlah di arah jarum jam delapan.
Rifki pun langsung menuruti perintah dari Afandi dan Jack pot matanya menemukan Afandi yang tengah berdiri bersender pintu besi berkawat itu dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam kantong celananya membuat Rifki sebagai laki-laki akhirnya tahu mengapa gurunya itu dikagumi oleh kaum hawa yang ada di penjuru sekolah ini.
Rifki pun menidurkan kepada Afandi untuk segera menghampiri Yunita karena cewek itu belum menyadari keberadaan Afandi.
melihat Rifki yang menyuruhnya untuk langsung berjalan menghampiri Yunita membuat Afandi dengan senang hati mendekati gadis yang memiliki mata hazel yang indah dan juga wajah yang cantik alami yang tengah fokus memasukkan bola basket itu kedalam ring tanpa menyadari keberadaannya.
tepat ketika dia berada di belakang Yunita tiba-tiba dengan tidak sengaja bila basket itu terpental kearahnya dan dengan sigap Afandi langsung menangkapnya dan Yunita yang melihat bola terpantul ke belakang pun langsung membalikkan badannya dan.... wala mata hazelnya melebar ketika melihat Afandi yang ternyata sedang berdiri di sana dengan tangan yang memegang bola basketnya.
Yunita menyunggingkan senyum masamnya.
kenapa disaat seperti ini nih orang muncul sih batinnya kesal.
__ADS_1
"ha.....hai udah lama ya di situ??" tanyanya sambil menggaruk tengkuknya yang sedikit gatal.
jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini.... karena cerita tak akan melepaskan akan update setiap hari loh....