TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
masuk sekolah


__ADS_3

"bang cepet dah jam segini ntar aku telat gimana!!!!"teriak Yunita.


"ya....ya....ya...... astagfirullah Abang lupa ambil kuncinya ntar dulu Abang mau ambil kuncinya dulu"Maulana pun bergegas pergi ke dalam rumah lagi mengambil kunci mobilnya yang ketinggalan di meja ruang keluarga.


dengan terburu-buru Maulana mengambil kunci itu dan bergegas pergi ke garansi.


"bang cepet dah jam segini ntar telat aku bakalan di hukum"ucap Yunita mencak-mencak.


"ya iya masuk cepet masuk"


mobil itupun bergegas pergi menuju sekolah


Kirngggg!!!!!


Bel berbunyi menandakan bahwa sekolah memasuki pelajaran pertama. Selama 2 Minggu tidak berangkat karena kakinya yang keseleo akhirnya ia bisa berangkat sekolah kembali.itupun karena dirinya membujuk sang kakak tercintanya jadi ia di bolehkan untuk masuk sekolah.


Yunita masuk ke dalam kelas yang bertuliskan xips 2. Kelas yang sebelumnya ramai tiba-tiba menjadi diam saat Yunita masuk kelas itu.


Yunita pun merasa aneh. kok tiba-tiba diem sih pada liatin gw semua lagi aneh batin Yunita berucap.


Para laki-laki kelas xips 2 saling memandang satu sama lain sebelum mereka pada bangkit dari tempat duduknya. Mereka langsung lari menerjang yunita dengan pelukan selamat datang. Yunita yang tak siapapun menjadi jatuh.


"Bos!!"


Gubrak!


"Aduh gw ketindihan ****! Berat nih!"ucap Yunita kesal.


Mereka yang melihat bos mereka terjatuh karena ulah mereka pun akhirnya membantu Yunita berdiri.


"Hehehehe sori. Kita kan rindu Ama Lo bos udah 2 Minggu ngga ketemu Ama Lo. Kita semua kira Lo bakalan pindah sekolah eh ternyata engga"ucap cowok berperawakan tinggi dan kurus.


"Iya bos iya!"ucap mereka serempak.

__ADS_1


"Alay banget sih kalian semua hahaha"mereka pun tertawa membuat guru yang mengajar kelas sebelah mengomeli mereka.


"Jangan berisik anak-anak ibu sedang mengajar di kelas sebelah jika kalian masih berisik seperti ini ibu akan menyuruh kalian berdiri di tiang bendera"ucap guru itu. Setelah itu ia pergi begitu saja membuat Yuni dkk menjadi diam tak bersuara.


"Kita ngomongnya pake bahasa isyarat aja ya"ucap Yunita menggunakan bahasa isyarat.


"Iya bisa"balas mereka pake bahasa isyarat juga


haduh baru aja masuk sekolah udah di tegur kek begini malangnya nasib ku batin Yunita ngenes.


pukul menunjukkan jam sembilan lewat lima belas menit waktu istirahat di mulai Yunita dan kawan-kawan pun pergi ke kantin untuk membeli jajanan pengganjal lapar.


"oy gw pesenin Puyam dong enam ribu jangan lupa di kasih bumbu pedes inget puyamnya harus krispi kalo ngga krispi buat Lo aja"ucap Yunita berjalan menuju tempat duduk yang sudah di siapkan Kantin.


"yaelah puyam Mulu lo kebiasaan dari SMP jajannya gituan Mulu emang ngga takut masuk rumah sakit kan makanan kek gitu kan mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan tubuh kita kelez bos"ucap Rifki .


""Alhamdulillah semoga jangan nyampe gw masuk rumah sakit gara-gara makan puyam"ucap Yunita.


"Iya tapi Lo sukanya masuk rumah sakit gara-gara berantem"ucap Reza.


"Iya ya bos kita selama ini ngga pernah masuk rumah sakit dengan alasan sakit tapi alasannya karena habis berantem ataupun kecelakaan hebat yah bos kita udah beberapa kali bolak-balik ke rumah sakit tetep aja bisa tersenyum kek begitu"ucap Faisal .


Para geng tersebut pun mulai menggibahi Yunita di depan orangnya mereka seperti tidak takut akan kemarahan bos nya itu mereka semua memang ingin mencari mati karena menggibahi bos nya sendiri yang terkenal akan kehebatannya dalam bidang bela diri.


Yunita memicingkan matanya menatap satu persatu anak buahnya.


"Selama gw ngga masuk sekolah Lo pada gibahin gw yah!"bentak Yunita.


Karena suara Yunita yang sangat keras membuat seluruh penghuni kantin menatap meja Yunita dkk dengan pandangan bingung.


Yunita yang melihat semua orang di kantin menatap dirinya dengan pandangan bingung pun akhirnya membuka suara.


"Apah liat-liat gw colok loh mata Lo semua!"yunita memicingkan matanya .

__ADS_1


Alamat bos ngamuk ini semua gara-gara si Reza bos bukan gw yang salah Reza bos yang salah hiks kalo kek begini jadinya gw ngga bakalan ngibahin bos lagi nyawa gw yang jadi taruhannya batin Rifki berucap.


Yunita menatap anak buahnya dengan tatapan yang menyeramkan yang bisa membuat bulu kuduk merinding jika menatap matanya.


Lo semua emang ngga mau idul lebih lama lagi yah"bada bicara Yunita menjadi sangat menakutkan menurut para kacung Yunita.


Rifki selaku kacung yang sangat setia karena dirinya itu adalah sepupu Yunita jadi ia mengerti sekali jika dalam mode seperti ini apa yang harus ia lakukan, rifkipun bangkit dari tempat duduknya pindah ke sebelah Yunita.


"Ta jangan kek gitu ya Lo kan tahu kalo mereka sukanya emang kek begitu dan Lo juga biasanya ngga peduliin ucapan mereka udah jangan di peduliin tuh mereka dah takut Lo ngga kasihan emang liat anak buah lo yang setia jadi ketakutan kek begitu" bisik Rifki di samping yunita.


Yunita juga merasa aneh kok tumben ga gw baper kek begini biasanya sih kalo gw baoeran kek gini pasti lagi pms .... oh ya gw baru inget kan gw emang lagi pms pantesan aja gw baperan batin Yunita berucap.


"oke kalian semua gw maafin inget gw lagi pms jadi jangan berani-beraninya ngebuat mood gw ancur"ucap Yunita. merekapun membalas perkataan Yunita dengan anggukan .


"ck lama banget sih cuma mesen puyam aja nyampe lima menit"gumam Yunita.


akhirnya Gilang pun datang membawa pesanan dari teman-temannya ia meletakkan semua pesanan itu di meja kayak ada yang aneh batin Gilang berucap.


Gilang merasa aneh karena tadi perasaan saat ia dan teman-temannya datang ke sini ngga diem-dieman kek gini kok nah ini malah sunyi banget suasananya kek kuburan pasti ada yang ngga beres nih Gilang pun duduk di sebelah Rifki dan membisikan sesuatu ke Rifki.


"oy Ki kenapa nih kok suasananya jadi kek kuburan sih bos kenapa lagi??? lagi pms yah jangan-jangan"bisik Gilang kepada Rifki.


"lah kok Lo tahu sih??"tanya Rifki.


"gw cuma nebak aja"balas Gilang.


"kok bisa nyampe si yunita ngambek kek gitu sih emang mereka ngomong apa aja??"tanya Gilang.


"biasa lah ngomongin Yunita yang sukanya keluar masuk rumah sakit pokoknya kek begitu lah"balas Rifki.


hemmm kalo suasananya kek gini terus bisa parah nih harus di cairan batin Gilang berucap.


Gilang pun mempunyai ide untuk membuat suasana menjadi rame lagi dan ngga sepi kek hini

__ADS_1


"woy Ki ngobrol gih sama bos mengenai cowok ganteng yang nyelametinnya dua Minggu lalu"bisik Gilang ke Rifki.


jangan lupa vote like and coment ya guys


__ADS_2