
setelah menunggu beberapa menit akhirnya telinga cantiknya mendengar deru motor dan mata hazelnya yang indah melihat Rifki yang tengah mengendarai motor b**t milik temannya.
cewek bernama Yunita Anderson itupun langsung bangkit dari duduknya dan meletakkan ponselnya di tas ransel kecil miliknya yang berwarna hitam.
BRRUMMMM.....
Rifki menghentikan laju motornya dan mencopot helm yang berwarna hitam bertengger manis di kepalanya.
walaupun Yunita dan kawan-kawan adalah seorang pembalap liar tetapi mereka juga mematuhi peraturan lalulintas yaitu memakai helm saat berkendara dan membawa STNK kemana-mana yaa walaupun mereka masihlah di bawah usia tetapi mereka juga ingin menjadi orang yang taat kepada pemerintah.
"Ki helmnya mana sini buruan"
Rifki menyodorkan helm berwarna pink dengan motif polos kepada Yunita membuat cewek yang notabennya ngga suka ama yang cute cute langsung melayangkan protesnya kepada kakak sepupunya itu.
"kok warna pink sih helmnya tukeran aja ama punyanya Lo Ki"Yunita menolak helm pemberian Rifki.
"lah kok kaya gitu sih masa gw yang harus pake helm warna merah muda kaya gitu sih lagian gw cowok ta pikirin harga diri gw dong mau taruh dimana muka gw ta kalo si Gilang liat gw pake helm kek gitu" Rifki memasang wajah memohon.
Yunita berdecak sebal ia melirik tajam Rifki. "s****n Lo ki... yaudah sini helmnya"
"nah kaya gitu dong nih pake yang bener gw mau ngebut nih" Rifki pun menyodorkan helm berwarna merah muda itu untuk kedua kalinya kepada Yunita tapi bedanya jika tawaran pertama Yunita menolaknya tapi pada tawaran ke dua Yunita menerima tawaran Rifki.
"iya iya bawel" dengan malas Yunita memakai helm pemberian Rifki dan setelah helmnya terpasang di kepala mungilnya ia langsung menaiki motor itu.
"dah siap??"tanya Rifki menoleh ke belakang.
"hmmm..." jawab Yunita malas.
"oke come on Bray.....!!!" Rifki pun menancapkan gas dan motor yang yang di tumpaki mereka berdua melaju kencang meninggalkan perumahan elit kawasan Anderson itu.
di tempat lain.
Gilang dan teman-temannya tengah nongkrong di salah satu warkop yang masih buka memesan segelas kopi untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu bos mereka datang adalah kegiatan yang menyenangkan.
"pak kapan-kapan jualan goreng juga dong biar ada cemilannya gitu"
"lah inikan udah ada jajanan tradisional khas Jakarta"
"tapikan lebih enak sama gorengan kopi campur gorengan mah enaknya ngga ada yang ngalahin ya ngga guys"
__ADS_1
"iya betul tuh pak apa lagi gorengan mendoan aduh enaknya ngga ada yang menandingi"
"emang kaya gitu yah??"
"iya pak pasti laku jadinya apa lagi bos kita yang pecinta goreng tingkat tinggi bakalan habis deh stok gorengannya sama bos kita di borong Ama dia"
"yaudah deh besok mulai jualan gorengan juga"
"nah gitu dong soalnya kita biasanya ngga makan dari rumah jadi tuh gorengan bisa buat ngisi perut yang keroncongan deh"
"kalian penginnya gorengan apa nih bakwan atau tempe??"
"tempe..."
"bakwan..."
"tempe!.."
"bakwan!!!"
"tempe!!!"
"wahh pemikiran yang bagus pak" tegar mengacungkan jempolnya kearah pak joko
"alay Lo"ucap Faisal
"wah so Faisal ngajak perang nih Lang parah" tegar menghasut Gilang yang sedang sibuk dengan ponsel miliknya.
"eh beraninya Lo menghasut gilang"
"bodo wle"
"awas ya Lo gar!"
seketika suasana warkop menjadi riuh karena cekcok yang terjadi diantara Faisal dan tegar. Para teman-temannya bukannya melerai perdebatan mereka malahan menyerukan agar mereka terus berdebat.
Gilang yang dari tadi berusaha mendengar voice note dari Yunita menjadi merasa jengkel dan berusaha mencari handsetnya di tas kecil miliknya tapi nihil ia tak menemukan benda yang dicarinya.
cowok yang mendapat sebutan most wanted ganteng di SMP-nya dulu menanyakan kepada teman-temannya apakah ada yang membawa benda bernama handset itu.
__ADS_1
"oy Fik Lo bawa handset ngga?? gw pinjam dong"
"ngga males gw bawa handset ribet tahu ngga" jawab Fikri.
Gilang berdecak sebal karena Fikri tidak membawa handsetnya mau tak mau Gilang harus menanyakan satu persatu temannya, sebenarnya dia bisa mengeraskan volume handphonenya tapi karena keadaan sekarang yang sedang ribut cekcok di antara tegar dan Faisal membuat voice note yang sudah Gilang keras kan tetap saja tidak bisa didengarkannya.
"padahal gw udah menambah volumenya tapi tetap aja ngga bisa kedengaran"
dengan amat sangat terpaks dia harus menanyakan kepada teman-temannya apakah ada yang membawa benda yang bernama handset itu.
Gilang menghampiri cowok yang bermata sipit bermuka seperti keturunan china yang tengah asik menonton tegar dan Faisal yang sedang beradu argumen itu.
"Yudi "panggil Gilang menepuk bahu Yudi membuat cowok bernama panjang Yudi awalia Ramadani itu mengalihkan pandangannya kearah Gilang.
"eh Gilang ada apa Lang??"tanya yudi.
"gini Yud gw lagi nyari handset Lo ada ngga??"tanya Gilang tanpa berbasa-basi.
"lah emang handset Lo dimana Lang?? perasaan setahu gw Lo ngga bakalan hidup kalo ngga bawa handset Lo"
Gilang memutar bola matanya malas. kenapa temen-temen gw punya pemikiran kaya gitu sih? haduh mereka itu diberi asupan apa coba kok bisa modelnya beginian batinnya berucap.
Gilang menepuk pelan dahinya. matanya menatap malas cowok berwajah Tionghoa itu.
"handset gw ketinggalan di kelas maka dari itu gw nanya ke Lo, bawa ngga benda yang namanya handset itu Yud??"tanya Gilang.
Yudi tampak berfiki sejenak. "mmm.... ngga gw ngga bawa handset"
Gilang menatap datar Yudi."ooo yaudah"dengan malas Gilang harus mencari handset menanyakan satu persatu temannya apakah ada yang membawa handset untuk ia gunakan mendengarkan voice note yang Yunita kirimkan.
Gilang memandang malas teman-temannya yang tengah mengendarai tegar dan Faisal yang tengah berkelahi.
"dari dulu sampe sekarang tuh dua orang suka banget yang namanya gelut dasar bocah"umpat gilang kepada Faisal dan tegar.
tiba-tiba handphone miliknya berdering dan ternyata ada panggilan masuk dari bosnya siapa lagi jika bukan Yunita Anderson tanpa menunggu lama Gilang pun langsung menjawab panggilan itu.
"halo ta kenapa??"tanya Gilang. cowok berumur 16 tahun itu mencari tempat duduk untuk dirinya karena dari tadi dirinya hanya berdiri dan menghampiri temannya guna menanyakan kepada mereka apakah ada yang membawa handset tapi ternyata kebanyakan temannya tidak membawa handset jadi ia pun memilih untuk bertanya kepada satu orang yang belum ia tanyai yaitu Faisal karena biasanya Faisal selalu membawa handsetnya kemanapun ia pergi Faisal sendiri adalah cowok yang Gilang handphone dan handset tak seperti tegar yang menjadi teman sebangku Faisal yang sukanya tidur di kelas sampai-sampai tegar pernah berada di dalam kelas hingga dini hari karena semua orang dikelas malas untuk membangunkan cowok pemalas itu karena tegar bukan hanya terkenal dengan kemalasannya dia juga terkenal karena kejahilannya kepada semua orang di kelas.
jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini...
__ADS_1