TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
kesal


__ADS_3

pagi-pagi sekali Yunita harus terpaksa memasang alarm dengan volume yang keras karena kakaknya yang imut itu tiba-tiba mendapatkan panggilan dari luar negri untuk segera pergi ke sana dan hal itu membuat bungsu keluarga Anderson itu mengumpat kesal kepada sang kakak yang lebih peduli terhadap urusan bisnisnya ketimbang dirinya.


Yunita menatap pantulan dirinya di kaca motornya karena Maulana tidak berada di rumah jadi dia harus mengeluarkan motor kesayangan itu untuk menemaninya berangkat menuju ke sekolah.


kacau adalah satu kata untuk mendeskripsikan kondisi Yunita saat ini karena cewek berumur lima belas tahun itu salah memasang waktu alarm seharusnya dia memasang pukul 04.30 namun entah apa yang terjadi Yunita malahan memasang alarm itu jam 02.10 dan alhasil ketika Yunita terbangun karena alarm itu dia tidak bisa tertidur lagi karena dirinya yang tak mengantuk kembali.


Tetapi sehabis Yunita melakukan kegiatan solat subuh tiba-tiba saja rasa kantuk yang tadinya hilang langsung menggerogoti tubuhnya dan dengan sangat terpaksa Yunita berusaha untuk tidak tertidur saat mengendarai motor ninja miliknya.


"tahan tahan... bentar lagi nyampe ke sekolah jangan sampe gw ketiduran bisa berabe masalahnya"gumam Yunita.


semilir angin yang menerpa kulit wajahn dan juga tangannya membuat rasa kantuk itu menjadi-jadi.


sesekali matanya terpejam menikmati sensasi angin yang menerpa wajahnya dengan lembut dan hal itu membuatnya harus menahan rasa kantuk yang menjadi-jadi.


sepuluh menit telah berlalu Yunita dan motornya akhirnya telah berada di dalam sekolah tercintanya yaitu SMA pelita harapan bangsa.


entah apa yang terjadi tapi Yunita yang tadi memiliki rasa kantuk yang sangat besar tiba-tiba langsung lenyap begitu dirinya sampai kedalam sekolah ini.


tangan mungilnya terulur untuk membukakan helm yang terpasang di kepalanya.


setelah mencopot helm miliknya itu Yunita langsung meninggalkan tempat parkiran yang membuat mood Yunita hancur karena mata hazelnya menangkap duo sejoli yang tengah bermesraan bersama hak itu membuat Yunita yang berstatus jomblo keren itu sedikit iri melihatnya.


"ngga ada tempat lain apa buat jadi tempat apelan dasar ngga tahu malu" umpat Yunita memicingkan matanya menatap duo sejoli itu sejenak.


"Pengin muntah gw jadinya....( Yunita berakting seperti akan memuntahkan isi perutnya) gw kudu cepet-cepet ke kelas nih kalo ngga tangan gw yang gemes ini akan bertindak diluar nalar"


dengan satu tarikan nafas Yunita langsung berlari menuju ke arah rumah kelas x ips 2 berada.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


"oy ntar malem nonton di bioskop yuk bareng-bareng ada film bagus yang baru keluar loh"


"ogah lah gw ada urusan yang penting dan gw juga ngga punya duit"Gilang berseru.


Gilang memutar bola matanya malas dia mengaku jika dia itu adalah playboy tapi jika harus memilih dia pasti akan memilih sahabatnya ketimbang gebetan barunya atau apalah itu karena rata-rata gadis yang mendekatinya bukan tertarik padanya hanya tertarik dengan kekayaan yang keluarga Wilson itu miliki.


"lokan tahu gw itu suka banget kena masalah di sekolah maupun diluar sekolah apa lagi kalo lagi malam Sabtu sama Minggu ikutnya balapan liar bahkan gw kan juga ikutan tawuran dan orang tua gw udah gemes sama tingkah gw yang dah melebihi batas normal manusia dan mereka berdua memutuskan buat mengambil paksa kartu kredit yang gw punya bahkan gw ngga dikasih uang saku sama mereka ini aja minjem sama si Faisal dan alsan yang lainnya itu gw bakalan ikut balap motor nanti malem jadi itu adalah alasan gw Lo pada ngga percaya ngga apa-apa langsung tanya aja ke yunita bener ngga apa yang gw omongin tadi"


Gilang mendudukkan dirinya di atas meja sambil memasang dasi yang belum ia pasangkan ke lehernya itu.


"emangnya Lo ikutan balap motor buat apaan lang??"


"buat traktir gw selama satu Minggu penuh"


seketika semua orang yang tadinya mengalihkan fokusnya ke arah Gilang kini beralih kearah orang yang baru saja memasuki ruangan kelas x ips 2 itu dengan muka yang angkuh.


"eh bos tumben berangkatnya jam segini biasanya selalu aja telat sampe-sampe guru BK dah bosen liat mukanya Lo"ucap cowok yang diketahui bernama tegar itu dengan cengiran khasnya.

__ADS_1


"bang maul di panggil sama orang disuruh buat pergi ke luar negri tadi pagi jadi mau ngga mau gw kudu masang alarm buat ngebangunin gw jadi kek gini deh gw bisa masuk ke sekolah di jam segini"


Yunita meletakkan tasnya di atas mejanya dan dia menghampiri Rifki yang tengah sibuk dengan buku matematikanya dan Yunita mendudukkan dirinya di kursi yang kosong di samping Rifki.


"OOO eh tunggu btw kenapa si Gilang kudu traktir Lo ta??"


"OOO Gilang tuh udah ngebuat gw marah tapi sih bukan cuma Gilang doang yang bakalan ikutan balapan itu dan traktir gw si Rifki juga bakalan ikut serta dalam pertandingan itu karena dia udah buat gw marah Ya ngga Ki??"


"iya"jawab Rifki tanpa mengalihkan pandangannya dari buku matematikanya.


"OOO jadi begitu.....kalo Lo ta mau ngga ikut kita nonton di bioskop nanti malam??"


Yunita mengeluarkan ponselnya dari dalam saku roknya lalu matanya menatap temannya yang bernama Husen itu.


"ngga gw mau ikut mereka berdua aja gw takutnya ada yang berbuat curang nanti kan bahaya bisa bisa mereka berdua masuk ke rumah sakit"Yunita mengecek ponsel pintar miliknya guna melihat apakah kakaknya itu telah mengirimkannya sebuah pesan untuknya.


"emang geng mereka dari mana ta??"


tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel pintarnya Yunita membalas ucapan temannya itu.


"dari sekolah Garuda ituloh...." ucap Yunita.


"darimana Lo tahu kalo mereka curang??"


Yunita berdecak sebal. ganggu aja nih si tegar banyak nanya kaya wartawan aja sih batin Yunita kesal.


"oke oke kek gini...kenapa gw tahu mereka itu licik?? jawabannya adalah gw pernah jadi korban kelicikan mereka dan untungnya gw langsung ngasih pelajaran ke merak dan mereka sampai sekarang udah ngga mau berurusan sama gw alias mereka itu udah takut berurusan sama gw ... udah faham jangan nanya gw lagi gw lagi nunggu pesan dari bang maul kalo mau nanya-nanya ntar aja kalo istirahat" jelas Yunita.


kawan-kawan Yunita menganggukkan kepalanya sebagai jawaban jika mereka sedikit paham dengan omongan Yunita itu.


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini... karena cerita tak akan melepaskan akan update setiap hari loh...

__ADS_1


__ADS_2