
Yunita menggelengkan kepalanya pelan.
matanya menatap kearah batu nisan bertuliskan nama sahabatnya yang paling ia sayangi di dunia ini.
Rifki menepuk pundak Yunita pelan membuat si empunya menoleh kearahnya.
"mau sampai kapan rasa bersalah itu menggerogoti hati Lo ta.. udah cukup dua tahun buat Lo nyalahin diri sendiri ,udah cukup Lo tersiksa selama dua tahun ta... please Lo tuh juga harus mikir keadaan Lo yang sekarang"
"gw ngga bisa Ki... disaat dia ngebutuhin temen curhat apa yang gw lakuin ke dia gw malah berbohong Ki... gw malah ngga ada di sisinya dan gw malah lebih memilih datang ke tempat balapan ketimbang menemui Clarisa yang jelas-jelas ngebutuhin gw Ki temen macam apa gw ini yang lebih memilih pergi untuk bersenang-senang dari pada mendengar curhatan dari sahabatnya sendiri hiks gw ngga bisa Ki sampai kapanpun gw ngga bisa hiks menghilangkan rasa bersalah ini kalo aja... hiks kalo aja malam itu gw datang ketempat Clarisa mungkin sampai sekarang dia masih hidup kenapa ngga gw aja sih yang mati.. gw emang bukan sahabat yang baik buat Clarisa hiks"
Yunita lagi-lagi tidak bisa mengontrol emosinya jika mengingat tentang kejadian dimana Clarisa bunuh diri.
Rifki memeluk tubuh Yunita erat, dia berusaha menenangkan Yunita tubuh gadis itu bergetar hebat seperti dugaannya Yunita tidak akan pernah mau menghilangkan rasa bersalah itu.
"udah ga lo itu temen terbaik sepanjang masa... Lo jangan nyalahin diri sendiri.. kita bakalan bantuin Lo menjebloskan Steven kedalam penjara.."
Yunita membalas pelukan Rifki tak kalah eratnya, lagi-lagi dia akan menjadi lemah jika menyangkut paut dengan clarisa.
walaupun kejadian itu sudah berlangsung dua tahun lamanya entah kenapa rasa bersalah masihlah menghinggapi hatinya.
"kenapa orang baik kaya Clarisa yang harus meninggal hiks kenapa ngga gw aja yang meninggal hiks kenapa ngga gw aja yang berada di posisi Clarisa kenapa orang sebaik dia harus menanggung beban yang berat di dunia ini hiks kenapa Ki kenapa hiks"
Rifki kembali mengeratkan pelukannya hatinya merasa ngilu mendengar teriakan pilu yang berasal dari Yunita. Yunita yang terkenal sebagai bad girl yang tak pernah menunjukkan sisi lemahnya kepada orang lain kini terlihat sangat rapuh dan tersiksa.
__ADS_1
Rifki tak henti-hentinya menggumamkan kata-kata penenang untuk Yunita.
Yunita adalah orang yang tidak suka dianggap sebagi gadis lemah dia hanya ingin orang-orang menganggap dirinya adalah orang yang kejam yang selalu berbuat onar di mana saja ia tak mau memperlihatkan sisi lemah miliknya ke semua orang karena itu akan membuat dirinya mendapatkan belah kasih orang lain dan hal itu yang membuat Yunita tidak ingin menunjukkan sisi lemahnya.
Gilang, Reza dan teman-temannya hanya bisa diam melihat betapa rapuhnya ketua geng mereka yang terkenal dengan kekejamannya itu terlihat sangat tersiksa dengan kejadian masa lalu yang menimpanya.
baru kali ini mereka semua melihat Yunita yang sangat rapuh dan hal itu membuat mereka juga bisa merasakan kesedihan yang Yunita rasakan.
Yunita itu adalah orang baik menurut mereka, karena Yunita tak akan pernah membiarkan teman-temannya sedih gadis bermarga Anderson itu akan memaksa teman-temannya yang sedang dirundung kesedihan yang mendalam untuk bercurhat kepadanya dan gadis itu pasti akan memberikan sebuah solusi dari masalah yang tengah mereka hadapi.
Yunita membiarkan teman-temannya mengeluarkan keluh kesal hatinya sedangkan duitnya terus saja memendam perasaan bersalahnya dan hal itu membuat teman-temannya menjadi sedih melihat Yunita yang biasanya selalu tegar kini menjadi rapuh.
"ta... jangan ngomong kaya gitu kalo Clarisa denger pasti dia bakalan sedih.... berhenti nyalahin diri Lo sendiri ta ini bukan salah Lo kematian Clarisa bukan di sebabkan oleh Lo yang ngga datang ke sana malam itu tapi kematian Clarisa di sebabkan oleh si tua Bangka Steven yang ngebuat Clarisa bunuh diri kita janji ya bakalan ngumpulin bukti yang banyak supaya tua Bangka itu menerima hukuman yang setimpal atas perbuatannya kepada Clarisa...."
Yunita mengeratkan pelukannya, gadis itu terlihat seperti dua tahun lalu yang menangis di pelukan Rifki ketika mendatangi pemakaman Clarisa ia rapuh, gadis bermata hazel itu butuh seseorang untuk membuatnya tersadar akan segera melupakan kejadian itu gadis itu perlu seseorang yang bisa membuat dirinya tenang, ia sangat rapuh, Yunita butuh Rifki yang bisa membuatnya merasa lebih tenang karena lelaki itu memiliki sifat yang hampir sama dengan kakaknya yang bisa membuat dirinya merasa nyaman dan aman jika bersama dengannya.
"udah ngga apa-apa Lo keluarin semua ta nangis yang banyak keluarin semua unek-unek Lo gw lebih seneng Lo yang kaya gini ketimbang Lo yang diem seribu bahasa ta udah ngga apa-apa ada gw dan temen-temen kita janji bakalan bantuin Lo"
Rifki mengusap rambut Yunita pelan-pelan, tak henti-hentinya dia menggumamkan kata-kata penenang untuk adik sepupunya itu, ia ingin Yunita segera melupakan kejadian itu dan hidup seperti orang-orang yang tidak memiliki permasalahan rumit sepertinya.
Rifki mengingat jelas ketika Yunita mencoba bunuh diri untuk kesekian kalinya, hatinya menjadi teriris melihat bagaimana terguncangnya seorang Yunita Anderson ketika sahabat perempuannya itu meninggalkannya untuk selamanya.
Rifki akan mencoba untuk membuat adik sepupunya mendapatkan titik terang dari permasalahan ini, ia akan membantu Yunita menjebloskan Steven kedalam jeruji besi dengan bukti-bukti yang terkumpul dengan rapi dan detail.
__ADS_1
jika dulu ia tak mau ikut campur dalam masalah ini maka kali ini ia akan ikut campur karena ia tak ingin melihat Yunita lebih tersiksa lagi. Cukup ini adalah terakhir kalinya Rifki melihat Yunita yang menangis dengan rasa bersalah yang sangat besar menghinggapi hatinya.
Gilang mengusap matanya yang mulai mengeluarkan cairan bening hangat karena ia sangat sedih melihat Yunita yang seperti ini.
Reza melirik sekilas Gilang dan juga teman-temannya lalu fokusnya kembali ke dua orang yang tengah berpelukan itu.
Yunita Anderson berasil membuat dia yang berhati dingin itu ikut merasakan kesedihan yang dirasakan olehnya.
Reza merasa ia sangat beruntung memiliki teman seperti Yunita Anderson karena sifat Yunita yang sangat berbeda dengan orang lain membuat dirinya bisa merasakan arti tentang persahabatan yang sebenarnya.
galak, centil,baik hati dan juga memiliki sifat bertanggung jawab yang besar.
itu semua adalah sifat Yunita Anderson menurut Reza tapi sepertinya ia melupakan yang satu itu yaitu rapuh.
walaupun Yunita menanggung rasa bersalah yang amat besar tetapi dia tidak akan membiarkan teman-temannya melihat dirinya sedih, tetapi gadis itu tidak akan kuat jika menanggung beban yang sangat berat akhirnya sekarang gadis itu menumpahkan kesedihannya tepat di depan teman-temannya.
dan hal itu membuat teman-temannya merasakan betapa rapuhnya bos mereka yang terkenal anti Cengeng itu.
gw berharap Lo segera mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya ta Lo banyak menderita,Lo berhak buat merasakan bahagia seperti orang lain di luar sana, gw dan teman-teman bakalan bantu Lo menjebloskan Steven ke dalam penjara Lo punya kita jangan takut ta...
kebenaran akan segera terungkap batinnya berucap.
jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini... karena cerita tak akan melepaskan akan update setiap hari loh..
__ADS_1