TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
aneh


__ADS_3

"****** kita bakalan di hilangin dari muka bumi ini sama bang maul!" ucap Rifki penuh dengan kekhawatiran.


"Lo sih Lang ngeb**ot Mulu Yunita jadi ilang kan Lo kan tahu Yunita lagi aneh sikapnya pasti dia jadi pelupa lagi!" omel reza.


"kok kalian nyalahin gw mulus sih gw kan....."


"gw kan apa Lo penyebab Yunita ilang ngga usah ngeles deh jadi orang!" ucap Rifki jengkel.


"ck kalo kaya gini kita bakalan kena amuk bang Maulana" ucap Reza.


"heh yalord kenapa jadi kaya gini sih..."


tiba-tiba seseorang yang tengah mereka bertiga cari berjalan dengan santai memasuki ruang kelas bertuliskan x IPS 2 tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karena telah membuat anak buahnya ketakutan yang amat besar.


"misi mas kalo mau debat jangan di depan pintu ya... ngga Baek ntar lamarannya balik loh" ucap Yunita langsung melenggang pergi meninggalkan anak buahnya yang menatapnya kesal.


"ya Allah kita udah ketakutan setengah mati bingung dimana Yunita kenapa bisa ilang eh tahunya tuh orang tanpa rasa bersalah masuk aja gitu ke dalam kelas sungguh ku ingin menangis." ucap Rifki memandang Yunita dengan perasaan campur aduk.


"iya nyebelin banget sih bos" ucap Reza.


"gw juga bilang apa bukan salah gw kan" ucap Gilang kesal.


"iya lang kota minta maaf udah nyalahin Lo" ucap Rifki dengan wajah yang masam.


"gw juga minta maaf" ucap Reza.


"enak aja Lo berdua minta maaf.. aduh siapa lagi ini ya lord!!!!!!!??" tiba-tiba ada seseorang yang menyenggol baju Gilang dengan sangat keras sehingga membuat si empunya mengaduh kesakitan.


"ck Lo kenapa nubruk si gilang sih Fik.??" Rifki menatap kesal Fikri yang seenak jidatnya berjalan sembrono.


"siapa suruh ngegibah di depan pintu kesenggol kan Lo Lang.


"idih dari kita bertiga kenapa harus gw coba yang Lo tubruk?!" ucap Gilang kesal.


"ya mungkin udah takdir tanyakan saja sama yang di atas" ucap Fikri membuat Gilang menatapnya datar.


"auah gelap" ucap Gilang pasrah


"btw Lo dari mana Fik???" tanya Reza.


"dari kelas x MIPA 2"

__ADS_1


"hah MIPA 2 buat apa Lo ke sana Lo tahukan nenek moyang kita itu musuh terbesarnya itu adalah kelas MIPA cuy kenapa Lo bisa-bisanya ke sana???" Gilang menatap tak percaya Fikri yang menjabat sebagai ketua kelas di kelasnya itu.


"ck gw di suruh sama Bu yasi manggil ketua kelas MIPA 2 si yoga buat ke kantor ngambil buku yang udah di nilai suruh di bagiin ke murid-muridnya gitu lang" jelas Fikri.


"OOO baguslah kalo begitu gw kira Lo bakalan jadi penghianat seperti uchiha Sasuke"


"***** apa hubungannya b**o!!!?" pekik Rifki menatap kesal Gilang yang otaknya sengklek.


"oh iya ya apa hubungannya ya??" ucap Gilang mengulang pertanyaan yang di lontarkan oleh Rifki.


"auah sengklek Lo"


Reza hanya menatap malas perdebatan antara Rifki dan Gilang yang sudah biasa ia lihat.


lelaki bermarga tanjung itu mengalihkan pandangan ke arah Fikri. Otaknya seakan meminta Reza untuk bertanya kepada Fikri tentang sesuatu yang berhubungan dengan ketua gengnya itu


"Fik Lo tahu ngga tadi si Yunita itu kemana kok tiba-tiba ilang begitu aja??" Reza meletakkan tangan kanannya di saku celananya sambil menatap wajah sang ketua kelas x ips 2 itu datar.


"oohh si Yunita...."


"iya..."


"jadi.......


"apa jadi si Yunita salah kelas gitu maksud Lo Fik??!" tiba-tiba Gilang dan Rifki menyela pembicaraan Reza dan langsung melayangkan pelototannya ke arah Fikri.


"***** jangan ngagetin kaya gitu go**og!" maki Reza kepada Rifki dan Gilang yang tiba-tiba muncul di belakangnya yang berbicara dengan nada suara yang tinggi dan tepat mengenai telinganya membuat telinganya langsung berdengung nyaring.


Gilang dan Rifki menggaruk belakang kepalanya sambil nyengir kuda" hehehe gomenasasi" ucap mereka bersamaan.


"dasar pecinta wibu" ucap Reza memutar bola matanya jengah.


fikir yang bingung harus ngomong apapun lebih memilih diam dan menyaksikan anak buah Yunita yang saling kesal.


Rifki dan Gilang saling bertatapan lalu Rifki berbicara kepada Gilang supaya mengucapkan permintaan maaf menggunakan bahasa Indonesia.


"pake bahasa indone aja biar dianya ngga marah" bisik Rifki. Gilang pun menganggumkan kepalanya.


"oke kita ngucapin maafnya bareng-bareng ya"


"satu dua tiga"

__ADS_1


"maaf ya reza tanjung maafin kita" ucap Rifki dan Gilang secara bersamaan.


Reza hanya melirik sekilas ke arah mereka berdua "hmm" balasnya malas.


setelah Reza memaafkan mereka Gilang dan Rifki pun melayangkan pertanyaan yang sama seperti tadi kepada Fikri.


"si Yunita tadi nyasar Fik??" tanya Gilang.


"iya Fik si Yunita nyasar ya?!!" tanya Rifki.


Fikri yang sedang asik membalas pesan dari pacarnya tiba-tiba dikejutkan dengan Rifki dan Gilang yang tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang sama seperti tadi.


"astagfirullah Ki Lang!!!!!!!! Lo berdua tuh suka banget sih buat orang jantungan???. iya iya tadi si bos nyasar" ucap Fikri.


Gilang dan Rifki membelalakkan matanya kaget ternyata Yunita nyasar ke tempat lain itu benar.


"nyasar ya emang kemana Fik??" tanya Rifki kepo.


"iya iya si bos nyasar ke mana Fik??" tanya Gilang kepo.


Fikri menepuk jidatnya pelan ya Allah kenapa ada orang yang modelnya kek mereka sih batinnya berteriak keras.


"si bos nyasar ke kelas x MIPA 2" ucap Fikri. Lagi-lagi lelaki yang menjabat sebagai ketua kelas di kejutkan oleh Gilang dan Rifki yang kaget dengan perkataannya itu.


"apa!!!???!!" ucap Gilang dan Rifki berbarengan.


"ish Lo jangan ngagetin anak orang Mulu sih ngapa udah ah gw mau masuk ke kelas dulu nyamperin Yunita" ucap Reza berlalu masuk ke dalam kelas bertuliskan x IPS 2 itu dengan santai.


Fikri menepuk jidatnya pelan ya Allah kenapa ada orang yang modelnya kek mereka sih batinnya berteriak keras.


"si bos nyasar ke kelas x MIPA 2" ucap Fikri. Lagi-lagi lelaki yang menjabat sebagai ketua kelas di kejutkan oleh Gilang dan Rifki yang kaget dengan perkataannya itu.


"apa!!!???!!" ucap Gilang dan Rifki berbarengan.


"ish Lo jangan ngagetin anak orang Mulu sih ngapa udah ah gw mau masuk ke kelas dulu nyamperin Yunita" ucap Reza berlalu masuk ke dalam kelas bertuliskan x IPS 2 itu dengan santai.


"eh iya ya Lang kok dari tadi kita ngagetin orang Mulu" ucap Rifki.


"bukan cuma orang b**o. Kita kan ngagetin hewan juga kaya.... kucing di jalan ngagetin ayam jago yang lagi nyebrang ngagetin bebek yang lagi jalan santai" ucap Gilang sambil mengingat-ingat kembali kejadian tadi pagi.


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini...

__ADS_1


__ADS_2