TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
tempat balapan


__ADS_3

tapi hanya empat orang yang tegar tidak berani menjahilinya yaitu gilang, Rifki,Reza,dan siapa lagi jika bukan Yunita. Wajar saja mereka tidak menjadi korban kejahilan tegar pasalnya empat orang itu adalah anak konglomerat dan juga mereka sangat ahli dalam berkelahi maka siapapun yang berani dengan mereka maka bisa dipastikan akan mengucapkan salam perpisahan kepada dunia ini.


"Lang Lo bilang ke anak-anak suruh langsung ketempat balapan aja"ucap Yunita.


"apa?? Lo bilang apa ta?? ngga kedengaran halo ta??"


karena suara teman-temannya yang sangat keras membuat Gilang tidak bisa mendengar jelas suara dari Yunita.


"Lang Lo suruh anak-anak buat ke tempat balapan aja"


"apa Lo bilang apa?!"


"ck! Lo budeg ya Lang gw suruh Lo itu...."


"IYA TUH SI TEGAR MAH KAYA GITU SUKANYA BANGET JAHIL DI KELAS BERI PELAJARAN AJA SAL!"


"IYA FAISAL KASIH TEGAR PELAJARAN AJA PELAJARAN MATEMATIKA BIAR PINTER!"


"***** SUMPAH GW DARI PAS SMP SAMPAI SEKARANG MASIH PUNYA DENDAM AMA LO GAR!"


"IYA TUH DIA UDAH BERANI-BERANINYA NGILANGIN PULPEN KESAYANGAN GW DULU"


"MENDING LO PULPEN DOANG YANG ILANG LAH GW TAS GW MAN TAS GW YANG ISINYA ALAT PEMBELAJARAN SEKOLAH HILANG NGGA TERSISA!!"


suara Yunita terkalahkan oleh para teman-temannya yang berteriak menghakimi tegar dan hal itu membuat cowok yang memiliki sebutan playboy ganteng itu marah.


Dengan kesal Gilang menggebrak meja membuat warkop yang tadinya ramai menjadi hening dan mereka semua langsung mengalihkan pandangannya kearah Gilang yang tengah melayangkan tatapan tajam yang sangat jarang sekali cowok itu perlihatkan.


"DIEM! LO SEMUA BISA DIEM NGGA SIH DARI TADI GW BERUSAHA NYARI HANDSET BUAT DENGERIN VOICE NOTE DARI YUNITA TAPI NGGA ADA YANG BAWA GW CARI HANDSET KARENA SUARA KALIAN SEMUA YANG KERAS BANGET NGOMONGNYA JADI GW DENGAN AMAT TERPAKSA NYARI HANDSET!. TERUS PAS YUNITA NELPON GW TAPI KALIAN MALAHAN TAMBAH BERISIK LO MAU SI BOS TUH NGAMUK HAH??!!!!!"bentak Gilang marah. Gilang yang notabennya sangat jarang marah itu menjadi menyeramkan dan membuat semua temannya takut.


"EH NGGA KITA MINTA MAAF!!" ucap mereka bersamaan.


"awas loh kalo berisik lagi gw bakalan aduin ke Yunita" ancam Gilang kepada teman-temannya mereka pun tak ada yang mengeluarkan suara karena mendengar ancaman Gilang yang menyebutkan akan mengadukan mereka semua jika mereka berisik lagi.


"halo Lang?! oy Lo masih ada ditempat kah??"suara Yunita terdengar keras dari handphone milik Gilang.

__ADS_1


"eh iya ta kenapa ya??"


"ck ah Lo mah sejak kapan jadi budeg banget sih??.... trus tadi gw denger disana berisik banget trus Lo ngebentak anak-anak emangnya mereka tuh salah apa coba jangan main ngebentak anak orang seenaknya Lang kalo mereka sakit hati kan Lo yang kena dosa"


Gilang menatap malas handphonenya kenapa gw yang selalu disalahin sih?? padahalkan mereka yang salah batin Gilang kesal.


"gw ngga budeg ya tadi anak-anak berisik banget jadi suara Lo ngga kedengaran jadi gw ngebentak mereka biar diem jangan banyak b***t ntar kalo ada informasi penting dari Lo kan gw ngga bisa denger apa yang Lo omongin ntar kita yang bakalan kena marah Ama Lo"jelas Gilang.


"OOO... tapikan Lo punya handset Lang"


yah bahas itu Mulu please lah yah jangan bahas itu Mulu bosen gw dengernya batinnya Gilang berucap.


"handset gw ketinggalan di sekolah ya jadi ya kaya gitu deh..."ucap Gilang malas.


"tapikan Lo...."


ketika Yunita akan menanyakan sesuatu hal lagi dengan cepat Gilang memotong omongan Yunita ia sudah tahu apa yang akan ditanyakan oleh cewek bermarga Anderson itu


"udah ya udah Lo mau ngomong apa cepet pasti Lo mau ngomong kenapa gw ngga pinjem punya anak-anak kan mereka ngga ada yang bawa dan Faisal lagi berantem Ama tegar jadi jangan tanya hal itu" ucap Gilang kesal. Gilang memutar bola matanya kesal dia hanya ingin segera ketempat balapan sudah sebulan dia tidak mengikuti pertandingan balapan liar itu. Ya walaupun yang akan balapan hanya Yunita dan devano tapi Gilang nantinya akan membujuk mantan teman SMP-nya itu untuk bertanding juga dengannya.


"hmm?? Lo nyuruh kita semua datang dulu ke sana??" tanya Gilang.


"iya Gilang ..... eh udah dulu ya kata mbaknya ngga boleh mainan handphone gw matiin dulu yah telponnya sampai ketemu di tempat balapan.."


sambungan telepon pun terputus Gilang langsung mengambil kunci motor miliknya di saku celananya dan tak lupa cowok bermata cokelat tua itu menaruh handphonenya di dalam saku celananya.


matanya yang indah memandang satu persatu teman-temannya yang tengah melayangkan tatapan bertanya dan takut secara bersamaan kepadanya.


Gilang membasahi bibirnya yang kering "si bos nyuruh kita pergi ketempat balapan dulu katanya kita suruh nunggu mereka berdua datang"


"jadi kita pergi langsung nih ke sana??"tanya cowok yang memakai kacamata mata minus.


"iya"


Gilang berjalan menuju keluar dari warkop itu tapi baru tiga langkah Gilang langsung menghentikan langkahnya dan kepala menoleh kebelakang melihat teman-temannya masih diam seperti batu.

__ADS_1


"hey Lo Lo pada mau diomelin Ama si bos??" mendengar pernyataan yang Gilang lontarkan membuat mereka terbangun dari lamunannya.


"eh ngga"


"iya ngga"


"jelas ngga maulah"


"oke kalo begitu cepetan kita harus nyampe ke sana sebelum Yunita datang"setelah mengucapkan itu Gilang langsung benar-benar keluar dari warkop itu.


anak buah Yunita yang masih di dalam sana langsung mengucapkan selamat tinggal ke pada pak Joko dan setelah itu mereka ikut keluar dari warung kopi itu.


Gilang memasangkan helm di kepalanya.


"karena jalanan dah sepi mending kita naikin aja kecepatan motornya waktu kita ngga lama jadi jangan lelet"


"iya lang...." jawab mereka bersama-sama.


Gilang moril sebentar ke arah teman-temannya lalu matanya ia fokuskan ke arah jalannya.


"gw duluan jangan lelet inget!" setelah mengatakan itu Gilang langsung menancapkan gasnya meninggalkan teman-temannya yang masih sibuk dengan kendaraannya.


"hati-hati Lang!"


"oy dah siap belum??"


"bentar bentar...."


"oke oke udah"


"oke inget apa kata Gilang tadi kita naikkan aja kecepatan motornya supaya cepetnya nyampe ke sana"


"iya iya kita denger udahlah jangan banyak b***t capcuss aja slurrr"


mereka pun bergegas menuju ketempat balapan karena bos mereka dalam perjalanan.

__ADS_1


jangan lupa untuk like Share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini....


__ADS_2