TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
otak konslet


__ADS_3

Yunita menatap jengkel Rifki yang duduk di sampingnya. Rifki yang merasa jika ada hawa yang mencengkram langsung menolehkan wajahnya ke samping ia langsung tersenyum masam karena mendapat tatapan yang tidak mengenakan yang di layangkan oleh Yunita.


"apa!" ucapnya ketus.


Rifki tersenyum"ngga"


Yunita menghela nafasnya pelan. Dirinya ingin segera pulang kerumahnya dan tidur di ranjangnya yang empuk ia tak sabar menantikan hak itu.


Reza menghampiri Yunita dan Rifki dengan seorang di sampingnya yang tengah mengumbar kan senyum ke semua temannya.


"oy kenapa kalian diem-dieman wae??" tanya Gilang yang datang bersama Reza langsung duduk di samping Yunita.


Yunita melirik Gilang malas. kenapa sih nih orang muncul tiba-tiba Mulu kek setan aja.


Gilang menyipitkan matanya melirik ke Yunita dan Rifki.


"hmmmm... kayaknya ada yang lagi marahan nih" gumamnya.


ia meminta Reza untuk menjelaskan apa yang telah terjadi selama dia pergi ke toilet untuk panggilan alam yang mendesak.


Reza menghela nafas pelan. "mereka berantem'' jawabnya.


Gilang melototkan matanya "ya gw juga tahu kelez tapi maksud gw kenapa nih dua orang di samping gw bisa marahan za astogeh!" pekiknya gemas.


"Lo sih kelamaan di kamar mandi jadi ketinggalan gosip terbaru terhangat yang paling hot baru terjadi"ucap Reza mengambil botol minum miliknya. Lelaki berwajah kebulean itu langsung meneguk minuman di botol itu hingga tandas. Entah disengaja atau tidak cowok bermarga tanjung itu mengabaikan tatapan terkejut temannya dan ia lebih memilih bermain handphonenya membuka salah satu permainan favoritnya yang ada disana untuk dia mainkan.


saat mendengar perkataan yang Reza lontarkan seketika tiga orang yang bernama Yunita, Rifki dan juga Gilang pastinya langsung kaget tak menyangka teman mereka yang biasanya diam tak banyak omong dan juga bukan orang yang suka bergosip tapi ini?? sungguh aneh fikir mereka bertiga.


"za sejak kapan Lo jadi tukang gosip??" tanya Yunita melototkan matanya menatap Reza.


"Iya za sejak kapan seorang Reza tanjung itu jadi tukang gosip?" tanya Gilang dengan mata masih memandang Reza kagum pasalnya setahu Gilang Reza adalah satu-satunya cowok di anggotanya yang sangat jarang menggosip tapi seakan dirinya mengetahui sisi lain dari temannya itu yaitu juga tukang rumpi sama dengan dirinya dan teman-temannya. kalo bener sih bagus nih ntar gw bakalan punya temen ngegibahin orang bareng kan keren tuh batin Gilang berucap.


jika Gilang dan Yunita langsung melayangkan pertanyaan kepada Reza berbeda lagi dengan Rifki Prasetyo pasalnya cowok itu hanya menatap Reza dengan pandangan bertanya.

__ADS_1


karena dirinya terlalu shock mendengar bahwa temannya yang terkenal dingin itu mengucapkan hal yang sangat tidak mungkin itu.


Reza memandang malas teman-temannya. "jangan mandangin gw kaya gitu risih tahu ngga"ucap Reza menghentikan aktivitas bermain handphonenya karena merasa terganggu dengan tatapan yang dilayangkan oleh temannya itu.


"ya siapa yang ngga kaget coba ngeliat temen yang biasanya sikapnya dingin dan dewasa kaya Lo tiba-tiba ngomong hak barusan siapa yang ngga kaget coba ya kan Lang, Ki??" ucap Yunita masih ingin tahu apa penyebab temannya itu berubah. Jangan-jangan si Reza itu mabuk yah??? batinnya bertanya.


"huft gw kan cuma ngomong kenapa kalian anggap itu hal yang serius sih mana mungkin gw jadi kaya si Rifki Ama Gilang yang suka gosip kalo dikelas" ucap Reza sedikit kesal kepada bosnya itu.


"ya wajar kita itu anggap omongan lo serius za soalnya lokan tahu sendiri kita udah kenal Lo sejak SMP yang kita tahu Lo itu dingin sifatnya dewasa dan anti banget yang namanya ngegibah orang lain atau.... jangan-jangan Lo itu lagi mabuk ya za!?"


Reza yang mendengar hal itu langsung menatap tak percaya kepada Yunita. kalo tahu bakalan kaya gini mending gw ngga usah ngomong kaya bisanya ngomong salah ngga ngomong salah batin Reza nelangsa.


"yang bener aja ta astagfirullah mana mungkin gw mabok gw itu Islam.... agama gw itu Islam ta ngga dibolehin mabuk-mabukan" ucap Reza kesal. Oke sekarang gw tersulut emosi innernya berteriak.


Gilang menatap sebentar Yunita lalu menatap sebentar Reza "eh iya nih ta jangan ngawur lah lokan tahu sendiri ngga dibolehin mabuk apalagi di Reza kan ada keturunan arab-arabnya gitu mana mungkin dia dibolehin mabuk-mabukan bisa-bisa dia dicoret dari kartu keluarganya"


Rifki yang sedari tadi diam langsung membalas ucapan Gilang yang menurutnya ngawur. setahu gw si Reza itu keturunan Amrik bukan Arab kelez innernya berteriak.


Gilang menatap sebentar Rifki."ah masa sih kan dia emang ada keturunan arab-arabnya gitu kakeknya si Reza kan orang Arab iya kan ta??"


"iya-iya masa Lo ngga inget sih Ki pas kelas sembilan kan kita kerkel dirumahnya kakeknya Reza nah kan kakeknya Reza bilang sendiri kalo dia itu keturunan Arab berarti yang diomongin Gilang itu bener si Gilang itu ada arab-arabnya"


"tunggu-tunggu.... yang.... kerkel pas disuruh buat makanan itu ya???"tanya Rifki.


"iya iya kita malahan buat makanan khas Arabia itu sih yang namanya apa yah...??"Yunita mencoba mengingat-ingat nama makanan yang dimasak mereka saat menginjak kelas 3 SMP untuk penilaian prakarya


"chickpea falafel kalo ngga salah... " lanjut Yunita.


"tapi bukannya chickpea itu falafel itu jajanan khas Arabia yah bukannya makanan??" ucap Gilang.


"eh iya a***r itukan jajanan khas Arabia kok jadinya makanan sih"ucap Yunita mengiyakan perkataan yang Gilang lontarkan.


"ya mana gw tahu seinget gw mah kaya gitu"ucap Rifki memandang Yunita kesal.

__ADS_1


"ya wajar si Rifki bilang kaya gitu soalnya itu kaya buat dimakan sama nasi ya ngga Ki??"ucap Gilang sambil merangkul Rifki.


"Lo berdua mah ajeg wae semuanya harus nasi seakan nasi itu adalah segalanya"ucap Yunita.


"ya harus dong kalo ngga ada nasi mana bisa kita berdua kenyang y ngga Lang"


"iya dong jelas"


Reza memandang aneh ke arah tiga temannya yang tengah membicarakan makanan itu. oke gw ngga tahan lagi tadi ngebahas gw sekarang ngebahas makanan oke oke kalo gw ngga cabut dari sini bisa-bisa otak gw jadi geser kaya mereka batin Reza berucap.


"tapi lokan juga iya ta sama Ama kita apa lagi si Reza pokoknya kita berempat itu memiliki persamaan yang banyak" ucap Gilang dengan cengiran khasnya.


"apa hubungannya sih Lang auah gelap gw mau cabut dulu" karena Reza sudah tidak kuat berdekatan dengan teman-temannya yang pikirannya sedang ngawur Reza yang notabennya paling dewasa atau bisa di bilang paling tua diantara mereka lebih memilih pergi dari pada mengomeli mereka yang akan menguras tenaga banyak dan bisa dipastikan dia akan mendapatkan teriakan khas ala bosnya jika dirinya melakukan hal itu.


"mau kemana za?"tanya Yunita minat Reza yang sudah berdiri bersiap meninggalkan Yunita dan kawan-kawan.


"pergi cari udara segar"ucap Reza memandang Yunita yang memasang wajah bertanya


"gw ikut"ucap Yunita antusias


Reza menggelengkan kepalanya


"ngga ngga Lo disini aja kalo pak Afandi nyariin Lo dan Lo ngga ada kan dianya yang jadi repot"


"iya juga sih .... tapi gw mau ikut ama Lo"


"ngga ngga Disni aja lah lagian gw juga pengin pergi ke kamar mandi"


"mmmm yaudah deh sana"


Reza pun pergi meninggalkan teman-temannya yang sedang berbincang-bincang ria.


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini....

__ADS_1


__ADS_2