TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
menyebalkan


__ADS_3

"lalu kenapa kau malah melakukannya lagi?!. jika ayahmu tahu hal ini aku tidak bisa memastikan hukuman apa yang akan aku jalani karena membuatmu makan mangga dengan cara seperti tadi..."


bocah ini merepotkan sekali!.


Afandi melayangkan tatapan tajam kepada sang keponakan, ia tak peduli jika Thomas tengah ketakutan sekarang. Salah siapa melakukan hal yang membuatnya marah.


Thomas menundukkan kepalanya ia tak berani menatap Afandi secara langsung jika sedang memarahinya seperti ini karena tatapan pamannya itu seolah-olah dirinya adalah mangsanya.


"aku hanya iseng-iseng paman... aku kira kau tidak pulang karena tidak biasanya kau datang telat seperti tadi..."


Thomas pelan-pelan melirik kearah pamannya menunggu reaksi apa yang akan pamannya itu keluarkan.


kenapa paman hanya diam saja??. s**l jangan-jangan dia akan mengamuk! batin Thomas berucap.


Afandi yang mendengar pernyataan dari sang keponakan menjadi marah.


apa apaan itu! hanya iseng-iseng?! yang benar saja jika dia sampai masuk kedalam rumah sakit aku pasti akan di bunuh oleh Rifan! batin Afandi murka.


dengan kesal Afandi berjalan mendekati Thomas dan tangannya langsung mengangkat kaki mungil keponakannya itu membuat siempunya berteriak dengan suara yang keras.


"PAMAN!!!!!!!! TURUNKAN AKU HUWEEEE PAMAN CEPAT TURUNKAN!!!!?"


Afandi menutup telinganya menggunakan sebelah tangannya lalu ia menatap tajam Thomas.


"diamlah bocah tengik... aku hanya melakukan seperti ini saja kau sudah menangis dasar cengeng"


Afandi mengangkat kaki Thomas tinggi-tinggi sehingga sang keponakannya berteriak semakin keras.


"HUWE... INI TERLALU TINGGI PAMAN!!!!! TURUNKAN AKU KUMOHON!!!!! "


Thomas menjerit keras membuat Yunita yang sedang mengamati paman dan keponakan yang tengah bertengkar menjadi terkejut karena melihat Thomas yang di angkat tinggi di bagian kaki kanannya sehingga kepala Thomas berada di bawah sedangkan kakinya di atas. Yunita langsung berniat membuka pintu mobil namun betapa terkejutnya ia ketika mengatasi jika dia terkunci di dalam mobil.


si**an! umpatnya didalam hati.


manik cokelat muda itu menatap tajam Afandi.


awas aja kalo gw bisa keluar dari sini gw pastiin muka lo itu bakal gw hajar! batinnya kesal.


"gw kudu cepat dari sini... tapi gimana caranya?" gumam Yunita.


Afandi mengangkat sebelah alisnya.


"menurunkan mu? jangan harap!"


"PAMAN KU MOHON TURUNKAN AKU!!! AKU BERJANJI SETELAH INI AKU TAK AKAN MELAKUKAN HAL ITU LAGI!!!!


Thomas berharap hal itu bisa membuat pamannya menurunkan dirinya.


"saat di rumah sakit kau juga mengatakan hal itu... aku tidak akan tertipu oleh omong kosong mu itu Thomas.."


"TAPI AKU KALI INI BERJANJI PAMAN SUMPAH AKU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA LAGI!!!!!


s**l kepalaku pusing! batin Thomas berucap.


"kau juga mengatakan itu saat dirumah sakit"


Afandi menatap datar Thomas. ia sungguh ingin membuat keponakannya nangis dan membuatnya kapok memakan mangga itu lagi. bukan karena dia adalah paman yang jahat melainkan dia melakukan hal itu karena dia sangat menyayangi Thomas ia tak ingin sang keponakannya itu masuk kedalam rumah sakit untuk kedua kalinya akibat kelalaian itu.


"kenapa paman tidak percaya sih! itukan kemarin jangan di samakan dengan yang kali ini dong! kali ini aku benar-benar berjanji paman!"

__ADS_1


menyebalkan!.


"karena aku tahu bagaimana kau Thomas jadi aku tak akan percaya lagi oleh omonganku itu kau harus mendapatkan hukuman atas perilaku mu kali ini"


"APA YANG BENAR SAJA! PAMAN KAU ITU KEJAM!!!!"


DUG DUG DUG!!!


Thomas menghentikan ucapannya ketika dia mendengar suara yang berasal dari mobil pamannya itu.


walaupun sekarang dirinya tengah di angkat  dengan posisi balik kaki yang menghadap ke atas dan kepala yang berada di bawah tetapi ia masih bisa melihat jelas sosok yang berada di dalam mobil pamannya.


matanya melebar seketika melihat ternyata sosok itu adalah perempuan yang sedang berusaha membuka paksa pintu mobil berwarna hitam itu.


sejak kapan paman menjadi psikopat?!. batin Thomas terkejut.


"PAMAN LEPASKAN PEREMPUAN YANG ADA DI DALAM MOBILMU! JIKA TIDAK AKU AKAN BERTERIAK BAHWA KAU ADALAH PSIKOPAT!"


Thomas memberontak berusaha melepaskan cengkraman tangan yang berada di kakinya itu.


Afandi memandang Thomas malas.


kenapa bocah tengik ini selalu membuatku pusing?! batinnya kesal.


tanpa menjawab omongan Thomas Afandi malah masuk kedalam rumah dengan mengangkat Thomas dengan mencengkeram kerah baju yang di pakai Thomas sehingga membuat Thomas seolah-olah kucing yang tengah di gendong oleh ibunya.


"PAMAN! LEPASKAN AKU! AKU AKAN MELAPORKAN MU KEPADA AYAHKU AGAR KAU MENDAPATKAN HUKUMAN YANG SETIMPAL!!!!. DASAR PSIKOPAT GILA LEPASKAN AKU!!!!


Afandi berdecak sebal. ia tak habis fikir kenapa Thomas itu bisa menyebutkannya psikopat jahat ia hanya mengunci Yunita di dalam mobil agar ia bisa memarahi Thomas dan juga memberi hukuman untuknya. mungkin ia akan mengatakan kepada Rifan agar tidak memperbolehkan anaknya menonton acara TV yang mengungsung gender triller pembunuhan yang di lakukan oleh psikopat.


"diam lah bocah tengik!. telingaku sakit mendengar teriakan mu itu!"


melepaskannya??? jangan harap!.


Afandi tak menggubris teriakan Thomas. kaki jenjangnya melangkah memasuki ruangan yang gelap.


"PAMAN!!!!! TIDAK TIDAK JANGAN MASUKKAN AKU KEDALAM PAMAN!!!!!!"


Thomas berteriak ketakutan ketika pamannya ternyata menggiringnya untuk masuk kedalam ruangan gelap itu.


"PSIKOPAT GILA!!!!"


.


.


.


.


.


.


Yunita Anderson tak henti-hentinya mengumpati Afandi yang berani mengunci dirinya di dalam mobil ini.


"dasar edan! emang dia kira gw bisa bertahan di dalam sini berjam-jam apa!?"


berbagai cara telah Yunita lakukan tetapi hasilnya nihil semua itu tidak bisa membuatnya pergi dari dalam mobil itu.

__ADS_1


ia bahkan mencoba until menghancurkan kaca mobil dengan benda yang berada di dalam mobil itu tetapi hasilnya nihil dan ia juga mencoba meminta bantuan kepada orang yang bekerja di tempat itu. bukannya membantunya mereka malah tidak menggubris teriakannya dan hal itu membuat dirinya tambah marah.


"awas aja kalo gw bisa keluar!"


Yunita menguncir rambutnya setinggi-tingginya dirinya merasa gerah ingin menghajar afandi yang berani membuat Thomas ketakutan.


padahal ia hanya baru bertemu dengan Thomas satu kali dan saat itu juga dia tidak terlalu lama bertatap muka dengan Thomas tetapi entah mengapa dia begitu mengkhawatirkan anak kecil itu seolah-olah Thomas adalah adiknya sendiri.


memang aneh tetapi itulah yang ia rasakan.


Yunita menatap jam sebentar. ia berdecak sebal sudah hampir satu jam Afandi meninggalkan dirinya di dalam mobil.


dia ngga mungkin lupa kan kalo gw masih ada di dalam sini?? batinnya berucap.


ketika matanya menatap kearah pintu masuk berwarna hitam itu untuk kesekian kalinya ia bisa melihat sosok Afandi yang melewati pintu itu dan berjalan kearah mobil berwarna hitam ralat lebih tepatnya berjalan kearah Yunita.


Yunita bersiap-siap untuk memberi pelajaran kepada Afandi yang beraninya membuat dirinya terkurung di mobil mewah ini.


ketika pintu mobil terbuka Yunita langsung menarik baju Afandi membuat wajah mereka terpaut beberapa centi, asking dekatnya wajah mereka Afandi bisa merasakan hembusan nafas Yunita yang menerpa wajahnya.


bukannya memarahi Yunita Afandi malah tersenyum tipis melihat tindakan yang dilakukan oleh cewek bermarga Anderson itu.


"Lo ngapain Thomas hah?! jawab?!" ucap Yunita dengan nada suara yang tinggi.


bukannya menjawab pertanyaan tersebut Afandi malah terkekeh geli melihat ekspresi wajah Yunita yang menurutnya itu lucu.


Yunita yang melihat Afandi malah terkekeh seolah-olah meremehkan dirinya langsung naik pitam ia menarik baju Afandi membuat wajah mereka semakin dekat saking dekatnya jarak Meraka hidung mereka pun sampai bersentuhan.


"Lo pikir ini lucu hah?! dasar gila!! gw tanya sekali lagi Lo ngapain Thomas!?"


Yunita menatap tajam manik onyx itu sebenarnya ia tak Semarang itu kepada Afandi tapi toh lelaki itu berani mengunci dirinya di dalam mobil dan meninggalkannya di dalam mobil.


"bagaimana aku menjawab pertanyaan itu sedangkan wajah kita saja sangatlah dekat seperti ini... kau tahu aku ini lelaki dewasa yang memiliki hawa nafsu yang besar kau tahu sendiri apa yang di pikirkan oleh lelaki dewasa seperti aku ini saat seorang perempuan yang tengah menguji imanku ini"


Afandi menatap Yunita dengan tatapan yang memabukkan yang membuat siapa saja lihat itu akan langsung terpaku olehnya.


Yunita yang baru menyadari jika jarak antar dirinya dengan Afandi sangatlah dekat langsung melepaskan cengkraman tangannya dari baju yang di melekat di tubuh Afandi.


"mmm... maaf.... (Yunita melirik sebentar kearah Afandi ) cepat jawab Lo tadi ngapain Thomas?" tanya Yunita dengan muka yang merah merona.


Afandi menyunggingkan senyum tipisnya.


dia terlihat manis dengan muka yang tersipu Malu batinnya berucap.


Afandi berdehem pelan, ia memasukan tangannya kedalam saku celananya.


"aku menghukumnya karena dia melanggar janji"


apa?! menghukum seorang anak kecil?! dan yang lebih parahnya hanya karena melanggar janjinya dia berani memberi hukuman kepada keponakannya sendiri??! bukankah wajar jika anak kecil sering kali melanggar janji mereka?! dasar orang tak punya hati! umpat Yunita di dalam hatinya.


"demi apa Afandi! Thomas itu masih kecil wajar saja jika dia itu melanggar janjinya!"


Yunita keluar dari dalam mobil dan melayangkan tatapan tajam kepada Afandi.


"kau tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi jadi jangan salah sangka dulu"


"jangan salah sangka apanya?! Lo mau nyangkal kalo perbuatan lo itu ngga salah gitu hah?!"


Yunita mengepalkan tangannya. berusaha mengatur nafasnya yang memburu karena amarah yang kini menghinggapi hatinya.

__ADS_1


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini....


__ADS_2