
setelah beberapa menit mereka pun sampai di pasar malam Yunita langsung keluar dari mobil dan menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya di dekat bianglala.
Rifki mengamati seluruh penjuru di dekat bianglala mencari seorang yang menyebalkan , cerewet,galak,jago bela diri, cantik,pinter tapi kadang doang kalo otaknya lagi sinkron siapa lagi jika bukan yunita Anderson adik sepupunya yang paling menyebalkan.
"mana sih tuh orang dari tadi batang hidungnya belum kelihatan juga"ucap Rifki berkacak pinggang dan sambil terus mengamati di sekelilingnya.
"iya nih katanya dah janji jam 20.00 tapi kok udah lewat lima belas menit si Yunita belum nongol juga"Gilang bolak balik melihat jam tangan yang terpasang di lengannya.
"jangan-jangan tuh orang ngga diijinin pergi ama bang maul deh"ucap Reza.
Meraka mengiyakan ucapan Reza.
"yaudah lah kita naik bianglala sekarang aja yuk"Meraka mulai masuk ke dalam untuk membeli karcis supaya bisa menaiki bianglala itu.
beberapa menit kemudian Yunita datang ke tempat yang tadi Rifki dan kawan-kawan tempati. ia melihat ke kanan dan kiri untuk mencari dimana para teman-temannya itu.
"duh mana sih mereka"ucap Yunita masih mengamati di sekelilingnya.
tapi nihil tidak ada satupun teman Yunita yang ada di penglihatannya.
"yah kan Meraka pasti udah naik duluan ******!"ucap Yunita mencak-mencak.
tanpa disadari di belakang Yunita ada seorang laki-laki yang dari tadi memperhatikan dirinya, laki-laki itupun menghampiri Yunita yang sedang kesal.
ia menepuk pundak cewek bermarga Anderson itu membuat cewek itu terkejut.
"hei"ucap laki-laki itu menyentuh pundak Yunita.
"astagfirullah!!!!! (Yunita menoleh ke belakang ia melihat pelaku yang membuat jantungnya ingin copot dari sangkarnya dan ternyata orang itu adalah afandi) yaampun Lo tuh ya kalo gw jantungan gimana heh??!"ucap Yunita kesal.
"kamu kenapa di sini sendirian??"tanya Afandi sambil melihat sekelilingnya.
"ya tadinya sih ngga bakalan sendirian kalo gw datangnya ngga terlambat"ucap Yunita.
"lalu??? apa kamu ingin naik bianglala"tanya Afandi.
"ya..... pengin sih tapi..... males ah"
"kenapa??"
"gw males naik sendirian"jawab Yunita.
"mau ku temani??"tawar Afandi.
"mmm... emang ngga apa-apa??"tanya Yunita memandang Afandi.
"iya"balas Afandi.
melihat Afandi mau menemaninya yunita pun langsung menarik tangan Afandi menuju ke pembelian karcis kalau mereka pun masuk kedalam.
__ADS_1
Yunita sangat bahagia karena walaupun teman-temannya sudah menaiki bianglala ini tapi ia bisa naik bianglala bersama seseorang yang entah kenapa selalu muncul di hadapannya.
Yunita melihat dari kaca yang tembus pandang itu melihat keindahan dari atas ia tersenyum di dalam hati berkata untung gw ngga takut ketinggian jadi gw bisa menikmati keindahan dari atas sini deh batinnya berucap sumringah.
Afandi yang melihat Yunita tersenyum hatinya menjadi menghangat ia pun ikut tersenyum walaupun sangat tipis.
"oh iya kok Lo bisa datang ke tempat beginian sih??"tanya Yunita mengalihkan pandangannya kearah Afandi .
"aku hanya menemani keponakanku"ucap Afandi.
"hah?? Lo punya keponakan??"tanya Yunita terkejut.
"hn"jawab Afandi.
"oooo..... "
Yunita berfikir sebentar jika Afandi pergi ke sini dengan keponakannya seharusnya tadi ia melihat Afandi bersama dengan keponakannya bukan?? tapi tadi ia tak melihat ada siapa-siapa iapun bertanya kepada Afandi untuk menghilangkan rasa penasaran yang menghinggapinya.
"trus keponakannya Lo di mana??"tanya Yunita memandang wajah Afandi.
"dia sedang asik bermain dengan anak buahku di bawah sana"
"OOO begitu"ia menganggukkan kepalanya.
"kamu datang kesini sendirian??"
"dengan siapa??"tanyanya.
"ck siapa lagi kalo bukan Abang gw"jawabnya malas.
suasana menjadi sunyi hanya terdengar teriakan para anak-anak yang bahagia dari bawah sana.
ketika bianglala yang Meraka naiki hampir di puncak Yunita mengeluarkan suaranya.
"Lo tahu ngga katanya ada mitos yang mengatakan jika bianglala yang kita naiki tepat di puncaknya kita bisa memohon apapun dan permohonan itu bakalan terkabul loh"Yunita memandang keluar jendela.
"kamu percaya dengan sebuah mitos yang tidak pasti??"
"ya ngga juga sih tapi kita belum tahu sebelum di coba kan"
"jadi kamu ingin mencobanya??"tanyanya memandang wajah Yunita.
"boleh juga"
tepat ketika bianglala itu mecapai puncaknya Yunita dan Afandi mengeluarkan permohonan yang Meraka harap akan menjadi nyata.
'*gw berharap Afandi ngga bakalan ngecewain gw'
aku selalu ingin sesama dengannya sampai kapanpun. jangan pisahkan kita berdua*.
__ADS_1
setelah itu merekapun turun karena Yunita mendapat pesan dari Maulana untuk segera pulang.
"padahalkan gw baru main satu wahana doang! ih nyebelin banget sih bang maul!"gerutunya .
setelah mendapatkan pesan dari kakaknya itu Yunita langsung pamit pergi meninggalkan Afandi yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
di lain tempat Maulana sedang menunggu kedatangan adiknya. ia melihat Rifki,Reza,dan Gilang yang berjalan menghampirinya.
"lah bang maul kok ada di sini sih??"tanya Gilang.
"Adek gw mana??"bukannya menjawab pertanyaan itu Maulana justru memberikan pertanyaan kepada ketiga orang di hadapannya tersebut.
"lah mana kita bertiga tahu?!"
"bukannya tadi Yunita bilang mau buru-buru nyamperin lo pada yah"
mereka bertiga pun bingung pasalnya dari tadi ia tidak melihat batang hidung Yunita yang muncul tapi mengapa kakak dari Yunita itu malah menanyakan keberadaan adiknya pada dirinya.
"ngga kok beneran deh. kita bertiga ngga tahu"
Maulana terkejut lalu adiknya sekarang sedang bersama dengan siapa. rasa khawatir menggerogoti dirinya.
"kita sih niatnya mau naik bianglala bareng tapi Yunita ngga nongol-nongol jadi kita naik duluan deh"
merak bertiga merasa kasihan dengan Maulana yang begitu khawatir dengan Yunita langsung berinisiatif untuk mencari keberadaan bosnya itu.
"kek gini aja deh bang kita bakal bantuin abang cari si yunita"
"aku ikut" ucap seorang di belakang Maulana.
Meraka berempat melihat Fina yang keluar dari mobil dan menghampiri mereka berempat menjadi bingung.
"ngga boleh kamu di sini aja kalo kamu ikutan ikang gimana "tolak Maulana.
"kalo aku ngga boleh ikut kita putus aja"ancam Fina.
mata Maulana melotot, putus aja kata-kata itu adalah kata-kata yang tidak ingin ia dengar.
"huft! iya deh kamu boleh ikut. tapi kamu sama aku kalian bertiga cari di sekitar bianglala gw sama Fina minta bantuan pegawai yang ada di sini"
merekapun langsung pergi menjalaiytugas masing-masing.
Rifki,Reza dan Gilang bergegas pergi ke tempat bianglala itu.
Yunita tengah berjalan dengan menggerutu karena ponselnya tiba-tiba mati begitu saja karena baterai ponselnya habis. jadi ketika dia akan membalas pesan dari kakaknya itu tiba-tiba ponselnya mati jadi ia tidak bisa membalas pesan dari Maulana.
jangan lupa untuk like share and coment ya
jangan lupa klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini ya guys.
__ADS_1