TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
pulang


__ADS_3

hn akan kutunggu ajakanmu"


Saudara menjadi hening karena Yunita sudah kehabisan topik pembicaraan dan dia juga sudah malas untuk bicara lagi efek kekenyangan.


"Tidurlah jika sudah sampai ke rumahmu aku akan membangunkan mu"ucap Afandi.


"Ah ngga kok gw ngga ngantuk cuma efek kekenyangan jadi kek gini hehehe"ucap Yunita cengengesan.


Suasana menjadi hening kembali Yunita yang malas dengan suasana yang hening pun mengambil handphone miliknya dan memainkannya.


Dia terkekeh geli membaca komik yang ada di mangatoon. Afandi yang melihat Yunita tersenyum hatinya menjadi menghangat karena melihat senyuman manis dari Yunita.


"Hihihi.... Yaampun ada-ada aja sih si gong ou nih"gumam Yunita .


Afandi yang mendengar Yunita seperti menyebutkan nama laki-laki pun menjadi penasaran.


Gong ou siapa dia batinnya bertanya-tanya.


ada terbesit sedikit rasa kesal ketika Yunita menyebutkan nama laki-laki lain saat bersamanya.


ck aku akan mencarinya.


beberapa saat kemudian......


mobil hitam fanta milik Afandi berhenti di depan gerbang besar yang di dalamnya terdapat rumah mewah keluarga Anderson Yunita membuka pintu mobil di sampingnya dan keluar, sebelum ia masuk ke dalam rumahnya ia mengucapkan terima kasih kepada Afandi.


"mmmm makasih ya udah nelaktir gw tadi dan makasih karena udah mau nganter gw pulang"ucap Yunita disertai senyuman manisnya.


"hn masuklah".


mobil hitam fanta itupun meninggalkan kediaman Anderson. Yunita langsung masuk ke dalam rumahnya, saat ia berjalan menuju tangga ia melihat Maulana yang melihat dirinya dengan tatapan yang mencurigakan.


"jam segini baru pulang neng??"tanyanya dengan kedua tangannya di letakkan di atas dadanya.


"ya maaf bang tadi mampir dulu buat makan"jawab Yunita.


"hmmm... kamu pulang ama siapa??"tanya Maulana.

__ADS_1


"kepo!"setelah mengucapkan itu Yunita melenggos pergi menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.


ia merebahkan dirinya di kasur empuknya, Yunita di dalam hatinya tengah berbunga-bunga karena dirinya sudah dekat dengan Afandi tapi ia masih belum yakin jika Afandi menyukai dirinya haduh puyengnya kepala ku batinnya berucap.


di kediaman miller.


terlihat di kediaman miller ada seorang laki-laki yang mondar mandir melihat ke arah gerbang menantikan seseorang yang dari tadi belum datang-datang.


"aduh kenapa tuh anak belum pulang sih?!"ucap anak pertama keluarga Miller.


"sabar Rifan adikmu pasti sedang dalam perjalanan kemari"ucap perempuan cantik yang di ketahui istri dari anak pertama dari keluarga Miller.


"tapi dia udah lewat setengah jam sayang"ucapnya.


"ya ngertiin aja pasti dia lagi kejebak di jalan mungkin lagi macet"


seorang wanita parubaya menghampiri sepasang suami istri yang tengah duduk di depan .


"kenapa adikmu belum datang ??"


"lah itu Bu aku juga ngga tahu...."


"hiks kamu ini jangan bilang kaya gitu ibu tahu kok pasti adikmu bakalan datang"ucap nyonya besar Miller.


"lah tuh udah datang"


merekapun melihat ke gerbang ada sebuah mobil yang memasuki kediaman miller. mobil itu berhenti tepat di pintu masuk rumah.


pintu mobil terbuka terlihat seorang laki-laki tampan dengan tubuh atletis berjalan mendekat kearah wanita parubaya itu.


"akhirnya kamu pulang juga nak ibu kangen banget sama kamu!"wanita parubaya itu memeluk anaknya dengan sangat erat.


"ibu kasihan tahu menunggumu sangat lama. kemana saja kau?!"tanya Rifan.


"tadi ada urusan penting"jawabnya.


"sudah-sudah ayo kita masuk kasian Afandi pasti capek"

__ADS_1


merekapun masuk kedalam rumah mewah itu.


"bagaimana kabarmu nak??"tanya William Miller ayah dari Afandi Miller dan Rifan Miller.


"baik"jawab Afandi.


"kenapa kamu jarang pulang nak??"tanya nyonya Miller.


"aku sibuk Bu jadi tak ada waktu untuk pulang ke rumah"jawabnya.


"tapi kenapa ngga ngirim kabar??"


"jika aku bilang kepada ibu bahwa aku tidak bisa pulang pasti ibu tidak akan tinggal diam dan aku tidak akan.bisa fokus kerja"jawab Afandi.


"sudahlah jangan memberi pertanyaan banyak untuk dia nanti Afandi tidak mau pulang lagi bagaimana"ucap tuan Miller.


"baiklah aku tak akan memberimu pertanyaan lagi tapi kamu harus nginap disini malam ini"ucap Difa Miller.


"hn. baiklah"jawab afandi


"ekehm Bu yah di sini masih ada kita berdua loh jangan di kacangin kek napa"ucap Rifan .


"ngga ngacangin cuma ibu pengin ngomong-ngomong sama adikmu aja"ucap Difa Miller.


"kau sudah besar Rifan janganlah kekanakan seperti itu"ucap Afandi.


"hey kau tak sopan sekali dengan kakakmu"ucap Rifan melototkan matanya.


"lagian kita sudah besar aku malas berdebat dengan mu. selamat malam"ucap Afandi berjalan ke kamarnya.


ia merebahkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya, ia memejamkan matanya bibirnya tersenyum tipis mengingat dirinya bisa sedekat ini dengan Yunita tunggu ia baru teringat ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada tangan kanannya untuk mencari orang yang bernama gong ou.


setelah mengirimkan pesan kepada tangan kanannya iapun segera tidur dengan suasana hati yang ancur gara-gara mengingat perempuan yang pulang bersamanya tadi tersenyum ketika mengucapkan nama laki-laki lain.


ini sungguh mengganggu ku batin Afandi kesal.


"siapa itu gong ou apakah dia pacarnya Yunita atau.... arghhhh memikirkannya saja sudah membuatku frustasi aku tidak bisa tidur gara-gara masalah ini ck! menyebalkan!"ucap Afandi kesal.

__ADS_1


jangan lupa untuk like and coment ya guys dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini ya....


__ADS_2