TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
seribu alasan


__ADS_3

"woy cepet malah berduaan!"teriak Rifki dari kejauhan.


"sabar!!!" bukannya afandi yang menjawab malahan Yunita yang menjawab omongan Rifki itu di Sertai tatapan yang tajam yang membuat Rifki merinding ngeliatnya.


anjirr tatapannya ituloh....


"yaudah semangat ya!... hati-hati da dah...."Yunita pergi menuju tempat duduk yang sudah di sediakan.


"gw kudu menyemangati mereka... Tapi gw ngga bawa toa karena kan ini mendadak..hmmm... di sini yang bawa toa siapa ya???"ucapnya pada diri sendiri.


"pertandingan antara SMA pelita harapan dan SMA bakti di mulai!!!"


"nah!... Itu ada yang bawa toa!"serunya bahagia. Ia langsung menghampiri orang yang membawa toa itu dan berniat untuk meminjam toa itu untuk menyemangati para sahabatnya yang tengah melawan orang-orang ********.


"pak"panggil Yunita.


"iya ada apa dek??"tanya wasit itu.

__ADS_1


"boleh pinjem toa nya ngga??. Kan bapak bawa dua jadi ngga apa-apa dong"ucap Yunita menatap orang itu dengan pandangan yang imut .


"emangnya buat apa dulu dek"ucap orang itu.


"buat menyemangati teman-teman saya pak kasihan ngga ada yang nyemangati" ujar Yunita.


orang itu berfikir sejenak lalu memperbolehkan Yunita untuk meminjam toa miliknya tetapi harus di kembalikan saat pertandingan ini selesai dan tidak boleh lecet karena itu toa kesayangannya.


"hmmm... Boleh deh tapi kamu harus mengembalikannya tepat waktu ya pertandingan ini selesai kamu harus langsung cari saya buat mengembalikan toa ini ya"ucapnya menyerahkan toa itu ke Yunita.


cewek bersurai coklat itu melihat-lihat tempat duduk yang di sediakan di situ guna menentukan tempat duduk yang cocok untuknya.


"nah ketemu!"serunya ketika melihat satu tempat duduk yang kosong dan tidak jauh dari bawah lapangan pertandingan.


tapi matanya menyipit ketika melihat cowok yang sepertinya tak asing di penglihatannya.


"itu cowok siapa ya??"gumamnya.

__ADS_1


"tunggu-tunggu kok perawakannya kek Gilang ya??.... jeda Yunita sambil mengingat-ingat perawakan cowok bertubuh tinggi berkulit putih itu" ah iya itu si Gilang!... tapi kok dia di sini ya?? kan dia bukan pemain cadangan!"gumam Yunita sambil menyipitkan matanya.


"gw samperin dulu aja ah!" dirinya pun menghampiri kursi kosong plus temannya yang bernama Gilang itu.


"oy!" seru Yunita memanggil cowok berambut cepak itu. Ia juga langsung duduk di kursi sebelah Gilang yang kosong.


Merasa ada yang menyapanya ia pun menoleh ke samping matanya menyipit tak percaya seorang di sampingnya itu adalah Yunita a.k.a bosnya.


"lah kok lo kok di sini sih??"Gilang masih menatap Yunita bingung.


"suka-suka gw lah emang gw kudu lapor ke lo kalo gw mau duduk di sini sih.... jeda Yunita ia melirik sinis ke arah Gilang."perasaan Lo bukan pemain cadangan deh. Kenapa Lo malah di sini duduk ayem sedangkan temen-temen lo lagi pada berjuang mengalahkan si ******* itu" ucapnya sedikit kesal.


"gw.... Gw.... ia melirik ke arah Yunita yang penasaran apa yang akan di ucapkan oleh dirinya."gw... Gw tadi sakit perut.... Ya tadi gw sakit perut jadi ,gw lebih milih pemain cadangan karena tadi gw sempet bolak-balik ke WC"jelas Gilang.


***jangan lupa untuk like share and coment ya guys


dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini***...

__ADS_1


__ADS_2