
"kakak cantik itu seperti apa Thomas??"
"kakak cantik itu sepelti nenek dan ibu yang baik hati dan cantik"Thomas tersenyum Jane merasa anak yang telah menolong cucunya itu.
"benarkah?"menurutnya Thomas memilki sifat yang dingin seperti anak bungsunya dan jarang menunjukkan senyumnya tapi hari ini cucunya itu sejak kejadian kakak cantik yang di maksud Thomas itu menyelamatkannya. mungkin dia akan bertemu dengan gadis itu dan berterimakasih kepada nya karena telah menyelamatkan cucu kesayangannya itu.
"iya nek. tadinya sih aku ingin mengajak kak cantik untuk ke sini.... tapi... kata ayah kak cantik tak membawa ponselnya jadi kak cantik kesininya kapan-kapan deh"Thomas memasang raut wajah sedih.membuat Jane tidak tega melihatnya.
"jangan bersedih Thomas nanti nenek akan menemui kakak cantik itu dan membawanya ke sini.... bagaimana??? "tawarnya.
"benarkah??"
Jane menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"nenek janji yah" Thomas menautkan jari kelingking miliknya dengan jari kelingking neneknya itu adalah kebiasaannya ketika seorang berjanji dengan dirinya.
"iya nenek janji... tapi kamu jangan bersedih lagi oke"
"oke!"
.
.
.
.
.
.
.
.
"wahhhhh udah jam segini Abang mamah papah!!!!! kenapa ngga ada yang ngebangunin aku sih!!!"suara teriakan cempreng itu terdengar hingga ruang makan membuat orang-orang yang sedang menyantap sarapan pagi tersedak langsung.
"ekhem! .... tadi sih papah mau nyuruh Maulana buat ngebangunin kamu tapi dianya ngga mau katanya takut kena marah kamu lagi"ucap Ega Anderson sambil mengambil minumnya yang ada di atas meja.
Yunita menatap keluarganya dengan pandangan yang menusuk. matanya berkedut bibirnya komat-kamit. dia langsung menarik Maulana pergi dari ruang makan itu dengan paksa.
"eh... yaampun... pelan-pelan jalannya"
"bang pokoknya harus sampai ke sekolah tepat waktu jangan ampe telat"ancam Yunita.
__ADS_1
"cepet masuk"perintah Maulana.
Yunita pun masuk ke dalam mobil itu dan melambaikan tangannya ke mamah dan papah ya.
"aku berangkat dulu assalamualaikum mah pah bye bye!!!"teriak Yunita dengan suara cemprengnya. Maulana menutup telinganya sendiri karena suara cempreng adiknya itu bisa berakibat fatal jika di dengarkan dari jarak yang dekat.
"waalaikumsalam hati-hati di jalan"balas Ega dan satira secara bersamaan.
mobil itu membelah jalanan yang ramai dengan kecepatan yang sedang. tak henti-hentinya Yunita mengomel di mobil menyalahkan dirinya karena tidak membangunkan Yunita.
"Abang gimana sih katanya ngga mau aku jadi badgirl lagi tapi kenapa ngga bangunin aku kalo ampe aku telat awas aja!"Maulana meringis karena kupingnya sakit mendengar suara Omelan dari adiknya itu.
"abang kan ngga mau kena omel kamu lagi ntar kamu bilang.. ih Abang inikan jadwal hibernasi aku kenapa di bangunin..."ucap Maulana memasang ekspresi mengejek.
"ihhhhh tapikan aku tahu kalo hari ini masuk sekolah... dasar Abang ngga ada hati"Yunita mengalihkan pandangannya ke jendela sampingnya.
yah marah kah??
"Abang minta maaf ya... "bujug Maulana.
Yunita hanya menoleh ke arah Maulana tak berniat untuk menjawab omongan dari abangnya itu ia hanya ingin mendiamkan abangnya itu selama satu hari penuh nanti ia ingin meminta salah satu temannya untuk mengantarnya pulang ia malas pulang bareng ama Maulana.
"jangan kek gitu dong... maafin Abang yah"
mobil itu sudah berhenti di depan gerbang sekolah SMA yang Yunita tempati.
gerbang sih belum tertutup tapi saat Yunita melewati pos satpam ia langsung di cegat oleh satpam yang di kenal dengan kegalakkannya.
gug.! Yunita menelan ludahnya kasar.
"kamu ngga boleh masuk udah jam segini!"ucap satpam itu kepada Yunita.
"yah.... pak kan cuma telat 5 menit doang . bolehin masuk ya pak"Yunita memasang wajah memelasnya.
"yah kan sama aja telat "balas satpam itu.
"yah pak...."
"tunggu di sini saya mau manggil guru BK dulu"ucap satpam itu.
"yah... pak"
"pak!"Maulana yang melihat adiknya tidak boleh masuk ke dalam kelasnya pun langsung masuk ke dalam sekolah itu dan memanggil satpam itu.
satpam itupun menoleh kebelakang ia melihat Maulana yang ada di sini pun langsung menghampirinya.
__ADS_1
"iya kenapa tuan Anderson??"tanya sarapan itu tiba-tiba dengan suara yang tidak segala tadi.
ia bersikap seperti itu karena keluarga Anderson adalah keluarga yang konglomerat bukan hanya itu keluarga Anderson juga menyumbangkan dana terbesar untuk sekolah ini makannya ia lebih sopan takut jika dia akan di tuntut oleh keluarga Anderson. keluarga Anderson juga terkenal dengan kemahirannya dalam bidang bisnis semua bisnis sudah mereka coba dan juga mereka adalah keluarga yang sangat melindungi anggota keluarganya.jika ada yang berani mengusik salah satu anggota keluarganya mereka tak sungkan-sungkan untuk menghabisi orang itu langsung di tempat.
"biarin dia masuk"ucap Maulana dingin dengan tatapan yang tajam.
Yunita melihat ke arah abangnya itu. tumben wajahnya bisa seserius itu cih awas yang bang gw masih marah ama lo batin Yunita berucap.
"tapikan dia udah telat"jawab satpam itu.
"udah ngga mau kerja lagi di sini??"ancamnya.
"eh... (satpam itu menggelengkan kepalanya sambil berucap tidak... tidak)"
"eh kamu di bolehin masuk ke kelas tapi inget jangan telat lagi"ucap satpam itu menghampiri Yunita yang sedang berkacak pinggang dan menatap Maulana dengan sengit.
"hah?"sakura melongo apa dia ngga salah denger.
"kamu udah di bolehin masuk"ucap satpam itu sekali lagi.
"saya boleh masuk?!"ucapnya memastikan.
"iya sama masuk tapi jangan telat lagi"ucap satpam tersebut.
"ooh ya... ya...ya.... makasih pak"Yunita berjalan menuju ke arah koridor tapi ia menoleh ke belakang lagi dan mengucapkan kata-kata untuk Maulana yang membuat anak sulung Anderson itu kaget karena ia sedang berbicara empat mata dengan satpam penjaga sekolah itu.
"inget ya bang! jangan pikir aku udah maafin Abang gara-gara kejadian ini... urusan kita belum selesai! tidak semudah itu Ferguso"ia pun langsung berlari menuju ke kelasnya.
jantung gw yaampun untung gw ngga punya penyakit riwayat jantung dasar adik laknat.
satpam melongo pantes aja tuan maulana ini bilang suruh masukin dia dan ngga ngehukum siswi tadi ternyata adiknya toh... eh tadikan saya sudah galak sama adiknya bisa-bisa daya di pecat.....
"pak inget ya jangan pernah ngelarang adik saya yang tadi itu masuk ke kelasnya!"perintah Maulana mutlak.
"iya... iya... saya ngga bakalan ngelarang adik tuan Maulana masuk ke dalam walaupun udah telat beberapa jam pun ngga bakalan"ucap satpam itu takut.
Maulana pun langsung meninggalkan tempat itu dan bergegas pergi ke kantornya.
"gw lupa nanyain si Rifan !" iapun mengambil handphone milik dan mengirim pesan kepada temannya yang bernama Rifan itu.
***to Rifan**
gimana perkembangannya?? udah nemuin asal usul pemilik plat mobil yang itu fan*?!
"udah jam segini lagi."mobil itupun meninggalkan sekolah SMA yang menjadi sekolah favorit di Jakarta itu.
__ADS_1
jangan lupa untuk like share and coment ya guys dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini...