TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
murid baru


__ADS_3

Yunita melihat ada beberapa notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya, dan dia melihat dua pesan dari kakaknya Maulana Anderson.


from bang maul


inget Abang ngga ada dirumah bukan berarti Lo bisa bebas keluyuran pergi kalo sampai Lo ketahuan keluyuran malem-malem siap-siap aja kena amuk dari gw.


from bang maul


kalo dah waktunya pulang sekolah langsung pulang jangan keluyuran inget Abang bisa mantau Lo dari cctv yang ada di rumah loh jadi sekarang Lo kudu jadi anak baik selagi Abang pergi ke luar negeri ntar kalo Lo beneran ngga keluyuran dan mematuhi omongan Abang .. Abang janji bakalan beliin oleh-oleh makanan yang banyak ataupun yang Lo pengin deh.


"astagfirullah yang bener aja kelez! nih orang lama-lama nyebelin banget sih" gumam Yunita kesal.


Rifki yang duduk di samping Yunita masih bisa mendengar gumaman dari mulut Yunita langsung mendekatkan kursinya dan hal itu membuat Yunita menoleh kearahnya.


Rifki membaca pesan yang dikirimkan oleh kakak sepupunya itu dengan cepat.


"ya ngga usah nurutin omongannya bang maul lagian Lo bisa bela diri ngga bakalan kenapa-kenapa lah " ucap Rifki.


"emm btw si Reza mana nih??" ucap Yunita mengalihkan topik pembicaraan.


"OOO si Reza itu lagi kumpul OSIS padahal dia belum menjabat OSIS tapi udah disuruh kumpul bareng enak banget sih tuh orang"


"OOO..."


tiba-tiba suasana menjadi sepi seketika disusul Reza memasuki raungan kelas dengan santai.


"ada guru cuy" ucap Reza disusul guru yang berjalan di belakang cowok bermarga Prasetyo itu dan hak itu membuat para murid kelas x ips 2 berhamburan mencari tempat duduk mereka.


guru yang bernama Karen itu mengamati para anak muridnya satu persatu sudah satu Minggu dia tidak masuk ke kelas ini karena banyak urusan yang harus dilakukan pak Karen itu. Sebenarnya pak Karen itu adalah wali kelas dari kelas x ips 2 itu tapi dia sangat jarang menjenguk atau melihat para anak muridnya dikarenakan dirinya terlalu sibuk namun tidak ada angin ataupun hujan pak karena tiba-tiba masuk ke kelas itu dengan Reza yang ikut serta berjalan didepannya.


"assalamualaikum anak-anak"


"waalaikumsalam pak... " jawab anak murid kelas x ips 2 secara bersamaan.


Yunita mengangkat satu tangannya untuk menanyakan suatu hal kepada wali kelasnya itu"pak karen tumben banget kesini jangan-jangan ada pengumuman penting yah??"


pak Karen tersenyum lebar mendengar perkataan Yunita walaupun dirinya baru disini beberapa Minggu tapi dia sudah tahu sifat Yunita Anderson itu walaupun Yunita terkenal rewel dan tak dapat diatur tapi sebenarnya dia adalah murid yang cukup pintar di bidangnya.


"benar sekali tebakanmu nona Anderson bapak datang kesini karena mau memberitahukan kepada kalian semua bahwa sekarang anak murid x ips 2 akan menambah jumlahnya yang dulunya 39 sekarang akan menjadi 40"

__ADS_1


"hah maksud bapak apa?!" tegar menyela ucapan Karen membuat teman-temannya menyorakinya.


"dasar b**o! Lo gar ya berarti ada murid baru lah kaya gitu aja masa ngga ngerti sih!"seru teman-teman sekelasnya kesal.


"sudah sudah jangan ribut jadi begini bapak akan menyuruh anak baru itu untuk masuk kedalam jika kalian tidak berisik bagaimana"


"kebiasaan nih pak Karen ngga nyambungan" ucap yunita pelan.


Reza menoleh kesamping "walaupun kaya itu pak karen itu wali kelas kita yang paling baik tw kita harus bersyukur"


"tumben Lo ngomong panjang lebar dah ada perubahan kah"goda Yunita.


"ekhem nona Anderson jika kau ingin mengobrol diluar saja!"tegur pak karen membuat seisi kelas mengalihkan pandangannya kearah Yunita.


Yunita yang mendapat teguran dari wali kelasnya pun hanya bisa menyunggingkan senyum nya yang masam.


"eheheee..... ngga pak lanjut aja saya ngga bakalan ngomong lagi"


Karen menggelengkan kepalanya "baiklah nona silahkan masuk kedalam"


Karen mengkodekan kepada murid baru itu untuk segera masuk kedalam kelas.



dengan malu-malu anak murid itu mendekat kearah arah Karen berada.


"diam murid-murid saya tahu kalian semua makhluk Adam Disni terpaku oleh kecantikan murid baru ini tapi saya mohon kepada kalian agar diam biarlah nona cantik ini memperkenalkan dirinya... nona silahkan perkenalkan dirimu"


perempuan itu menjilat bibirnya yang terasa kering lalu dengan satu tarikan nafas dia mulai memperkenalkan dirinya.


"hai semuanya perkenalkan namaku Irene Adler kalian semua bisa memanggilku Irene " ucap Irene sambil membukukan tubuhnya.


"wahh namanya cantik banget kaya orangnya...."


"mbak mbak btw mbak itu udah punya pacar belum sih??"


"wahhh Irene minta nomer handphonenya dong.."


itulah pertanyaan ataupun godaan yang dilontarkan oleh kaum Adam di kelas x ips 2 itu.

__ADS_1


"eh eh eh jangan bicara seperti itu nanti bapak ngasih nilai c Lo sama kalian... "


"yah bapak mah ngga asik"


tak perduli rengekan anak muridnya Karen melihat Yunita yang rewel masih saja mengobrol dengan teman sebangkunya.


Karen menggelengkan kepalanya "Yunita Andesron!..."


tak ada jawaban dari Yunita mungkin anak bungsu keluarga Anderson itu sedang asik dengan dunianya itu.


"Yunita Anderson!"


masih sama tidak ada jawaban dari Yunita membuat Karen lagi-lagi harus bersabar dengan tingkah anak muridnya yang satu ini.


"YUNITA ANDERSON!"


ketiga Karen memanggilnya untuk ketiga kalinya akhirnya cewek berumur 15 tahun itu tersadar dan menatap dirinya dengan ia pandangan bertanya.


"kenapa pak???"


"kamu itu dipanggil pura-pura ngga denger atau beneran ngga denger sih .... kamu sini jalan ke depan jangan lupa juga bawa tas juga"


"ya ngga denger lah masa pura-pura ngga denger sih ... emangnya mau ngapain pak kok tumben saya diizinin buat minggat sih pak Kesambet setan apa pak" ucap Yunita berjalan menghampiri Karen tak lupa dia membawa tas ranselnya.


"enak aja saya suruh kamu kesini bawa tas itu supaya kamu duduk bareng sama Irene di meja itu" Karen menunjuk ke meja yang berada di barisan kedua dan hal itu membuat Yunita mentah-mentah menolak permintaan Karen.


"ngga ngga enak aja saya udah nyaman duduk sama Reza jangan paksa saya buat menjauh dari Reza tanjung" tolak Yunita.


"kamu bisa kumpul bareng sama Reza ketika jam istirahat berlangsung tapi kali ini kamu harus duduk bersama Irene kalo kamu ngga mau yahh bapak bakalan ngasih nilai kamu c gimana??"


yang bener aja!!!!! batinnya berteriak kesal.


dengan sangat amat terpaksa Yunita mengiyakan permintaan dari wali kelasnya itu.


"oke deh oke puas hah!" Yunita pun berjalan menuju bangku yang tadi ditunjuk oleh Karen diikuti oleh Irene di belakang Yunita.


"baiklah itu saja yang saya mau sampaikan semoga nona Anderson betah dan ingat jangan sampai pindah tempat duduk lagi jika bapak melihat kamu pindah lagi ketempat duduk kamu dulu maka bapak akan benar-benar memberi nilai harianmu itu c yasudah lah selamat belajar semua bapak mau pergi dulu"


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini... karena cerita tak akan melepaskan akan update setiap hari loh...

__ADS_1


__ADS_2