
"idih siapa juga yang suka ama dia!"balasnya memutar bola matanya bosan.
"suka apaan??"tanya Rifki yang tiba-tiba membawa gerombolan timnya membuat Yunita menampol lengan Rifki karena kaget pasalnya si Rifki nanya pas telinga Yunita jadi ketika pas Yunita menoleh ke samping ia terkejut oleh muka si Rifki yang begitu dekat dengannya.
"goblog! kaget *****!"ia menampar lengan Rifki dengan keras membuat sang empunya memekik kesakitan. Hey bung dia punya tenaga monster jadi jangan pikir aku lemah seperti itu kekuatannya setara dengan asal kalian tahu kekuatan bos kita itu setara dengan thanos batinnya berucap.
"aww! sakit ****"pekiknya.
Yunita hanya melayangkan pelototannya kepada Rifki.
"diem Lo!"ucapnya sambil melayangkan pelototannya ke Rifki.
"yaelah gw serba salah banget sih"ucapnya nelangsa.
"yaelah tuh orang jalan kemari lagi"gumamnya tak henti-hentinya mencuri pandang ke arah Afandi.
melihat Yunita dengan gelagat anehnya membuat Rifki penasaran dan ia menyenggol teman di sampingnya.
"oy si Yunita kenapa tuh?? kok dia aneh??"tanyanya dengan nada suara yang di pelaminan supaya orang yang sedang menjadi topik pembicaraan itu tidak mendengarnya.
"eh iya ya kok gelagatnya Yunita aneh kek gitu?? apa jangan-jangan dia kesurupan penghuni di sini lagi??!"karena pemikiran yang begitu begitu mulu alias ajeg wae ya kalo si bos mereka sedang mengalami gelagat aneh nih orang sukanya berpikiran jika Yunita sedang di surupi oleh setan penghuni yang ada di situ. membuat Rifki ingin menonyor kepala temannya itu.
"ngawur Lo kesurupan Mulu yang ada di otak Lo! Yunita yang ngga kesurupan aja nyeremin pas marah apa lagi pas kesurupan nyereminnya kek apa amit-amit jangan nyampe tuh orang kesurupan kalo beneran kesurupan bisa-bisa kita tinggal kenangan aja"tegur Rifki.
"ya... ya... gw kan cuma jawab pertanyaan Lo kalo di cuekin marah bilangnya eh Lo jadi temen ngga perhatian banget sih orang.. teman lagi Naya tuh di jawab bukannya di diemin aja"balas temannya sewot.
"hehehe ya maap"jawab Rifki cengengesan.
Yunita menatap bingung kepada Rifki dan temannya di sampingnya gw lupa namanya.
"Lo berdua kenapa??"
"eh kita ngga apa-apa... ya.. kan"
"iya... iya heheh"
__ADS_1
"hmmm... mencurigakan" Yunita memasang wajah datar.
"eh gimana ndi?? muat ngga bajunya?"
"ya"
pupil matanya seketika membesar karena ia mendengar suara Afandi tepat berada di belakangnya. Jantungnya berdegup kencang. Ia mengatur nafasnya, lalu ia membalikkan badannya.
"eh Afandi..... Gimana?? bajunya nyaman ngga di pake??." tanyanya.
"nyaman"jawabnya menatap Yunita intens.
"OOO kalo begitu... Bagus-bagus... Aaa gimana persiapannya??. Udah nyusun strategi belum??"tanya Yunita membasahi bibir bagian bawahnya yang terasa kering.
"iya... dasar bawel"Afandi mencubit pelan hidung Yunita membuat Yunita memekik kaget.
"aww sakit tahu!"pekiknya sambil menyentuh hidungnya.
"pftt... "dirinya terkekeh geli melihat ekspresi wajah Yunita yang cemberut.
"oke.. Oke.. Aku minta maaf oke"Afandi sih tidak mengeluarkan senyumnya tapi tatapannya yang tak seperti biasanya lembut dan menenangkan membuat Yunita tersipu malu.
"mmm ya gw maafin"ucapnya sambil mengalihkan pandangannya ke samping.
Rifki, reza dan kawan-kawan terbengong melihat Afandi yang sifatnya beda banget kaya tadi. Tadi saat mereka berbincang-bincang Afandi satu-satunya orang yang irit bicara banget tapi ini barusan mereka melihat sisi lain dari Afandi lagi untuk kedua kalinya.
"kayaknya kita beneran harus menjauhkan mereka berdua deh"ucap Rifki masih dengan menatap afandi dan Yunita.
"emang kenapa Ki??"tanya Reza, ia juga masih menatap afandi dan Yunita.
"kayaknya beneran deh si pak Afandi ini punya dua kepribadian ganda deh"ucapnya menyeritkan alisnya.
"kapan-kapan kita selidiki aja langsung biar pasti. Soalnya Yunita kayaknya suka deh sama pak Afandi"
"hmmm... oke.. oke.... "jawabnya malas.
__ADS_1
"mmm... Pertandingan satu menit lagi di mulai, mm... Gw pergi dulu yah"ucap Yunita membalikkan badannya tapi Afandi memintanya untuk sebentar di sini karena ia ingin bercakap-cakap lagi dengannya.
"tetaplah di sini ada yang ingin aku katakan"Yunita pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya kembali menghadap ke Afandi.
"apa?? apa yang mau Lo omongin??"tanya Yunita.
"setelah pertandingan ini selesai aku ingin mengajakmu ke rumahku. Bagaimana apakah kamu mau??"tanya Afandi memastikan.
"mm... emang selesainya jam berapa??"tanya Yunita.
"sekitar jam setengah lima"jawab Afandi.
"gimana ya???..... "ucapnya sambil berfikir.
"kamu suka baca buku kan??"tanya Afandi.
"hah kok Lo bisa tahu si?"tanyanya terkejut.
"entahlah aku juga tidak tahu hanya menebak-nebak saja"jawab Afandi.
"mmm... trus kenapa kalo gw suka baca novel??
"aku memilki banyak buku-buku novel yang sudah tidak di baca jadi dari pada aku membuangnya lebih baik aku menawarkan mu saja"
"Lo juga suka baca novel??"
"tidak... Ibuku yang menyukainya"
"OOO... Ya udah deh" balas Yunita.
"baiklah... (Afandi melihat ke samping teman-teman Yunita telah memanggilnya ) aku pergi dulu"
"oo.. Ya udah semangat ya" ucap Yunita malu-malu.
Afandi melihat muka Yunita intens "iya"jawabnya memperlihatkan senyumnya yang manis membuat Yunita merona melihatnya. Untung para cabe-cabean kriting sedang fokus liatin gerombolan Rifki jadi mereka ngga ngeliat senyumnya Afandi deh menang banyak gw heheh batinnya bersorak gembira.
__ADS_1
jangan lupa untuk like and coment dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini