TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
menjenguk 3


__ADS_3

"tumben ya bang maul belum pulang juga sampai sekarang" tanya reza sambil memainkan kubiknya.


cewek bermata cokelat tua itu melihat ke arah r za sebentar " biasa mungkin dia lembur lagi kayak sebelum-sebelumnya.... (kerutan di dahinya muncul melihat Reza yang jago banget memainkan benda berbentuk kubus itu) sejak kapan Lo bisa main kek ginian??"tanyanya sambil menatap fokus rubik yang tengah di mainkan oleh Reza itu.


tanpa mengalihkan pandangannya Reza menjawab pertanyaan yang Yunita lontarkan " udah tiga Minggu yang lalu"jawabnya terus fokus ke permainannya.


Yunita ber 'oh' ria dan menganggukkan kepalanya.


"eh ajarin gw dong za biar gw keren gitu jalan di koridor sambil mainin rubik please yah ajarin gw"ucap Yunita memohon kepada Reza agar mengajarinya permainan tersebut karena dari dulu dirinya memang ingin mahir memainkan rubik supaya dirinya terlihat keren fikirnya.


Reza menatap wajah Yunita " tapi jangan sekarang" ucapnya .


"kenapa??" tanya Yunita .


"gw lagi males ngajarin orang jadi besok aja di sekolahan gw bakalan bawa rubik gw kok"


"yahh lo mah kaya gini za. ngga asik banget mah" ucap Yunita sebal.


"ya mau bagaimana lagi gw lagi males ngajarin orang, lagian gw setengah ngantuk" ucapnya sambil menutupi mulutnya yang terbuka. sudut matanya berair sedikit matanya sedikit sayu. ia pun menyenderkan tubuhnya di sofa yang ia duduki sambil memainkan rubiknya.

__ADS_1


"Lo sedikit ngantuk?? emang tadi ngga tidur dulu apa??"


"ngga sempet pr banyak ta" ucapnya lirih efek mengantuk.


"yaelah baru masuk aja udah di kasih pr sebayak itu emangnya kita tuh apa robot yang ngga kenal lelah apah?! dasar mentang-mentang mereka tuh guru jadi nyuruh seenak jidatnya buat anak muridnya ngerjain pr yang mereka suruh huh nyebelin banget sih" ucap Yunita mencak-mencak.


Reza menatap sayu Yunita dirinya menguap lagi untuk kedua kalinya "haaa... udahlah kita cuma anak murid harus nurut apa yang guru suruh biar ilmu yang mereka ajari nyerep ke otak"


"ya tapikan kita nantinya full day za ya kali masa kita masih di kasih pr sih kalo kaya gitu caranya gw bakalan setress deh" cewek bersurai coklat muda itu menggerutu sebal.


"tapikan kita cuma murid ta tugasnya murid ya nurut sama guru biar belajarnya nyantol ke otak kalo pun kita ngga nurut sama mereka kita bakalan di keluarin dari sekolah kalo gw sih ogah banget di keluarin sekalinya pindah ya pindahnya ke sekolah internasional yang ngga bisa buat onar kaya sekarang" ucap Reza.


"ya kalo gw sih ngga masalah ya di keluarin. Soalnya gw pengin ketemu ama cogan yang ada di sekolah internasional itu hehe"ucap Yunita sambil mesem-mesem sendiri.


"hehe tenang aja kok kalo gw udah ketemu dengan pangeran berkuda putih gw... Gw bakalan insaf kok tenang aja" ucap Yunita nyengir kuda.


"ck... Moga-moga aja cepet ketemu biar Lo jadi cewek yang anteng ngga centil kalo ketemu ama cogan" gumam Reza pelan saking pelannya Yunita tak mendengar apa yang di ucapkan oleh Reza.


Reza tiba-tiba teringat seorang yang tadi siang mencari ketua gengnya itu.

__ADS_1


"eh ya tadi di sekolah si Andhika nyariin Lo.. (Reza mengamati mimik wajah Yunita yang berubah menjadi sedih bercampur marah). Katanya dia mau ketemu ama lo ada hal yang penting yang mau dia omongin sama Lo" Reza sudah tahu pasti apa reaksi yang Yunita keluarkan. Cewek itu sangat membenci topik pembicaraan yang mengarah kepada cowok bernama Andhika itu.


"ck! udahlah jangan bahas kaya gituan... Bosen gw denger nama tuh cowok ngga ada topik pembicaraan lain apa selain orang bre****k itu" ucapnya dengan nada datar.


walaupun terdengarnya Yunita membenci sederet nama itu namun dia tidak bisa menyembunyikan perasaan cinta yang masih ada di dalam hatinya. Reza sangat tahu Yunita pasti masih ada rasa terhadap Andhika yaa wajar saja mereka berpacaran hampir satu tahun lamanya tapi karena permasalahan yang fatal membuat hubungan mereka menjadi kandas.


Sehari setelah Yunita putus dengan Andhika. Cewek itu menjadi pembuat onar lebih parah dari sebelumnya. Dirinya sering berkelahi dengan laki-laki yang membuat onar di depan kelasnya. Bahkan ada satu yang paling parah ketika Yunita sedang berjalan mencari tempat duduk yang nyaman untuk dirinya menikmati nikmatnya bakso favoritnya yang ada di kantin ini namun tiba-tiba dari arah sampingnya seorang cowok culun tak sengaja menabraknya membuat bakso yang ia pesan tadi jatuh begitu saja ke bawah.


"*Lo punya mata ngga sih hah?! gw udah rela-relain ngantri demi makan bakso itu dan Lo dengan seenak jidatnya nabrak gw bikin bakso yang baruuuuuu aja gw beli belum sempet gw makan jatoh begitu aja gara-gara Lo....! gara-gara Lo yang jalan ngga pake mata gw jadi ngga bisa makan bakso gw! " bentak Yunita menatap tajam cowok culun berkaca mata bulat besar itu. Tatapannya seperti sang pemburu yang tengah membidik mangsanya yang telah ia incar sejak lama.


cowok itu pun ketakutan wajahnya menunduk tak berani menatap Yunita yang dalam mode warning ( berbahaya). Ia bersumpah tadi itu kecelakaan jika ia tahu hal ini akan terjadi ia lebih memilih untuk berdiam diri saja di dalam kelas sambil membaca novel yang baru kemarin ia beli. Dengan suara yang gemetar cowok culun itupun meminta maaf atas kesalahannya yang tadi ia buat.


"g.... gu... e.... Minta... minta maaf ta..... Gue ngga sengaja"ucapnya takut.


"enak aja Lo bilang maaf! emang Lo pikir minta maaf bisa balikin bakso gw lagi hah?? Ngga kan?! Jadi jangan cuma bilang maaf! beliin gw bakso yang baru lagi !. kalo ngga siap-siap aja Dodit anak cupu dari kelas f gw pastiin Lo bakalan masuk ke RS sekarang juga" ucap Yunita dengan nada angkuh.


"ta....tapi... ta... gw udah ngga punya uang lagi.... uang gw habis ta..."


"skakmat" itulah yang murid-murid di kantin ucapkan sejak kejadian pecahnya mangkok bakso eh ralat jatuhnya bakso yang Yunita baru pesan tadi membuat penghuni kantin yang tadinya sedang asik dengan makannya menjadi kepo apa yang tengah terjadi mengapa anak konglomerat itu berteriak marah kepada seseorang yang mereka tidak kenal. Meraka pun beramai-ramai menggerubungi Yunita dan Dodit si anak cupu dari kelas f. Ada yang berusaha melerai Yunita agar tidak berbuat onar lagi namun juga ada yang menyemangati Yunita agar membuat onar lagi.

__ADS_1


"hah?! berarti Lo milih masuk ke RS sekarang juga ya!!!" setelah Yunita mengucapkan sepuluh kalimat tersebut suasana kantin pun menjadi gaduh dan Reza, Gilang dan Rifki yang tengah asik bersantai di ruang musik langsung mendatangi kantin karena seorang murid di kelasnya bilang Yunita berbuat onar lagi. Setelah kejadian itupun Yunita di skors selama 2 Minggu*.


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini yaaaa... Dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini....


__ADS_2