TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
mirip


__ADS_3

bel istirahat berbunyi menandakan waktunya untuk para siswa maupun guru beristirahat dan mencari makanan untuk dimakan.


Seperti kini di sebelah masjid yang cukup besar untuk menampung para murid maupun guru yang akan menunaikan ibadah solat duha dan asar lebih tepatnya kantin yang terletak di sebelah masjid itu yang tadinya sepi menjadi sangat ramai karena di penuhi oleh murid-murid yang ingin menuntaskan hasrat lapar mereka.


seperti yang dilakukan oleh Yunita dengan trio Gantar yang tengah duduk di salah satu bangku Kantin tersebut, menantikan pesanan makanan mereka yang tengah di siapkan oleh ibu kantin.


Yunita memandang temannya itu malas lebih tepatnya memandang Gilang dan Rifki jengah karena duo pembuat kaget itu selalu menanyakan hal yang sama sejak ia keluar dari kelasnya.


Membuat telinga cewek bernama Yunita Anderson sedikit sakit karena mereka menanyakan hal itu dengan suara yang keras tepat di samping telinganya. Reza yang tengah memesan makanan hanya menatap mereka bertiga datar dari dalam kantin.


"mereka udah bosen hidup nih" gumamnya kepada Gilang dan Rifki.


"ta cepat cerita kenapa Lo bisa nyampe kaya gini" ucap Gilang


"iya ta cerita dong siapa tahu kita tahu solusinya" ucap Rifki.


"bisa ngga sih ceritanya ntar aja???" tanya Yunita jengah.


Rifki dan Gilang saling bertatap muka. "gimana??"tanya Gilang.


"ngga" ucap Rifki.


"ngga bisa ta tingkat ke kepoan kita itu udah tinggi banget"ucap Rifki.


"tapi gw laper Ki ... Lang ntar aja kek napa"


"kita takutnya lo itu kena masalahnya parah kan kita juga yang bakalan kasihan"ucap Rifki.


"iya tuh betul"Gilang mengiyakan ucapan Rifki.


Yunita memejamkan matanya sejenak lalu tak lupa ia menghembuskan nafasnya kasar ia membuka matanya menatap tajam kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


"oke oke.... gw bakalan cerita tapi ntar kalo si Reza dah Dateng" ucap Yunita.


entah di sengaja ataupun tidak tiba-tiba cowok yang bernama Reza tanjung itu duduk di samping Yunita dan tak lupa ia meletakan nampan yang berisikan makanan yang di pesan oleh para sahabatnya itu.


"nungguin gw buat apa??" tanya Reza sambil mengambil sendok yang ada di meja.


***** kok nih orang gw sebut namanya langsung Dateng sih?? batin Yunita berucap kebingungan.


"ituloh si Yunita mau ngomongin masalah kenapa dia ngga fokus" jawab Rifki.


"oh iya ya Lo kan dari tadi pagi ngga fokus pas pertama masuk ke sekolahan trus pas di panggil guru mapel matematika di suruh ke depan buat ngerjain soal Lo malah diem aja ngelamun pas ngerjain soal Lo malah jawabnya beda dari soal kaya bukan Lo aja sih ta"ucap Reza panjang kali lebar.


Yunita yang mendapatkan ceramah dari petuah Reza pun hanya memutar bola matanya malas. "ya ini gw mau cerita. makannya jangan banyak b***t za dengerin omongan gw yang belum selesai jangan maen nyela aja" ucap Yunita.


"iya iya" jawab Reza.


"ta ta....  cepet dong cerita" ucap Rifki tak sabaran.


"tahu tahu tahu Mulu"ucap Rifki.


"ya mau gimana lagi kan gw lagi makan tahu gejrot jadi harus ada tahu tahu tahunya lah"ucap Gilang nyengir kuda.


"banyak b***t Lo berdua dari tadi. Pengin dengerin cerita gw ngga nih?!"ucap Yunita kesal.


"iya iya iya mau kok mau" ucap mereka bertiga bersama-sama.


"tapi jangan di sela kalo ampe omongan gw di potong ama Lo Lo pada gw ngga mau lagi curhat ama Lo Lo pada"ancam Yunita.


dengan cepat mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya "iya iya kita ngga bakalan motong omongan Lo kok ya" ucap mereka bertiga


Yunita menatap malas para kacungnya itu ia menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"jadi gini..... (mata hazel Yunita melihat ekspresi wajah sahabatnya yang serius ingin mendengarkan ceritanya) tadi malem gw mimpi buruk..... iya gw tahu gw udah biasa mimpi buruk tapi ini tuh beda...."


"beda kenapa yah??" ucap Gilang di dalam hatinya.


"hmmm kayaknya seru nih"ucap Rifki di dalam hatinya.


"kayaknya ini berhubungan sama Yunita deh" ucap Reza di dalam hatinya.


mereka bertiga lebih memilih untuk mengucapkan pertanyaan itu di dalam batinnya masing-masing karena mereka tak ingin membuat anak bungsu keluarga Anderson itu mengamuk.


"gw rasa kejadian itu pernah gw alami sebelumnya" Yunita kembali mengingat serpihan-serpihan ingatan mimpinya tadi malam.


"di dalam mimpi gw itu .... gw tiba-tiba ada di depan gedung tua yang kayaknya udah ngga berpenghuni bertahun-tahun gitu... dan... gw ketemu sama gadis kecil yang mukanya ngga asing di mata gw... ya... gw udah lupa sih muka si anak kecil itu tapi gw rasa gw kaya pernah ketemu sama anak itu... Dan kalo gw berusaha buat mengingat mukanya anak itu tiba-tiba kepala gw sakit. Tadi malem tiba-tiba aja gw kaya orang kesurupan teriak-teriak kesaktian di kepala gara-gara gw lihat gadis kecil itu mendapat perlakuan buruk"


"maksud Lo mengenai perlakuan buruk itu kaya apa??" tanya Reza.


"gadis itu di culik sama laki-laki yang pokoknya laki-laki dewasa lah .. dia itu di siksa ama mereka dan pas gw lihat gadis itu di siksa tiba-tiba gw terbangun dari tidur dan kepala gw sakit banget pokoknya sakit banget gw ngga bisa mendeskripsikan gimana rasa sakitnya.... trus abang gw lari ke kamar gw gara-gara denger suara teriakan kesakitan gw..... dan dia langsung nelfon dokter pribadi keluarga anderson dan gw ngga tahu apa yang dia omongin soalnya gw kesakitan banget.... kepala gw sakit banget dan gw ngga bisa lihat benda apa atau apalah yang ada di depan gw seakan mereka itu ngeblur semua dan.... Abang gw langsung meluk gw mencoba nenangin gw yang kesakitan. Dia bilang gw ngga di perbolehkan buat mengingat mimpi buruk yang gw alami sampai tadi pas nganter gw bang maul memperingati gw buat ngga maksa otak gw mengingat mimpi buruk tadi malam itu" ucap Yunita panjang lebar.


"hmmm.... Gw rasa ada yang di tutup tutupi sama Abang Lo deh ta" ucap Reza.


"iya gw juga ngerasa kaya gitu tapi gw masih bingung kenapa Abang gw sampe ngetutup-tutupin masa lalu gw itu" ucap Yunita sambil memasukkan bakso ke dalam mulutnya.


"ya mungkin Abang Lo ngga mau Lo mengingat masa lalu itu" ucap Rifki.


"iya atau jangan-jangan masa lalu Lo itu hal yang ngebuat Lo tersiksa makannya bang maul ngga mau Lo sampe mengingat kembali masa lalu itu" ucap Gilang.


Yunita mengambil jus jeruk dan langsung meneguknya. "mmm.... omongan Lo ada benernya juga Lang gw lebih setuju sama omongannya Gilang" ucap Yunita memasukan bakso ke dalam mulutnya lagi.


"***** baru kali ini gw liat Yunita lebih setuju ama omongannya si Gilang" ucap Rifki takjub.


"hmmm ... gw juga Ki" ucap reza tak kalah takjubnya dengan si Rifki.

__ADS_1


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini...


__ADS_2