
"jadi gimana ta ntar malem??" tanya Reza.
"ntar malem apa??" tanya Yunita kebingungan.
sekarang Reza dan Yunita tengah berjalan di koridor setelah bel pulang berbunyi mereka pun bergegas pulang ke rumah mereka masing-masing.
"itu loh si Devano kan nantangin lo. Lo ngga lupa kan??"
Yunita menepuk jidatnya pelan "astagfirullah gw baru inget untung Lo ngomong za"
"jadi gimana nih kali ini Lo bakalan terima tantangan dari devano lagi ngga??" tanya Reza melirik sekilas Yunita.
"hmmm.... gimana ya.... sejujurnya sih gw di larang buat pergi dari rumah bang maul berpesan kalo udah bel pulang sekolah gw langsung nungguin bang maul jemput" balas Yunita.
"lagian gw kan baru sembuh masa iya bang maul ngijinin gw pergi kalo ketahuan gw pergi buat balapan bisa di pastiin lo, Rifki, Ama Gilang mengucapkan selamat tinggal kepada dunia" ucap Yunita membuat Reza bergidik ngeri mendengarnya.
"yaudah kalo kek gitu mending ngga usah ikut deh dari pada kita wasalam lebih baik ngga usah aja ta" ucap Reza.
"tapi kalo gw ngga terima tantangan dari si Devano ntar gw di cap pengecut kaya pas beberapa bulan yang lalu didih ogah gw nya" Yunita menggerutu kesal mengingat kejadian beberapa bulan lalu ketika dirinya menolak tantangan dari cowok bernama devano karena cewek bermarga Anderson itu baru saja keluar dari rumah sakit setelah di inap selama tiga hari penuh karena dirinya mengalami demam yang sangat tinggi.
Reza masih mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu itu. Setelah Yunita di ejek sebagai pengecut cewek bermarga Anderson itu langsung melabrak sang biang pembuat onar yang bernama devano.
Cewek itu langsung mengajak devano untuk mengadakan balapan motor saat itu juga dan senang senang hati devano pun menerima ajakan bosnya itu.
Dan akhirnya mereka pun melakukan pertandingan balap motor dan dengan Tenga yang dimiliki Yunita akhirnya cewek itupun yang memenangkan pertandingan itu.
Akhirnya devano pun memberikan segepok uang karena memang taruhan dari awal siapapun yang memenangkan pertandingan itu akan diberikan uang sebesar sepuluh juta rupiah beserta jam tangan yang baru lelaki itu beli di Perancis.
"ya terserah Lo aja ta. Yang penting jangan sampe kenapa-kenapa kalo Lo sampe masuk ke rumah sakit gw, Rifki Ama Gilang bakalan di buat yang ngga-ngga sama bang maul" ucap Reza menghentikan langkahnya membuat Yunita kebingungan.
"ya ngga lah.... kok Lo berhenti sih??" tanya Yunita menatap bingung Reza.
"si Gilang Ama Rifki dari tadi ngga belum kembali juga??" Reza melihat ke belakang mencari batang hidung sahabatnya itu yang sedari tadi tidak muncul-muncul.
"eh iya yah.... mereka bertiga mana sih???" Yunita berkacak pinggang sambil menatap ke belakang menantikan kedatangan Rifki dan Gilang.
__ADS_1
"udah jam segini kita samperin aja yuk" ucap Reza.
"enak aja Lo bilang mereka berdua kan lagi ada di kamar mandi cowok... ya mana mungkin gw mau ke sana" Yunita menatap Reza lewat ekor matanya.
Reza yang mendengar hal itupun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Baru kali ini dia kaya orang yang b**o fikirnya.
"eh yaudah deh gw samperin mereka dulu"
Reza langsung berjalan menuju ke kamar mandi cowok yang letaknya tak jauh dari koridor yang ia lewati.
tiba-tiba saja ponsel milik Yunita berbunyi terdapat panggilan masuk dari orang yang ia cari. Tanpa menunggu lama cewek bermata hazel itu langsung menjawab panggilan dari Rifki.
"BANGKE Lo Ki !!!!! DIMANA LO SEKARANG HAH?!" ucap Yunita dengan nada yang kesal. Karena suasana yang sudah sepi suara itupun sampai terdengar ke telinga Reza yang belum jauh dari tempat Yunita. Mendengar bosnya tengah memaki seseorang yang biasanya di panggil Ki oleh dirinya dan teman-temannya membuat Reza yakin jika yang berbicara lewat telpon bersama dengan Yunita itu adalah cowok bermarga Prasetyo anak dari kepala sekolah di SMA pelita harapan bangsa yang baru menjabat selama seminggu itu.
Reza pun berjalan cepat Muju ke arah Yunita.
"ta sorry ta sorry banget gw sama Gilang dah pulang duluan" ucap Rifki di sebrang sana.
mendengar ucapan dari Rifki membuat Yunita kesal.
"enak banget Lo ya kita rela-relain jalannya lambat banget kaya siput demi nungguin Lo ama Gilang yang tadi ijin ke kamar mandi cowok buat balik bareng kaya biasanya malahan Lo dengan teganya balik duluan sama si kampret Gilang itu wahhh beneran ngga mau lihat dunia lagi ya lo Ki"
Yunita menghela nafas panjang lalu ia menghembuskan nafasnya kasar. "kalo gitu ngomong dong dari tadi!" ucap Yunita kesal.
"handphone gw tadi di rampas ama ibu gw trus gw ini ngumpet-ngumpet ngambil handphone gw buat ngabarin Lo ama Reza "
"jadi Lo sekarang ada di rumah nih"
"iya ta "
"si Gilang kok ngga hubungin gw sih??"
"dia handphonenya di rampas ama papahnya mana mungkin dia berani ngambil handphone itu" jelas Rifki.
"oo yaudah deh kalo kaya gitu gw mau cabut balik dulu bang maul pasti dah nungguin gw lama"
__ADS_1
"yaudah hati-hati titip salam sama bang maul ta eh jangan lupa juga bilang sama si Reza gw Ama Gilang minta maaf"
"iya iya... "
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
panggilan telepon itupun telah berakhir tepat ketika panggilan telepon itu terputus Reza datang dan menanyakan keberadaan si Rifki sama Gilang kepada Yunita.
"ta gadis si Rifki ya??"tanya Reza menatap handphone Yunita yang menggantung di tangan kanannya.
"iya oh ya tadi si Rifki bilang dia ama Gilang dah balik duluan" ucap Yunita sambil mengetik pesan untuk kakaknya yang telah datang di depan gerbang sekolah menunggunya.
"lah kok bisa kaya gitu?!" tanyanya kesal.
"katanya sih mereka ngga boleh kemana-mana sama nyokap bokap mereka selepas pulang sekolah" ucap Yunita.
"dasar ngga setia kawan mereka berdua"ucap Reza dengan ekspresi wajah yang kesal.
"tumben Lo hari ini sensi Mulu za??" tanya Yunita menatap Reza.
Reza menatap Yunita sebentar.
"gw capek" jawabnya sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
"OOO iya gw lupa lokan calon pembina OSIS ya jadi cepet capek karena banyak kegiatan" Yunita menyengir sambil menyenggol lengan Reza.
"ya kaya gitulah"
"bentar lagi ada yang dapet fans banyak nih ekehm!" Yunita menaikturunkan alisnya menggoda Reza.
Reza menatap Yunita malas.
"udahlah jangan bahas itu. Gw balik dulu bye!" ucap Reza meninggalkan Yunita yang masih memasang raut wajah jahilnya.
__ADS_1
"idih Reza jangan tinggalin gw dong kejem amat Lo jadi orang ..... oy Reza tanjung budeg ya Lo!!" Yunita pun berlari menyusul Reza yang sudah jauh di depannya.
jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini..