TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
futsal


__ADS_3

Yunita lari dengan cepat karena salah satu temannya itu mengirimkan pesan bahwa saat ini jam pelajaran pertama di bawakan oleh guru yang terbilang galak se sekolahan melebihi guru yang mengajar geografi itu.


"sial... sial...sial... kalo gw dihukum bisa berabe gw lagi ngga mood buat di hukum"


ketika dirinya sudah sampai di depan kelasnya ia langsung membuka pintu kelas itu dan membuat orang-orang di dalam kelas menatap ke arah pintu.


"assalamualaikum Bu ( Yunita berjalan ke arah ibu guru yang mengajar pelajaran jam ini ia meminta ijin untuk bersalam dengan guru itu hey dia baru murid yang beberapa hari masuk ke sini bisa-bisa dia telat masuk pikirnya)"


"kenapa sampe telat??"tanya guru itu mengijinkan Yunita untuk bersalaman dengannya.


"saya bangunnya kesiangan Bu keluarga saya ngga ada yang mau ngebangunin saya"


"yaudah kamu boleh duduk"semua orang di sana langsung melongo di buatnya karena guru di hadapannya Meraka itu terkenal galak dan tidak akan membiarkan murid-murid yang telat tidak di hukum tapi Meraka baru saja melihat sisi lain dari guru killer itu.


"makasih Bu "Yunita langsung pergi ke bangkunya dan duduk di situ.


"oy ya kok Lo bisa lepas dari guru killer itu sih??"tanya Rifki.


"mana gw tahu udahlah jangan berisik ntar kena hukum baru tahu rasa"


merekapun menjalani jam pertama hingga istirahat berlangsung.


.


.


.


.


.


.


.


bel istirahat kedua berbunyi siswa dan siswi bergegas pergi ke kantin untuk menuntaskan hasrat Meraka untuk mengisi perut lapar Meraka.


tapi tidak dilakukan oleh geng yang diketuai oleh Yunita mereka malah menggerombol duduk di sekeliling meja Yunita.


membicarakan tentang acara yang akan mereka lakukan sehabis sepulang sekolah nantinya.


"kita bakalan ikut futsal nanti pulang sekolah. Lo mau ikut ngga buat nyemangati kita??"


Yunita berpikir dirinya pasti akan di jemput oleh kakaknya Yunita sih berniat meminta si Rifki untuk mengantarnya pulang tapi Rifki dan kacung-kacungnya akan langsung ke tempat futsal karena takut telat. apa lebih baik gw ikut aja ya sekalian gw reflesing otak biar ngga jenuh di rumah Mulu.

__ADS_1


"yaudah deh gw ikut tapi gw bonceng Lo ya Ki"


"siap bos!"


bel pulang sekolah pun berbunyi para siswa siswi langsung berhamburan keluar kelas menuju ke parkiran untuk mengambil motor yang mereka bawa.


seperti halnya Yunita dan kawan-kawan yang sedang nongkrong di parkiran.


"duh gimana nih orangnya kurang nih!"mereka bingung bagaimana mencari orang yang mahir memainkan sepak bola. pasalnya rata-rata siswa disini hanya bisa memainkan permainan bola basket dan bola voli. karena orang-orang yang sekolah disini adalah orang kaya jadi mereka dari kecil tak di perbolehkan untuk bermain sepak bola karena menurut orang tua mereka itu akan kotor.


"gw juga ngga tahu kita semua udah ngga tahu dimana cari orang yang bisa main sepak bola"


Meraka semua diam tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Rifki melihat beberapa meter ada guru yang terkenal ganteng dan dingin itu sedang berjalan kearah motornya. tiba-tiba terlintas suatu ide di kepalanya. Ia menghampiri Afandi dan berbincang-bincang dengannya. teman-temannya yang melihat hal itu kebingungan kenapa si Rifki malah nyamperin guru terganteng di sini.


"tuh kenapa si Rifki malah ke situ sih??"


"mana gw tahu"


"oy bos kenapa tuh si Rifki malah nyamperin pak Afandi sih??"


mata Yunita melotot ketika teman di sampingnya ngomong kepadanya jika rifki nyamperin Afandi dan mengobrol bareng.


Tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan Afandi yang ada dihadapannya. Afandi yang mengerti tatapan kebingungan Yunita langsung mengisyaratkan kepada Rifki untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan kode matanya.


"Udah jangan banyak bacot lo udah jam segini nih!"ucap temannya.


"Oke... Oke... Kan kita kekurangan satu orang pemain dan ternyata pak Afandi bisa main sepak bola jadi jumlah tim kita dah komplit"


Yunita dan kawan-kawan nya memasang wajah kaget.


"Lo beneran??"bisik Gilang.


"Iya pak Afandi tuh dulunya di SMP sukanya juara loh kalo main futsal.... Ya kan pak"


"Hn"


"Aaaaa yaudah deh kita langsung pergi ketempat tujuan aja nih gw baru dapet wa dari pihak dana katanya suruh cepet dateng"ucap Reza.


"Ayo cabut gas polll!"


Meraka pun bersiap-siap untuk pergi ketempat futsal yang sudah di siapkan. Yunita sudah standby di samping motor Rifki , ketika Rifki berjalan melewatinya Yunita melotot pasalnya dirinya langsung di tinggalkan oleh kakak sepupu laknatnya itu.


"Rifki! "Teriak Yunita kesal.

__ADS_1


Rifki yang merasa namanya dipanggil langsung menghentikan motornya yang baru beberapa meter dari tempat tadi.


Rifki memasang muka yang tidak bersalah.


"Lo ama pak afandi aja soalnya gw lagi ngga mood mboncengin orang hehehe"setelah mengucapkan itu dengan kejamnya Rifki meninggalkan dirinya di sana dan teman-teman Yunita seolah-olah sibuk dengan dunianya sendiri.


Ia melihat ke arah afandi yang juga tengah melihatnya.


"Huft! Yaudah deh yuk berangkat"Yunita berjalan mendahului Afandi .


Yunita dan kawan-kawan pun pergi menyusul si Rifki kunyuk yang pergi duluan meninggalkan gerombolannya.


Waktu di perjalanan tak ada percakapan dari kedua orang yang berbeda gender itu siapa lagi jika bukan Afandi dan Yunita.


Yaampun kenapa harus ama nih orang sih ya gw seneng sih tapi kalo deket-deket ama nih orang jantung gw hawanya deg-degan Mulu gw takutnya tiba-tiba kena serangan jantung kan parah ya kali anak dari konglomerat ternama terkena serangan jantung gara-gara deket-deket ama guru yang ganteng di sekolahnya. Batinnya berucap.


Lima belas menit berlalu merakpun telah tiba di tempat tujuan yaitu tempat pertandingan futsal antar orang-orang yang memiliki masalsh dengan Yunita dan gengnya itu. Ketika motor milik Afandi berhenti ia langsung turun dari motor itu dan berjalan ke arah teman-temannya.


Afandi melihat kepergian Yunita hanya menggelengkan kepalanya.


"helmnya kan belum di lepas bagaimana dia bisa pelupa seperti itu"gumam Afandi setelah ia memarkirkan motornya ia langsung menyusul Yunita.


Yunita duduk di samping Gilang.


"gw ikut duduk ya"ucap Yunita.


"iya ta" gilang mengalihkan pandangannya ke arah Yunita dengan slow motion. matanya melebar dirinya terkejut karena Yunita tak menyadari bahwa dirinya belum melepaskan helmnya.


"pfttt....."Gilang terkekeh geli membuat Yunita dan temannya menatap Gilang dengan wajah kebingungan.


nih orang kenapa lagi?? kesurupan kah??


"Lo kenapa sih Lang??"


Meraka belum menyadarinya .


Gilang mengisyaratkan untuk melihat ke sampingnya dengan dagunya.


merekapun mengikuti arah dagu Gilang dan seketika Meraka tertawa terpingkal-pingkal.


"bwahahahahah!!!!!" Meraka tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai ada yang jatuh karena teman di sampingnya memukulnya terlalu keras.


*apakah Meraka sudah gila???


**jangan lupa untuk like share and coment.

__ADS_1


dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini 'tak akan melepaskan***'.


__ADS_2