TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
musuh yang sengit


__ADS_3

"hey kau gadis kecil jika kau berani kabur ku pastikan hari ini adalah hari dimana dirimu mengucapkan selamat tinggal kepada dunia! jadi menurutlah!" bentak Jack kasar membuat gadis kecil bermata hazel itu ketakutan.


"ck sudahlah Jack mana mungkin dia bisa kabur lihat saja keadaannya mana mungkin dia bisa kabur ayolah kita akan terlambat menghampiri Fin dan Yonatan" Alex menepuk bahu Jack membujuknya agar tidak membuat anak kecil itu takut. Sebenarnya di dalam lubuk hati Alex ia sedikit merasa kasihan terhadap gadis kecil bermata hazel di hadapannya padahal dia hanya gadis kecil tapi mengapa atasannya menyuruh mereka untuk menculik gadis itu sungguh malangnya nasib gadis itu fikirnya.


Jack melihat Alex dengan ekor matanya. Ia berdecih pelan lalu tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya lagi Jack pun berjalan mendahului Alex.


.


.


.


.


.


.


Yunita melewati dua orang laki-laki yang sudah tergeletak tak bernyawa karena ulahnya.... perempuan itu langsung berjalan menuju ke ruangan yang ia ingin masuki. Cewek bermata hazel itu sangat ingin tahu apa yang ad di dalam ruangan berpintu besi yang jaraknya tak jauh dari tempatnya ini.


tapi cewek bermarga Anderson itu sedikit takut karena telah berbuat kriminal. "yallah ampuni hamba..... hamba terpaksa batin Yunita berdo'a.


cewek bernama Yunita itu awalnya sedikit kaget kenapa dia bisa menggunakan senjata api itu layaknya seorang yang sering menggunakan shotgun.


"ini semua aneh banget sih?? (dia menghembuskan nafasnya kasar) gw harus segera ke ruangan itu.. pasti ada orang lain di sini selain mereka berdua" cewek bersurai cokelat muda itupun berlari guna mempercepat waktu yang ia tempuh untuk menuju ke tempat yang ia tuju.


tapi ketika di tengah perjalanan telinganya mendengar sesuatu yang mendekat kearahnya. Yunita panik cewek itupun mencari tempat untuk bersembunyi. yang ia lihat hanyalah ruangan yang tak ada pintunya itu membuat dirinya frustasi. kayaknya gw emang harus ngelawan mereka deh fikirnya.


"oke mungkin ini tanda jangan jadi pengecut Yunita Lo tuh berani pantang menyerah dan Lo bisa bela diriĀ  jangan takut apa lagi Lo bawa senjata buat melwan mereka oke... oke... bismillahirrahmanirrahim yallah tolong lah hambamu ini mudahkan lah aku mengalahkan orang-orang itu yallah " gumam Yunita berdo'a meminta bantuan kepada Allah supaya di permudah jalannya.


derap langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya Yunita bersiap-siap untuk melawan orang-orang itu.


"satu...."


"dua....."


"ti..... ga"


GUBRAK!


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


"apa kau yakin orang itu menuju ke arah sana??" tanya Alex menatap sekilas Jack yang memasang wajah datar dan tak lupa tatapan yang tajam andalannya.


"hmmm.... Tentu saja" jawab Jack tanpa menoleh ke arah Alex.


Alex melirik sekilas Jack ia sungguh benci pekerjaan ini tapi dirinya harus menghasilkan uang yang banyak untuk berobat adiknya yang terkena leukimia.


Lelaki itu hanya memiliki adiknya karena kedua orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan yang di sebabkan lima tahun yang lalu itu membuat dirinya harus menafkahi adiknya dan lebih parahnya lagi dua tahun setelah kematian kedua orangtuanya.


Adik satu-satunya yang ia miliki dinyatakan mengidap penyakit kanker leukimia stadium dua dan mau tak mau ia harus mencari pekerjaan yang menghasilkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk membayar pengobatan adiknya itu.


Ia tahu Tuhan akan menghukumnya tapi, lelaki sungguh tidak tahu mencari pekerjaan dimana lagi selain ini yang mampu membayarnya sebesar itu. hanya ini yang bisa ia lakukan ia bingung harus melakukan apa lagi lelaki itu takut jika adiknya tahu pekerjaan apa yang kakaknya itu kerjakan pasti adik perempuannya akan membencinya seumur hidupnya.


Itulah yang ia bingung kan jika lelaki itu di pecat dimana lagi ia akan mencari pekerjaan yang bisa menampungnya dan mengajinya besar. Ia tak memilki keahlian apapun ia hanya bisa menggunakan berbagai macam senjata dan ia sangat mahir bela diri. Sudahlah jika aku memikirkan gadis kecil itu aku sama saja kakak yang kejam membiarkan adiknya tidak mendapat perobatan dan malah menolong anak orang yang sama sekali ia tak kenal fikirnya.


Jack menoleh kesamping mendapati rekan kerjanya yang tak fokus dengan pekerjaan langsung menegurnya.


"hei! Alex ingat kau sedang bekerja. kau masih ingat kan dengan peraturan dari pekerjaan ini??"


pertanyaan dari Jack membuat Alex terbangun dari lamunannya. Lelaki itu menatap Jack sekilas.


"iya tak boleh melamun di saat sedang bekerja" Alex menjawab pertanyaan dari Jack dengan suara yang datar.


"baguslah jika kau masih mengingatnya"


"kau kira aku seperti Yonatan yang pelupa"


"hmm... tidak aku tidak bilang seperti itu"


"cih...."

__ADS_1


"apa kau tidak menghubungi mereka berdua??" tanya Alex.


"tidak seperti nya ponsel mereka sepertinya tertinggal di dalam ruangan tadi" jawab Jack.


"kalau begitu kita harus....


GUBRAK.


cepat"


"suara apa itu?!" tanya Alex ketika mendengar suara seperti sesuatu yang jatuh tak jauh dari tempatnya berdiri.


"mungkin benda atau yang lainnya....."


"baiklah kita dekati suara itu jaraknya tak jauh dari sini"


"baiklah"


mereka berdua pun berlari menuju ke tempat suara tadi berasal.


.


.


.


.


.


"AW!!!!" pekik Yunita kesaktian. Ketika dia berjalan tiba-tiba dari belakang ada yang sengaja mendorongnya hingga dirinya terjatuh dengan pose tengkurap di lantai yang berdebu. shotgun miliknya terlempar jauh dari tempatnya jatuh.


"cih si***n!!!!" teriak Yunita marah. Ia pun segera berdiri karena telinganya panas mendengar kekehan yang keras dari arah belakangnya. tapi sebelum ia berniat menghampiri seseorang itu ia berjalan mengambil shotgun miliknya yang terjauh bersamaan dengan dirinya yang jatuh tadi.


cewek itu menatap tajam seorang laki-laki yang tinggi tengah terkekeh geli melihat dirinya terjatuh tadi.


"hahaha.... kau kira bisa mengalahkan ku dasar bocah tengik!" ucap Yonatan menatap tajam Yunita.


yunita yang di bentak seperti itu bukannya takut tapi malahan cewek itu malah berjalan mendekati Yonatan.


"enak aja Lo bilang gw bocah tengik! dasar tua Bangka!" ucap Yunita kesal.


Yonatan yang mendengar dirinya di panggil tua Bangka pun menjadi naik pitam dan ia menatap tajam Yunita.

__ADS_1


"kau..... beraninya kau bicara seperti itu denganku apa kau tidak tahu aku itu siapa hah?!"


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini.... dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini.....


__ADS_2