TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
berdua


__ADS_3

"apa dia baik-baik saja??"


Afandi melipatkan kedua tangannya di depan dadanya matanya mengamati Yunita yang tengah di periksa oleh rekan kerjanya itu.


"dia baik-baik saja tak ada luka secuil pun ditubuhnya jadi jangan ganggu aku lagi oke"


Rina menatap rekan kerjanya datar lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.


setelah Rina keluar dari ruangan itu afandi menghampiri Yunita yang menatapnya kesal.


"gw tadi bilang apa coba gw ngga apa-apa ngeyel sih Lo"


"aku hanya tak ingin kau terluka"


kerutan di dahinya muncul Maksudnya apa?? fikirnya.


s**l aku keceplosan! batin Afandi berucap.


"tidak ada... apa aku harus menggendong mu lagi supaya kau turun dari ranjang itu??"


dengan kesal Yunita turun dari ranjang UKS itu dan berniat pergi dari tempat itu namun tangannya dicekal oleh Afandi dan dengan malas Yunita bertanya apa niat Afandi kali ini


"Lo mau apa?"


"aku akan mengantarmu pulang"


"ngga usah gw bawa kendaraan sendiri"


Yunita melepaskan tangan Afandi dan berjalan keluar melewati pintu UKS dan dia berniat untuk kembali ke lapangan basket karena kakak sepupunya itu masih disana.


Afandi mengikuti Yunita dari belakang bagaimanapun caranya dia harus mengantarkan Yunita pulang dia harus menuruti apa kata hatinya saat ini dari pada dia dirundung rasa takut jika terjadi apa-apa terhadap cewek bermata hazel itu.


setelah Yunita telah berada di lapangan basket dia kebingungan mencari Rifki yang sudah tidak ada ditempatnya yang tadi dia duduki.


"wah jangan-jangan dia udah balik duluan nih dasar ngga ada akhlak Lo Ki!"


Yunita membalikkan badannya dan dikejutkan dengan Afandi yang masih berada di belakangnya yang sedang asik berkutat dengan ponselnya.


oke gw jadi takut di ikutin kaya gini batin Yunita berucap.


dengan langkah cepat Yunita berjalan melewati Afandi dan berniat pergi ke parkiran untuk mengambil motornya yang masih terparkir cantik disana.


dan lagi-lagi lelaki bermata onyx itu mencekal tangannya untuk kesekian kalinya dan hal itu membuat Yunita mengumpat lagi untuk kesekian kalinya.


oke gw ngga tahu kenapa nih orang bisa bikin gw kesel hari ini batin Yunita kesal.


"aku antarkan pulang oke"


"udah gw bilang ngga usah afandi... gw bisa balik sendiri gw bawa motor jadi ngga usah nganter gw oke"


Yunita menyunggingkan senyum kesalnya berusaha tidak mengeluarkan kata-kata kasar kepada gurunya itu ia takut jika nantinya dia dicap sebagai orang yang tak diajarkan sopan santun oleh orangtuanya.


"aku akan mengantarmu dan aku tak menerima penolakan"

__ADS_1


WTF?! nih orang? yang bener aja kelez oke sekarang gw kezel sama nih orang!.


"ngga usah afandi gw bisa balik sendiri"


Afandi memasang wajah datar dan tangannya langsung menyeret Yunita menuju ke mobilnya, tak peduli rengekan Yunita yang memintanya untuk melepaskan tangannya lelaki bermata onyx itu bersikukuh dengan niatnya yang ingin mengantarkan gadis bersurai cokelat muda itu pulang.


"yaallah demi apapun Afandi! gw bisa balik sendiri...lepasin gw sekarang juga! gw ngga punya waktu banyak buat dibuang-buang.. gw bisa balik sendiri gw bawa motor oy!"


tinta Yunita berusaha melepaskan cengkraman tangan Afandi.


tiba-tiba Afandi menghentikan langkahnya dan tangan kirinya mengambil ponsel miliknya diarahkannya ponsel itu kepada Yunita.


"bacalah dengan cepat"pinta Afandi.


alis Yunita terangkat sebelah lalu dia membaca pesan yang tertera di ponsel milik Afandi dengan cepat, seketika mulutnya itu menyumpahi kakak sepupunya agar menjadi jomblo selamanya karena ternyata Rifki pulang membawa motor kesayangannya itu dan hal itu membuat bungsu keluarga Anderson itu menggerutu sebal.


"j****k! s****n Lo Ki! itukan motor kesayangan gw!!!! awas aja kalo sampe lecet tuh motor gw sumpahin Lo bakalan jomblo seumur hidup!"


tanpa di ketahui Yunita ternyata diam-diam Afandi menyunggingkan senyum geli karena melihat dirinya yang menggerutu kesal menyalahkan kakak sepupunya itu.


"bagaimana?? kau sudah tidak memiliki kendaraan untuk pulang jadi apa kau akan menerima tawaran ku ini??"


dasar mengambil kesempatan dalam kesempitan!.


"gw bisa mesen ojek online"


"tasmu dibawa oleh Rifki ingat??"


Yunita memasang wajah yang amat sangat kesal dia bersumpah nanti malam ketika Rifki mendatanginya dia akan membuat kakak sepupunya itu masuk ke rumah sakit.


Afandi menyunggingkan senyum kemenangan.


"jadi bagaimana??"


Yunita memasang wajah datarnya.


"ngga ada pilihan lain... anter gw balik"


"baiklah jika itu mau mu"


mereka berdua pun masuk kedalam mobil mewah milik Afandi dan mobil itupun membelah jalan raya yang dipadati oleh para pengendara motor maupun mobil.


Yunita melirik sekilas kearah Afandi yang tengah fokus menyetir.


padahal gw udah sering ketemu sama cowok yang sifatnya kaya gini tapi entah kenapa Afandi itu sedikit beda dari yang lain ya?? batin Yunita bertanya-tanya.


Yunita pun kembali fokus dengan kegiatannya yang memandang jalanan beraspal di jendela mobil mewah milik Afandi.


dan matanya berbinar ketika melihat sesuatu yang dia sangat sukai yaitu pasar malam.


Afandi menoleh kearah Yunita sebentar bibirnya menyunggingkan senyum.


sudah kuduga.

__ADS_1


Afandi pun menepikan mobilnya dan hal itu membuat Yunita melayangkan tatapan bertanya.


"kenapa berhenti??"


Afandi melepaskan sabuk pengamannya dan segera turun dari mobilnya.


Afandi membukakan pintu mobil untuk Yunita.


"aku ingin mengajakmu ke tempat ini karena tadi aku tak sengaja melihatmu menatap suka dengan acara di tempat ini"


hati Yunita menghangat sudah lama ia tak mendapatkan perlakukan manis seperti ini.


Yunita pun langsung keluar dari mobil dan menutup pintu mobil itu.


senyumannya mengembang, tangan mungilnya menarik afandi untuk ikut masuk kedalam pasar malam itu bersamanya.


"ayo kita masuk"


tangan lembut Yunita yang menyentuh lengannya membuat dirinya tersipu malu, padahal dirinya akan sangat marah jika ada yang berani menyentuhnya seperti sekarang ini.


tapi jika Yunita yang menyentuh lengannya entah mengapa dia malah merasa nyaman. ia sangat suka tangan mungil itu menyentuhnya.


"wahh gulali!"


Yunita melepaskan tangannya yang tadi menggenggam tangan Afandi dan hal itu membuat lelaki bersurai hitam itu mendesah kecewa.


apa enaknya makanan perusak gigi itu?? kenapa sedari dulu dia sangat menyukai permen kapas berwarna merah muda yang hampir saja membuat giginya rusak.


Afandi menggendikkan bahunya dan diapun menghampiri Yunita yang tengah kegirangan mendapatkan makanan manis kesukannya itu.


"gulali! mmmm enak!"


Yunita berteriak kegirangan ketika merasakan manisnya memakan permen kapas itu.


karena dia sudah mendapatkan gulali miliknya Yunita pun berniat membayarnya namun penjual itu menolak uangnya.


"gulali ini gratis untuk adik manis"


"loh kok kaya gitu sih?? ini pak aku mau bayar aja"


"tidak usah tidak apa-apa"


"aaaa.... pak makasih ya..."


Afandi menarik Yunita untuk pergi dari kedai penjual gulali itu.


"sudahlah lebih baik kita bersenang-senang disini"


di tempat lain.


"padahal kemarin aku baru saja ditugaskan untuk pergi ke Prancis tapi tadi pagi aku disuruh untuk menyiapkan pasar malam ini ... kurasa,tuan Afandi sangat menyayanginya sehingga dia bisa membuat pasar malam palsu untuk menyenagkanya huft beruntung sekali gadis bernama Yunita itu bisa meluluhkan hati es milik tuan Afandi"


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini... karena novel tak akan melepaskan akan update setiap hari loh...

__ADS_1


__ADS_2