
Yunita menatap kesal kearah para sahabatnya itu. Pasalnya Meraka tertawa terpingkal-pingkal dan ia tidak tahu ada apa yang terjadi sebenarnya.
"Huh.... Ta emang Lo belum ngaca ya sebelum ke sini??"tanya salah satu temannya.
"Emang kenapa??"
"Coba pegang deh apa yang masih nempel di kepala Lo"
Dengan gerakan slow motion ia menyentuh kepalanya dengan kedua tangannya.
Betapa terkejutnya ia ketika baru menyadari bahwa helm yang di pakainya tadi masih melekat di atas kepalanya itu.
Sial kenapa gw bisa lupa sih batinnya malu.
Ia berusaha untuk membuka helm itu tapi ia kesulitan bukannya membantu teman-teman Yunita malah berusaha untuk tidak menyertawakannya karena mereka sudah tahu selepas pulang dari futsal pasti dengan kejam Yunita membuat mereka tidak bisa masuk ke sekolah karena badan babak belur.
Yunita masih dengan acara kesulitannya membuka helm itu, namun ia merasa ada orang dari belakang memegang kedua pundak mungilnya dan dengan tiba-tiba orang itu membalikkan badannya hingga menghadap ke pelaku tak di kenal itu.
Matanya seketika melebar karena melihat sang pelaku itu adalah afandi. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang mukanya sedikit merona, ia melihat Afandi yang menundukkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke hadapan Yunita.
Sial jantung gw.... Jantung gw.... Lagian nih orang kenapa sih tiba-tiba kaya gini haduh.... Apa nih orang udah ngga waras ya... Kenapa badan gw sulit banget buat di gerakin batinnya berucap.
__ADS_1
Wajah itu kian mendekat ke wajahnya. Yunita memejamkan matanya ia tak sanggup lagi melihat hal yang akan terjadi lagi selanjutnya.
Matanya mengintip sedikit apa yang terjadi. Ia hanya melihat puncuk kepala afandi. Kerutan di antara alisnya terlihat matanya melotot bibirnya sedikit terbuka saat mengetahui bahwa Afandi hanya ingin membukakan helm yang ia pakai.
Ternyata Afandi cuma mau bantuin gw bukain helm ini....tapi kenapa gw sedikit kecewa ya... Oh yaampun otak gw kenapa nih please lah yah jangan mengotori pikiran gw lagi.... Dasar otak mesum! Batinnya berteriak.
Ceklek helm itupun berasil terbuka, Yunita langsung melepaskan helm itu dan menyerahkannya ke Afandi.
"Nih"ucapnya menyerahkan helm itu ke Afandi.
"Perlu bantuan lagi kah??" Tanyanya sambil menerima helm yang di sodorkan oleh Yunita.
"Ngga... Ngga"ucapnya meringis.
"Iya.. iya... Di hadapan kita beneran pak Afandi yang katanya sifatnya dingin banget itu??" Ucapnya ngga percaya.
"Gw juga ngga tahu tapi sih mukanya iya"
"Apa jangan-jangan pak Afandi memilki dua kepribadian ganda???..."
"Wah bahaya nih kalo dia sampe ngapa-ngapain bos kita gimana nih bisa berabe"
__ADS_1
Itulah yang dikatakan oleh para sahabat Yunita ketika melihat Afandi yang tidak seperti di katakan oleh para pelajar dan guru yang ada di sekolah. Meraka mengatakan bahwa Afandi adalah orang yang tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya kecuali keluarga terdekatnya. Dan rumornya mengatakan Afandi adalah guru yang terbilang sangat dingin dan irit bicara tapi Meraka telah melihat sisi lain dari Afandi Meraka menjadi bingung manakah yang benar apakah orang-orang yang ada di sekolah atau dengan orangnya langsung.
Merekapun tenggelam oleh masalah itu.
Hanya satu orang yang ngga tenggelam dalam masalah itu yaitu si Rifki.
"A...cie...cie...cie.... Ekehm harap para jomblo minggir !"ucapan dari Rifki itu membuyarkan teman-temannya yang sedang memikirkan Masalah tadi, Meraka pun ikut-ikutan menggoda Yunita.
"Aaaaaa.... Cie .... Ekhem pjnya di tunggu yah bos"sorak Meraka senang.
Yunita melotot menatap temannya itu yang tidak bisa diem ketika seorang lawan jenis berduaan.
"Apaan sih... Auah gelap!"Yunita berjalan meninggalkan gerombolan itu.
"Weh Lo mau ngapain ta?! Kok ninggalin pacarnya sih kasihan tahu" teriak mereka menggoda Yunita lagi.
"Buka urusan Lo!"iapun langsung masuk kedalam tempat futsal itu.
Karena Yunita telah masuk kedalam sana merakpun gantian menggoda Afandi Naum apa yang Meraka dapatkan hanya tatapan dingin yang membuat meraka bungkam dan tak menanyakan pertanyaan lagi.
"Bentar lagi mau mulai. Kita cepetan harus buat strategi buat ngalahin Meraka"ucap Rifki melihat ke arah jam tangannya.
__ADS_1
Merekapun langsung menyusun strategi untuk melumpuhkan lawan.
jangan lupa untuk like share and coment ya guys dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini ya