TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
berhenti


__ADS_3

"idih buat apa gw tahu siapa Lo ngga penting banget tahu ngga!" jawab Yunita kesal.


"kau memang tidak ingin melihat dunia lagi!" lelaki itupun langsung melayangkan serangan bertubi ke arah yunita.


Karena Yunita ahli dalam bela diri dan dia adalah orang yang tinggal kegesitannya melampaui batas ia dengan mudah menghindari serangan yang Yonatan lontarkan.


"s**l tuh cowok brutal banget!" gumam Yunita kesal.


Yunita yang tadi hanya menghindari serangan lawannya pun membalas serangan itu dengan tenaga yang ia miliki.


Ia langsung menyerang Yonatan dengan kuat sehingga Yonatan yang memang sudah lemas langsung K.O oleh dirinya.


"cih badan aja yang tinggi Ama besar tapi kemampuannya cuma segini dasar lemah!" Yunita langsung meninggalkan Yonatan yang tertidur di lantai yang kotor dengan tak elitnya.


baru saja dirinya bisa bernafas lega tiba-tiba ada dua orang laki-laki yang berada di hadapannya membuat dirinya menghembuskan nafasnya kasar.


Apa lagi yallah!!!! batinnya lelah.


lelaki berwajah tampan di sisi kiri menatapnya seolah-olah mengkodekan dirinya untuk segera pergi dari sini namun, di samping kanan lelaki tampan itu ada seorang lelaki berwajah menyeramkan menatapnya tajam seakan-akan dirinya adalah mangsanya.


sumpah gw ngga ngerti arti tatapan gw belum mempelajari tentang kode mengkode innernya berteriak kesal.


okelah kalo Meraka mau ngajak berantem okeh gw terima dengan berlapang dada udah lama gw ngga berantem batinnya berucap.


di sisi lain Alex yang melihat penyusup itu ternyata adalah seorang gadis remaja langsung melayangkan tatapan mengkodekan gadis itu agar segera pergi dari tempat laknat ini.

__ADS_1


bukannya membalas tatapan Alex gadis remaja itu malah berfikir cara untuk bisa lari dari mereka berdua.


s**l apakah dia tidak mengerti maksudku batin Alex berucap.


oke oke kayaknya gw bakalan kalah kalo mereka beraninya keroyokan hmm.... Gw kudu nyingkirin salah satu diantara mereka.


Yunita mengamati dua orang laki-laki yang berada di depannya dengan teliti.


mata hazelnya mencoba melihat dua diantara lelaki itu yang mudah ia singkirkan.


"kayaknya gw lawan yang pake hoddie biru aja deh gw amati kayaknya dia itu ngga sekejem orang yang ada di sampingnya" gumam Yunita melihat seorang laki-laki yang memakai hoddie biru yang ternyata orang itu adalah Alex.


Alex mengamati gerak-gerik Yunita yang sepertinya tengah memikirkan sesuatu rencana untuk kabur dari dirinya dan Jack. tapi yang membuat Alex bingung kenapa Yunita tiba-tiba menjadi mengamati dirinya terus menerus.


sepertinya dia mengincar ku dia pasti akan menyingkirkan ku terlebih dahulu. Dia pasti salah faham, aku datang kesini untuk berbicara kepadanya untuk membantu dirinya membebaskan gadis kecil yang malang itu bukan untuk menyingkirkan nya. Baiklah sepertinya aku harus membuat Jack pingsan terlebih dahulu batin Alex berucap.


**BUGH!


gubrak**!


seketika tubuh Jack terjatuh ke lantai yang kotor hal itu membuat Yunita menatap Alex dengan tatapan bertanya.


"Lo udah gila yah?!! itukan temen Lo sendiri kok Lo tega banget sih!?" bentak Yunita shock.


Alex menatap Yunita datar lalu ia melangkahkan kakinya menuju ke arah Yunita. Yunita yang melihat musuhnya mendekat kearahnya langsung mengarahkan senjatanya tepat di dada lelaki bernama Alex itu.

__ADS_1


"kalo Lo masih pengin lihat dunia mending ngga usah mendekat!"ancam Yunita.


Alex menghela nafasnya kasar "hey aku berada di pihakmu oke jadi turunkan senjata itu dari hadapanku''


"Lo kira gw b**o apa?! jelas jelas gw tahu Lo itu di pihak mereka ngga usah menghasut gw karena gw bukan orang yang mudah di hasut asal Lo tahu"


"tadi aku memang berada di pihak mereka tapi aku sudah muak dengan semua ini aku tidak ingin melakukan tindak kriminal lagi maka dari itu aku akan membantumu menuju ke ruangan dimana aku dan teman-temanku menculik seorang gadis kecil" Alex memandang Yunita guna meyakinkan cewek itu agar dapat percaya kepadanya.


"oh ya tapi tetap aja gw ngga percaya. bisa aja pas gw lagi ada di ruangan itu Lo malah menjebak gw lagian Lo pasti udah bekerja kaya gini bertahun-tahun kan mana mungkin karena masalah ini Lo jadi insyaf. Ngga ada sejarahnya orang-orang kaya Lo itu insyaf" ucap Yunita memandang sengit Alex.


gw ngga bakalan masuk kedalam lubang buaya gw bukan orang b**o yang mudah di booingin batin Yunita berucap.


Alex berdecak sebal kenapa anak perempuan ini sangat sulit untuk di ajak kompromi sih fikirnya.


"jika kau tak percaya itu tak masalah tapi waktunya tidak banyak kau harus segera membebaskan gadis kecil itu karena pasti sebenar lagi orang itu (jarinya menunjuk ke arah Jack yang tengah terbaring di lantai) akan bangun "


"aku tak meminta untuk kau percaya padaku tapi aku peringatkan sekali lagi kau harus segera pergi ke ruangan tadi dan selamatkan lah gadis kecil itu bawalah pergi bersamamu aku percaya kau pasti bisa membawanya kembali ke kediamannya jadi aku hanya meminta satu hal kepadamu cepatlah selamatkan gadis itu kumohon " ucap Alex dengan nada meyakinkan membuat Yunita sedikit percaya kepada Alex.


"trus kalo gw sudah berhasil membawa gadis kecil itu pergi dari sini apa yang akan lakuin??" tanya Yunita dengan mata masih memandang Alex.


Alex menyunggingkan senyum manis miliknya "aku akan menyerahkan diriku ke polisi aku tak ingin saat adikku sudah sembuh dari penyakitnya melihatku menjadi orang yang kejam aku ingin adikku melihatku menjadi orang baik itu saja" jawab Alex dengan nada yang lirih tetapi tetap saja bisa di dengar oleh Yunita.


Yunita yang memang memiliki kakak laki-laki menjadi sedikit tersentuh jika kakaknya Maulana Anderson yang berada di posisi lelaki itu ia sebagi adik pasti akan merasa sangat kecewa kepada Maulana jadi mungkin dirinya percaya jika lelaki itu benar-benar ingin keluar dari pekerjaan kotornya itu.


"huft okelah kalo gitu gw (Yunita meregangkan otot lehernya yang legal ) bakalan nurutin apa kata Lo... Tapi kalo Lo bohongin gw Lo bakalan terima akibatnya" Yunita pun langsung berlari menuju ke ruangan yang memang sejak awal ia ingin masuki.

__ADS_1


Alex memandang kepergian Yunita dengan tatapan datarnya. Lelaki itu sungguh lelah menjadi seorang penjahat ayah dan ibunya tak mengajarinya untuk menjadi seorang penjahat maka dari itu tekadnya sudah bulat ia akan menyerahkan dirinya ke polisi itulah cara satu-satunya agar dirinya dapat menebus kesalahannya di masa lampau.


jangan lupa like vote and coment ya guys dan jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini.


__ADS_2