TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
kesedihan


__ADS_3

suara isakan terdengar keras, Yunita menyeka air matanya yang terus keluar membasahi pipinya, dia tak ingin mengingat kebersamaan dirinya dengan Clarisa lebih tepatnya tak sanggup mengingatnya karena hal itu akan membuat rasa bersalah itu kembali menyerang dirinya.


kematian Clarisa saat itu adalah hal yang paling membuat Yunita Anderson itu terguncang.


setelah mendengar kabar Clarisa wafat Yunita yang dulu sudah tidak menjadi trouble maker itu langsung berbuat di luar nalar lagi.


dia menjadi seorang monster yang selalu mengajak berkelahi dengan seseorang yang ada di hadapannya, dia tidak bisa mengendalikan dirinya.


cewek bermata hazel itu kerap kali terlihat di sebuah tawuran masal yang ternyata penyebabnya adalah dirinya sendiri.


dia menjadi berubah ketika seorang berhati lembut bagaikan malaikat itu pergi selamanya dari dunia ini.


satu-satunya teman perempuannya kini telah tiada,ketika sahabatnya itu tengah membutuhkannya dia malah memilih untuk bersama dengan gengnya sahabat macam apa yang tidak memperdulikan temannya yang sedang kesusahan fikirnya.


waktu itu sekitar jam setengah tujuh pagi Yunita berniat untuk berkunjung ke kosan milik Clarisa yang jaraknya beberapa kilometer dari tempat tinggalnya.


ketika sudah sampai di kosan Clarisa betapa terkejutnya Yunita melihat ada garis polisi yang mengililingi rumah itu dan yang lebih mengejutkan lagi ibu pemilik kosan tersebut mengatakan bahwa Clarisa, sahabatnya yang paling ia sayangi telah tiada, perempuan yang lebih tua setahun dari dirinya itu bunuh diri dengan luka sayatan di pergelangan tangannya.


saat itu juga Yunita merasa dunianya telah hancur ia langsung terduduk lemas di aspal dan seketika air mata pun tak bisa ia bendung lagi.


ia menjerit, memanggil nama sahabatnya itu dengan pilu.


Rifki, Reza dan Gilang mendengar kabar itu langsung menuju ke tempat kejadian dan betapa terkejutnya mereka bertiga melihat Yunita yang menyakiti dirinya sendiri.


mereka melihat tangan Yunita yang terluka karena memukul tembok terlalu keras.


bukan hanya itu Yunita juga melakukan hal yang sama dengan Clarisa mencoba untuk nih diri.

__ADS_1


mereka langsung membawa Yunita ke rumah sakit karena Yunita pingsan akibat darahnya yang terus keluar dari lengannya itu membuat Yunita terkulai lemas dan pingsan.


keluarga Yunita yang mendengar berita menggemparkan itu yang membuat anaknya hampir saja kehilangan nyawanya langsung kembali ke Jakarta karena mereka tengah ada di London untuk urusan bisnis dan juga Maulana anak sulung mereka tengah belajar mendirikan perusahaan disana.


bahkan Maulana yang sedang fokus mendirikan perusahaan disana langsung ikut pulang ke Jakarta karena mendengar kabar buruk yang berasal dari adik tersayangnya itu.


Yunita seperti mayat hidup ketika dia sudah terbangun dari tidur panjangnya.


dia tidak merespon pertanyaan apapun dari lawan bicaranya termasuk keluarganya sendiri.


sulung Anderson langsung menghubungi dokter spesialis kejiwaan untuk mengobati adiknya itu, ia sangat tahu jika adiknya itu sangat terpuruk ketika mengetahui kenyataan sahabatnya itu telah tiada.


setelah beberapa bulan pengobatan bungsu Anderson itupun akhirnya bisa menjadi lebih tenang sedikit dan sifatnya mulai seperti sedia kala.


namun, mereka tak tahu jika rasa bersalah Yunita malah bertambah besar mengingat dia sangat menyayangi Clarisa dia mungkin bisa melupakan kejadian itu namun rasa bersalah kepada Clarisa tak akan pernah hilang dan akan terus bertambah besar setiap harinya.


bibirnya terlihat pucat karena dia tidak sempat untuk sarapan, hari ini adalah hari dimana Clarisa ditemukan tak bernyawa di kediamannya mana mungkin Yunita mengesampingkan urusan untuk mendatangi makan sahabatnya itu dia lebih memilih untuk tidak sarapan pagi karena hal itu tidak penting karena yang terpenting adalah dia bisa datang ketempat ini pada siang hari.


ia menggertakan giginya marah, sejak saat itu terungkapnya kasus kematian sahabatnya itu guru yang bernama Steven yang mengajar mapel fisika itu terlihat bahagia dan terlihat seolah tidak memiliki rasa bersalah yang menghinggapi hatinya.


bukan karena apa Yunita membenci gurunya itu cewek bermata hazel itu sudah mengetahui dalang dari kematian sahabatnya orang itu adalah Steven guru fisika yang mengajarnya.


setelah seminggu lamanya Yunita berusaha mencari tahu apa penyebab sahabatnya itu bunuh diri dan bungsu Anderson itu di kejutkan dengan kebenaran yang terungkap.


bahwa sebenarnya adalah dalang dari kematian sahabatnya itu adalah gurunya sendiri. Steven Yolanda orang yang menjabat sebagai guru mapel fisika itu adalah penyebab kematian Clarisa sahabat perempuan satu-satunya yang ia miliki.


tanpa menunggu lama Yunita langsung menyerahkan tuduhan kepada steven ke pihak berwajib atas pembunuhan berencana ia pun menyerahkan bukti-bukti yang ia dapatkan di dalam kamar Clarisa.

__ADS_1


bungsu Anderson itu berharap kepolisian bisa menahan Steven di dalam jeruji besi yang dingin dan gelap. Yunita meyakinkan dirinya pasti Stevan akan masuk penjara karena ia sudah mengumpulkan bukti yang banyak.


namun, takdir berkata lain bukannya memenjarakan Steven pihak kepolisian malah membebaskan orang durjanam itu dan mereka mengatakan bukti yang di berikan oleh Yunita adalah omong kosong belaka.


"bahkan dengan kekuasaan yang dimiliki keluarga gw tetap saja tidak bisa membuat ba****an itu masuk kedalam penjara... entah apa yang membuatnya bisa lepas dari kasus ini ... gw beneran ngga tahu...."


Yunita memandang sayu batu nisan yang bertuliskan Clarisa Oktaviana.


"tapi tenang aja... sampai kapanpun gw bakalan berusaha sekuat tenaga yang gw miliki untuk menjebloskan ba****an itu kedalam penjara .... mungkin ini bakalan memerlukan waktu yang cukup lama karena gw harus ngumpulin bukti-bukti yang sangat kuat supaya hakim bisa memberikan hukuman yang setimpal kepada orang itu...."


Yunita menepuk sisa debu yang berada di celananya, ia mengelus sekali lagi batu nisan itu dan setelah itu ia pergi meninggalkan makam yang hampir tak pernah absen ia kunjungi.


ketika Yunita membalikan badannya , betapa terkejutnya Yunita melihat sahabat-sahabatnya yang ternyata juga ikut datang ketempat ini.


bukan hanya trio Gantar yang kemari. namun, teman-temannya yang berada di SMP juga ikut berdatangan kesini.


"maaf kita semua datangnya terlambat karena harus nungguin Gilang buat wudhu dulu di masjid jadi ya gitu deh"


Rifki memberikan bunga kepada Yunita.


"makasih kalian semua udah repot-repot datang kesini gw jadi sedikit terharu"


Yunita meletakan bunga pemberian Rifki ke makam Clarisa.


"ngga kok kami semua ngga merasa direpotkan lagian Clarisa juga udah menjadi bagian dari kita"


semuanya mendekat ke makam Clarisa lalu merapatkan doa untuk cewek bernama Clarisa itu supaya dia tenang di alam sana.

__ADS_1


"ta gw mohon Lo jangan terus nyalahin diri Lo sendiri ta itu ngga baik"


jangan lupa untuk mengklik tombol favorit untuk mengetahui update terbaru dari cerita ini... karena cerita tak akan melepaskan akan update setiap hari loh....


__ADS_2