TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
bersepeda.


__ADS_3

Rifki melihat sekelebat bayangan perempuan yang sedang ia cari-cari. ia langsung menepuk bahu Reza dan Gilang.


"oy oy tadi gw lihat Yunita lewat..."


"mana-mana??.."tanya Gilang dan Reza melihat ke kanan kiri.


"tadi di lorong sana yuk cepetan keburu kehilangan jejaknya."Meraka langsung berlari ke tempat yang Rifki bilang tadi.


Meraka melihat Yunita yang sedang berjalan membelakangi nya.


"ta!"teriak Meraka dengan suara yang keras karena di tempat itu sangat ramai jika Meraka tidak mengeluarkan suara yang keras Yunita tak akan mendengar suaranya.


Yunita yang merasa ada memanggilnya langsung menoleh ke belakang ia melihat ketiga sahabatnya berada di belakangnya dan ketika dirinya menoleh Meraka bertiga langsung berlari menghampirinya.


Yunita menatap Meraka bertiga malas.


"tadi ngga nungguin gw langsung naik ke bianglala sekarang malah nyariin" Yunita menaruh kedua tangannya di depan dada.


"eh.. hehehe Kitakan tahunya Lo ngga jadi ke sini jadi kita langsung naik deh hehehehe maaf yah ta"ucap mereka merasa bersalah.


"yaudah gw maafin. kenapa Lo pada ke sini??"tanya Yunita memandang datar teman-temannya.


"kita di lagi nyari Lo ta Abang Maulana khawatir soalnya Lo ngga dateng-dateng. pas kita lewat ada Abang Lo yang lagi nungguin Lo di mobil lah Abang Lo ngora tuh kita main bareng tapikan Lo ngga Dateng jadi kota juga bingung trus kita bertiga ikut nyari Lo soalnya kita juga merasa bersalah gara-gara ngga nungguin Lo"jelas Rifki panjang lebar.


"OOO... yaudah cepet ke sana keburu Abang gw minta tolong ama petugas di sini suruh nyari gw pake toa kan malu-maluin"saat Meraka akan pergi dari tempat itu ada suara toa yang membuat neraka menghentikan langkahnya.


"di mohon Yunita untuk segera ke sumber suara ataupun orang yang melihat ciri-ciri perempuan dengan sebagai berikut. tinggi badan 168.0 cm rambut yang sehabu berwarna cokelat kehitaman kurus berumur 15 tahun jika ada orang yang melihat perempuan seperti ciri-ciri yang sudah di sebutkan tadi mohon langsung pergi ke sumber suara terimakasih"


"ABANG!"


Yunita dengan kesal berlari ke sumber suara.

__ADS_1


teman-temannya bergidik ngeri karena Yunita dalam mode berbahaya.


"yah gw ngga tahu deh apa yang bakalan terjadi selanjutnya."


"kita pergi aja yuk. gw masih pengin hidup"Meraka bertiga langsung pergi meninggalkan pasar malam karena hari sudah malam dan Meraka tak ingin berurusan dengan kakak beradik yang akan berkelahi itu.


"Abang kenapa Abang pake nyuruh petugas pake toa sih buat nyariin gw sih!!!?"teriak Yunita saat sudah berhadapan dengan Maulana.


"Lo itu kecil kalo ngga nyuruh petugas pake toa lo ngga bakalan ke sini"ucap Maulana berjalan ke mobil.


tadi kek orang gila nyariin Adeknya sampe ngebentak orang-orang di sini eh Adeknya udah di sini malah langsung pergi ke mobil haduh untung sayang gumam Fina .


"ya ngga usah pake acara minta petugas nyari juga kelez" Yunita menatap wajah Maulana kesal.


"ngga ada lagi yang bisa Abang lakuin lagi" balas maulana.


Yunita menghela nafas pelan ia sedang malas berdebat dengan kakaknya itu "bang" panggil Yunita.


"apa??"


"oke"


merekapun langsung pulang ke kediaman Anderson karena jam sudah hampir menunjukan tengah malam. Fina pun menginap di rumah keluarga Anderson.


setelah Meraka Sampai ke rumah Yunita langsung masuk ke dalam kamarnya sungguh ia sangat mengantuk sekali ia ingin langsung tiduran di ranjang empuk miliknya.


"tuh bocah"ucap Maulana kesal melihat adiknya pergi begitu saja ke dalam Tampa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tadi di sana.


"udah jangan kesel kek gitu. Yuni mungkin lagi cape banget biar. besok aja minta penjelasannya"ucap Fina.


keesokan harinya......

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


"bang kan aku udah bilang tadi malem aku emang jadi naik bianglala tapi bukan sama temen-temen aku bang... udah lah aku mau jalan-jalan pake sepeda tuh kasihan mba finanya nungguin Abang dari tadi di ruang tv"


"heh ya idih di omongin malah langsung pergi dasar Adek lucnut" ucap Maulana kesal.


Yunita pergi menggunakan sepeda miliknya. ia berniat ingin melihat-lihat komplek di sini karena sudah lama ia tak jalan-jalan keluar mengitari komplek perumahannya.


tak terasa ia sudah sangat jauh dari rumahnya. Yunita menyebrang jalan raya karena lampu tengah berwarna merah jadi ia harus segera menyebrangi jalanan jika ia tidak cepat bisa-bisa ia menjadi korban tabrak lari.


saat dirinya sudah menyebrangi jalan ia melihat ada orang-orang yang berteriak histeris karena ada seorang anak kecil yang terjebak dalam jalan raya yang lampu lalulintas nya sudah berwarna hijau .


"ck orang-orang ini payah banget sih bisa cuma teriak-teriak doang ngga ada niat buat nolongin. aduh gw harus nolongin anak kecil itu kalo ngga bisa berabe"tanpa aba-aba Yunita menjatuhkan sepedanya dan lari ke arah anak kecil itu. dari kejauhan ada sebuah trus besar yang melaju kearah anak kecil itu dengan sigap Yunita menggendong anak kecil itu dan berlari ke tepian jalan yang Ama.


terdengar teriakan histeris ketika Yunita berhasil menyelamatkan anak laki-laki itu.


Yunita mengecek badan anak kecil itu dari ujung kaki hingga kepala melihat apakah ada yang lecet ditubuh mungilnya.


anak kecil itu tidak terluka sama sekali tapi terlihat bahwa anak kecil itu ketakutan kenapa dia mengetahuinya?? karena tubuh anak kecil itu bergetar hebat. Yunita langsung memeluk anak kecil itu dan menggumamkan kata-kata pemenang supaya anak kecil itu tidak menangis.


"ssssttt... sudah jangan nangis ada kakak kok jangan nangis yah cup... cup... cup"Yunita mengelus rambut anak kecil itu. dan sesekali mengecup puncak kepalanya.

__ADS_1


jangan lupa untuk like share and coment ya guys


dan jangan lupa untuk klik tombol favorit untuk terus mengetahui update terbaru dari cerita ini.....


__ADS_2