TAK AKAN MELEPASKAN

TAK AKAN MELEPASKAN
Rifki penyebabnya


__ADS_3

"za!. Lo bagi ini pizza, gw mau ngomong bentar ama si Rifki"


"oke"


cewek bernama Yunita berjalan kearah Rifki yang tertunduk sambil memainkan tangannya di atas kakinya. Ia mendudukkan dirinya di samping Rifki, ia mengamati wajah Rifki yang tertunduk menghadap jemarinya.Ia menghela nafas pelan. kalo kek gini si Rifki kek anak kecil deh batinnya berucap.


Ia menepuk pelan pundak Rifki membuat sang empunya menatap dirinya.


"Ki!" seru Yunita. Rifki hanya menatapnya, tak berminat untuk membalas ucapan Yunita.


"yaampun! Rifki Lo tuli atau budeg sih!"pekik Yunita kesal.


"ngga keduanya"jawabnya pelan.


Yunita mengusap wajahnya kasar. Kenapa Rifki kek orang **** sih!?! gw kan cuma bentak dia tadi! kenapa bisa bikin kek gini ya lord! batinnya berucap.


"terserahlah! kesel gw!!!" ia memalingkan wajahnya melihat Reza yang tengah memberikan pizza itu ke teman-temannya. Untung Reza bisa di ajak kompromi ngga kaya nih orang yang ada di samping gw!.


"Lo yang bikin ribut dulu yah Ki?!"

__ADS_1


"........." tak jawaban dari Rifki. Sebenarnya ia ingin menjawab pertanyaan itu tapi, ia cukup takut jika terkena amukan dari adik sepupunya itu. Karena ia sangat tahu jika Yunita marah bukan hanya bentakan ataupun cacimakian yang akan ia dapatkan namun, ia juga akan mendapatkan Bogeman mentah dari anak bungsu keluarga Andesron itu. Jika perempuan biasa yang memukulnya its okay but ini adalah Yunita Perempuan yang sudah mempunyai sabuk hitam dalam bela diri taekwondo yang sudah ia pelajari selama masih duduk di bangku sekolah dasar. Tak perlu ku jelaskan lagi apa arti sabuk hitam karena pasti kalian semua sudah mengetahuinya.


"Ki!. Jawab dong jangan diem aja!!!" ucapnya kesal karena ia tak mendapatkan respon dari Rifki.


"hmmm...." orang yang membuatnya kesal hanya bergumam tak jelas.


"Lo cuma jawab iya atau ngga!. Biasakan?!" ia mendapatkan anggukan kepala dari Rifki.


"oke!. Jawab yang jujur inget iya atau ngga jangan diem oke!" ucapnya serius.


Rifki hanya mengangguk.


"mmmm....." ia melirik ke samping. Melihat Yunita tengah menunggu sebuah jawaban yang akan ia lontarkan.


"i.... Iya... sih... Tapi Lo jangan marah ya ta" ucapnya memelas. Meminta belas kasihan kepada adik sepupunya itu. tuh kan bener!.


Yunita memasang wajah datar andalannya ketika dia marah. Ia memandang wajah Rifki malas. Tak membalas ucapan Rifki. Auah gelap gw sih ngga marah tapi pertanyaannya gw lama banget di jawabnya kan gw jadi kesel tinggal bilang iya kek apa susahnya! innernya berteriak.


Rifki yang tidak mendapatkan respon apapun dari Yunita menjadi ketakutan. Keringat dingin menyerah tubuhnya seketika.

__ADS_1


"ta maafin gw yah.... Please... Gw janji gw yang bakalan ngerjain seluruh tugas Lo atau PR Lo deh asalkan Lo mau maafin gw please...." Rifki memegang tangannya Yunita berniat membujuk cewek itu supaya memaafkan kesalahannya.


Yunita menatap sengit Rifki. si**an tangan gw ternodai!.


ia langsung melepas paksa tangan Rifki yang tadi memegangnya.


"minta maaf boleh tapi jangan nyentuh tangan gw juga kelez!! Haram tahu hukumnya Lo tahu ngga haram itu apa hah!!!!!!!" teriak Yunita tepat di depan wajah Rifki.


nging!!!!!!!!....


seketika telinga Rifki berdengung nyaring mendengar teriakan Yunita. Ia meringis kesakitan dan tersenyum masam.


"dari pada Lo ngga merespon omongan gw yaudah gw nekat" ucapnya sambil tersenyum masam.


"hey!!!!!... Gw juga belum ngejawab omongan Lo.. Lo nya aja yang sukanya nyosor ngga jelas auah gelap benci gw ama Lo!!!" Yunita yang marah langsung meninggalkan Rifki yang menatapnya bersalah.


"yahhh dia beneran marah deh ama gw..." ucapnya nelangsa.


"sialan di Rifki!. Gara-gara dia tangan gw ternodai!!!!" ucapnya kesal sambil mengusap-usap tangannya

__ADS_1


jangan lupa untuk like share and coment cerita ini dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak seperti like klik tombol favorit dan lainnya...


__ADS_2